
Saat Zara berusia 15 tahun. Saat itu Zara sudah kelas 2 sma. Di masa ini, dimana harus nya Zara bebas mengekspresikan diri namun di kekang, la menerima nya tidak memberontak.
Hingga kejadian itu datang.
Semester 1 kelas 2. Zara mengikuti kegiatan osis. Mendapatkan bidang 'kesosialan dan kemanusiaan ! Suatu hari salah satu anggota osis masuk rumah sakit karena maag akut yang kambuh.
Zara dan anggota osis lain nya menjenguk ke rumah sakit. Zara sudah izin kepada paman nya bahwa ia akan menjenguk teman nya sakit.
Sekitar pukul 5 sore, mereka bersiap pulang namun mereka di berhenti karena hujan turun dengan deras secara tiba-tiba.
kringg..
kringg..
"halo pak?" Zara mengangkat telepon dari supir nya.
"Nona, saya minta maaf karena tidak dapat menjemput nona .Mobil nya rusak dan sekarang saya berada di bengkel untuk memperbaikinya. Bisakah nona pulang dengan memesan taksi online?" tanya sopir.
"iya pak tidak apa apa, saya bisa naik taksi" .jawab Zara lalu mematikan sambungan.
Zara menatap resah ponsel nya, perlukah ia memesan taksi online atau meminta paman nya untuk menjemputnya ? Mengingat bahwa ia sendiri lupa membawa uang.
"kenapa?" tanya Gilang melihat keresahan di mata Zara.
"enggak kok!" jawab Zara gugup.
"hey, kau tidak bisa berbohong pada ku. Aku mengenal mu cukup baik za!" sela Gilang.
"katakan kenapa?" tanya Gilang lagi.
"supir ku tidak bisa menjemput ku, katanya mobil mogok. Aku disuruh naik taksi online_"
"pulang dengan ku saja!" sanggah Gilang memberi tawaran. Sebenarnya lebih mirip perintah.
"ah, tidak usah. Kau tau rumah ku di daerah hutan pinus. Di sana sangat sepi!" ujar Zara memberi tau.
"justru itu. Bagaimana kalau supir taksi online yang kau gunakan orang cabul?. Bukan kah di sana sepi?" Gilang membalikkan keadaan.
"hemm... Yaudah!"
"yes"
Gilang ke girangan, mengamit tangan Zara menuju parkiran. Ternyata hujan masih deras. Karena Gilang pakai motor terpaksa lah mereka menunggu hujan sedikit reda hingga pukul 18:35 hujan hanya tinggal gerimis.
Risau, Zara mengajak Gilang menempuh gerimis. speda motor melesat menuju area yang di tunjuk Zara. Hingga tiba di rumah besar berwarna coklat kayu.
"masuk?"
"tidak, aku harus segera pulang!" kekeh Gilang. Berlalu pergi.
Yang diajak tertawa hanya terlihat kaku. Pasalnya sejak berhenti ia melihat mobil Aska.
"aku pulang!" ujar Zara mendorong pintu untuk masuk.
Lampu mati. Seperti nya Aska sudah tidur.
Tumben.
Dengan hati hati Zara melepas sepatu nya mengganti dengan sendal rumah. hingga langkah nya terhenti di puncak tangga.
"paman?" Zara kaget dengan penampakan paman nya yang berdiri bersedekap di dinding dekat tangga.
"kenapa kaget? Takut karena telah melakukan kesalahan?" tanya Aska bertubi.
"paman aku_"
"dasar sialan. Kau membohongi ku!" sentak Aska menarik tangan Zara menuju kamarnya.
"kau bilang ingin menjenguk teman mu sakit, tapi kau malah berkencan ria! Dasar murahan!" maki Aska sambil menyeret kekamar mandi.
Sekali sentak tubuh Zara langsung menghadap Aska.
"katakan siapa namanya!"
"tidak paman!" teriak Zara. Menolak menjawab.
la tak mau menyebutkan nama Gilang. Ia tau paman nya pasti akan melakukan sesuatu yang buruk pada Gilang.
"tidak mau Mengatakan?" Aska menggeram menceburkan Zara ke bathtub. Menekan kepala gadis itu beberapa saat lalu mengankat nya kembali.
"katakan!" teriak Aska.
Zara yang mangap mangap mengumpulkan kan oksigen menggeleng kan kepala nya.
Tangan Aska mencengkram kuat leher Zara, menenggelamkan kepada itu lagi. Setiap gadis itu menggeleng Aska kembali mengulangi.
"kata kan siapa dia sialan!" maki Aska berteriak.
"paman, jag_" ucapan Zara putus karena kini kepala nya telah ditekan didalam air.
Kali ini lebih lama. Tangan kanan Zara mencengkram tangan Aska, berharap bisa melepaskan tangan itu dari leher nya. naas tangan Aska jauh lebih kuat. Tangan kiri Zara menggapai kosong ke udara. Masih Berusaha.
Hingga titik lemah itu datang. Mata Zara pedih, dada dan kepalanya sakit. Perlahan cengraman dan tangan menggapai gapain itu melemah dan terlepas.
Merasa tidak ada pemberontakan Aska melepaskan tangan nya cemas. Tubuh itu mengambang.
Dengan cepat, sekaligus panik. Aska mengeluarkan Zara membawanya ketempat tidur. la tak peduli jika kasur nya basah. Jari Aska meraba hidung.
Tidak bernafas!
Segera ia mengambil langkah pertolongan pertama. Menekan dada Zara, di selingi nafas buatan. Begitu berulang ulang.
Uhuk...
Zara memuntahkan air yang ia telan lewat mulut dan hidung. Lalu Zara kembali pingsan.
Sudah bernafas!
__ADS_1
Aska sedikit lega. Bergegas ia menganti pakaian basah Zara lalu membawa nya kerumah sakit. 2 hari gadis itu terbaring di ruang icu.
Selama dua hari Aska hanya duduk di depan ruangan tanpa melakukan Kegiatan berarti.
Kenapa aku bisa hilang kendali?_Batin Aska geram dengan diri sendiri.
Padahal kurang dari dua tahun rencana ku berjalan lancar_Aska masih kesal.
"hey boss, kau terlihat kacau. Seperti di tinggal kekasih.!" gurau rendra salah satu bodyguard kepercayaan nya yang menjaga Zara sebagai supir.
"kau tau rencana ku kan?"jengkel Aska.
"hey boss, kau terlihat kacau. Seperti di tinggal kekasih.!" gurau rendra salah satu bodyguard kepercayaan nya yang menjaga Zara sebagai supir.
"kau tau rencana ku kan?"jengkel Aska.
"aku tau, tapi bos kau harus tau. Kau tidak pernah benar-benar kacau lebih dari ini. Kau mengingatkan aku dengan kejadian lilith. Sama persis!" jelas rendra.
Aska hanya melogos mendengar ucapan rendra. Namun jauh di dalam hati ia memikirkan kata kata rendra.
Benarkah?
Tidak ,aku hanya terobsesi untuk membalas dendam, dan aku hampir saja gagal karena kebodohan ku!. Benarkah? Batin Aska bingung dengan pikiran nya sendiri.
Flash back end
...*****...
...*Jika aku tak bisa menjamah Hati mu Biarkan aku mencintamu Dalam diam...
...Akatsuki*...
Sejak kejadian di anak tangga, dimana Aska berjanji akan mengabulkan semua yang di ingin Zara, Zara menjadi bersemangat. Ia tak sabar menunggu ujian akhir itu tiba. Tapi sebelum itu ia harus persiapkan diri untuk hal itu.
Ngomong ngomong soal permintaan, Zara masih belum memikirkan apa sebenarnya yang benar-benar ia inginkan jika dia mendapatkan peringkat 1.
Dengan perasaan senang, Zara melompat keatas tempat tidur. Tidur telentang menatap langit langit kamar.
Aku ingin habiskan waktu seharian penuh bersama paman. Aku ingin sperti teman teman. Bahkan mereka sudah memiliki rencana jalan jalan dengan orang tua mereka. Tapi aku hanya ada paman. Paman yang akan mengganti kan ayah ku!_ gumam Zara bersemangat.
Nanti kalau jalan jalan aku akan ajak paman kemana ya?
Aha, aku ajak paman ke dufan atau pantai. Yah, pantai adalah pilihan terbaik.
Atau ke puncak?
Ah... Kemana saja asal kan dengan paman._Batin Zara kegirangan. Tangan nya mengacak acak rambutnya saking senang nya.
Zara tersenyum memeluk boneka mikey mouse pemberian sang paman.
"hey mikey, aku akan jalan jalan dengan paman. Aku senag sekali. Akhirnya aku akan merasakan memiliki seorang ayah!" ujar Zara bercerita.
"kau tau. Aku sangat yakin akan dapatkan peringkat 1. Soal nya sejak kelas 1 aku sudah menduduki juara umum!" ujar Zara sombong pada boneka nya.
Tiba tiba Zara terkikik geli. la sombong kepada boneka. Memang boneka bisa mengerti?.
Besok nya Aska bangun, mendengar suara di dapur. la tau itu Zara sedang membuat sarapan. Selesai mandi dan menganti pakaian dengan setelan kantor Aska menuju dapur.
Di akhir anak tangga ia bertemu rendra.
"pagi bos!" ujar nya menunduk sedikit sebagai tanda hormat.
Aska mengangguk berlalu menuju ruangan makan di ikuti reandra.
"pagi paman, pagi pak re!" sapa Zara begitu melihat Aska dan rendra yang berjalan kearah meja makan.
"pagi za!" jawab rendra.
Aska?
la tak mau repot repot menjawab, ia lebih memilih duduk di kursi biasa ia duduki tanpa bergeming.
Zara menaruh sepiring sendwic di hadapan Aska dan sepiring lagi dihadapan reandra. Lalu menaruh kopi pada Aska dan teh pada rendra. Gadis itu sangat cekatan.
"hey, kenapa menu sarapan mu berbeda?" tanya rendra meliha piring Zara berisi salah sayur.
"tekan darah ku rendah. Jadi aku butuh asupan zat besi lebih.!" jawab Zara menyuap sendok ke mulut kecil nya.
Hening.
Tak ada yang bicara. Hanya suara sendok dan piring yang beradu.
"em, bos, seperti nya kontrak kerja saya akan berakhir bulan depan!" ujar rendra memberi tahu.
"loh?" Zara kaget.
"aku hanya di kontrak selama 12 tahun. Begitu ujian terakhir nona selesai pekerjaan ku pun selesai!" jelas rendra.
"kalau begitu bapak tidak mengantar Zara ambil surat kelulusan dong? Bapak juga ngak ada waktu Zara ulang tahun?" Zara terlihat sedih.
Rendra menatap bos nya, meminta pertolongan.
"Zara jangan ngobrol di meja makan!" tegur Aska.
"tapi"
"hey, kau tidak kasihan melihat ku yang sudah berusia 31tahun belum menikah? Memang nya kau mau menikah dengan ku?" goda rendra.
Ups, ia salah bicara. Ia mendapatkan plototan dari bos nya.
"Zara habiskan sarapan mu dan segera kesekolah!" . ujar Aska memerintah.
Kaget dengan bentak kan Aska, Zara segera menghabiskan salad nya dan bergegas mengambil tasnya di kamar.
"aku berangkat paman!" ujar Zara berlari kearah Aska yang masih duduk di kursi meja makan di temani secangkir kopi dan koran.
Cup.
__ADS_1
Sebuah kecupan mendarat di pipi Aska. Dengan tidak bertanggung jawab Zara berlari keluar rumah meninggalkan Aska yang kaku dan pusaka menegang.
"****" umpat Aska.
la lengah. Ini bukan kali pertama Zara mengecup pipi Aska. Kadang Zara akan melakukan itu disaat ia teramat senang.
Yah semenjak memasuki usia 16 tahun Zara mulai berani. Berani mencium pipi Aska. Berani mengirimkan puluhan bahkan ratusan pesan setiap hari nya. Bahkan kini ia berani meminta sesuatu dengan mengikat janji.
Janji mendapatkan peringkat 1.
Aska mengurut kepala nya yang berdenyut. Bukan hanya kepala nya saja, Adek nya pun kini ikut berdenyut dibalik celana katun hitam.
Di lain tempat, Zara duduk di samping kemudi sambil memegang pipi nya yang memerah.
"nona kenapa?" tanya Rendra.
A-aku..
"biar ku tebak nona pasti habis mencium bos kan?" tebak rendra mencari jawaban dari pertanyaan nya.
"aku hanya mengecup pipi nya." kesal Zara solah rendra menjabar kan Zara mencium bibir paman nya. Hell no!
"haha aku tau" kekeh Rendra.
"aku menyangi nya seperti ayah ku sendiri!" jawab Zara tersenyum dengan mata menerawang jauh kedepan.
Hati mu sungguh polos. Andai kau tau tujuan bos mengadopsi mu. Kau akan sangat kecewa. Saat yang kau sayangi menganggap mu sebagai boneka._ Batin rendra sedih.
Harus nya bos tau bahwa nona tulus menyayangi nya seperti ayah nya sendiri. Tidak ada ayah yang berencana meniduri putri nya di usia 17 tahun_Batin rendra berperang.
"hey, kau menganggap Aska sebagai ayah, lalu aku? Aku setiap hari menemani nona, apa aku tidak berarti?" tanya rendra selolah sedih.
"hehe, aku menganggap bapak sebagai sahabat."
jawab Zara dengan polos nya.
apa nona tau, setiap hari mengantar jemput nona aku merasa memiliki seorang putri kecil. Setiap hari melihat nona tumbuh menjadi remaja cantik!" ujar rendra tulus.
"kalau begitu bapak ayah ku no 2 setelah paman!" jawab nya lagi dengan polos.
Bagaimana mungkin kau merusak makhluk sepolos dan sebaik ini bos_jerit batin rendra meronta seolah tak terima.
la ingin menyelamatkan Zara, namun ia masih sayang dengan nyawanya dan nyawa keluarga nya.
"pak, aku berangkat!" Zara menyalami tangan rendra dan berlalu menuju sekolah nya.
Semoga boss di buka kan mata nya
Di rumah Aska kembali mandi. Ia menguyur tubuhnya dengan air dingin.
Karena ulah Zara ia harus mandi lagi. Mengingat siang ini ia akan melakukan rapat dengan mitra kerja yang sangat penting. Ayah nya sendiri.
la tak mau sampai ayah nya melihat putra nya gelisah karena gagal menjinak kan si Junior. Apalagi jika ayah nya melihat bengkak pada ************ nya, bisa dikira mesum pada kariawati.
Kacau.
Setelah tenang, dan sang adek sudah jinak, Aska bergegas memakai pakaian nya. Dan memacu mobilnya meniju kantor. la tak mau di cap bos yang tidak bertanggung jawab oleh ayah nya.
Aska memang seorang pembunuh tanpa perasaan, namun ia sangat sopan terhadap ayah dan ibu nya. Mengingat ia bisa bertahan hidup berkat mereka.
"pak anda telat 5 menit 25 detik. Bagai mana anda bisa mencontohkan hal baik pada kariawan anda?" Sebuah ceramah langsung menggaung di ruangan kerja Aska.
Benar kan ia pasti kena semprot kata kata mutiara yang sangat indah dari sang ayah.
"ayah kau tau, aku ini memiliki seorang putri kecil dirumah. Dan aku harus mengasuh nya!"
Bohong.
"jangan menipu ku as. Aku tau kau tak pernah mengurus Zara. Kau ayah yang tidak bertanggung jawab dan sekarang kau menggunakan namanya sebagai tameng?" cecar ayah nya.
Aska hanya nyengir kuda berlalu duduk di sofa yang berhadapan dengan sang ayah.
Aku tidak mungkin bilang bahwa aku terangsang karena Zara mengecup pipi ku kesal Aska dalam hati.
Ya. Aska tidak mungkin berkata demikian bisa bisa ia digorok ayah nya. Atau lebih buruk Zara akan di ambil hak asuh oleh ayah nya. Pilihan kedua sangat menakutkan.
"apa kau masih jarang pulang kerumah Zara?" tanya ayah nya.
Sang ayah menyebut rumah Zara. Ya, karena rumah itu lebih sering dihuni oleh Zara. Dan Aska tidak protes. Toh ia masih punya plathose, Villa tepi pantai dan beberapa hotel.
"tidak aku pulang sekali 1 bulan."
"kau harus menjadi ayah yang baik!"
Aska menggangguk.
Ayah yang baik tak akan berencana meniduri putri nya yah!. Dan aku yakin gadis itu tak pernah berfikir bahwa aku ayah nya. Aska terkekeh di dalam hati.
...###...
"lusa peringatan 14 tahun kematian lilith!" ucap ayah nya mengingatkan.
Ambil hak asuh oleh ayahnya .pilihan kedua sangat menakutkan
.
.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1