
*Sekitar pukul 7 lewat Zara keluar dengan celana levis pendek dan blous Pink menghampiri Aska yang sedang membaca koran dengan secangkir kopi.
"sudah sarapan?" tanya Zara. Dan mendapati gelengan dari Aska.
Senyum Zara senantiasa terpatri, mengoleskan selai coklat kacang ke roti tawar."ayo Kita harus segera ke bandara!" ujar Zara menaruh piring di hadapan Aska.
"tak sabar mengusir ku?" tanya Aska menurun kan koran nya.
"bukan ,aku hanya takut kau terlambat!" jawab Zara melahap roti nya.
Beberapa menit sarapan dan hampir satu jam di mobil keduanya tiba di bandara internasional mhattan. Jujur, Zara belum pernah sekali pun bepergian menggunakan pesawat. Dan ini kali pertama ia menginjak kan kaki ke bandara.
"suatu hari aku akan mengajak mu naik pesawat!" ujar Aska mengelus wajah sendu Zara. Seolah ia tau apa yang di pikiran gadis kecil itu.
Zara mengguk sebagai jawaban dan Senyum yang terpancar wajah nya.
" selama aku di Bali jangan macam macam atau kau akan berakhir dengan hukuman!"Ucap aska kepada zara. "aku tau paman!". Balas zara menanggapi sambil tersenyum manis.
Setelah itu sebuah kecupan hangat mendarat di bibir Zara ,ingat hanya kecupan tanpa *******. Aska tidak ingin keberangkatannya tertunda hanya karena tak bisa melawan nafsunya
Aska melambai saat akan meninggalkan Zara seorang diri*.
...*****...
Tiga hari sudah berlalu.
Zara benar benar bosan, kampus sedang libur musim dingin dan Zara seorang diri di rumah tanpa minat kemana pun.
Perhatian Zara teralih pada ponsel nya yang berdering.
"ada apa?" tanya Zara.
"ayo ke time zone!" ajak britny.
"siapa saja yang akan ikut ?"
"aku, kau, max, dinez, kely, John dan pacar mu Kevin!" ujar britny.
"pacar ? sejak kapan aku pacarnya dengan Kevin?"
"kau ikut tidak?" britny mengalihkan pembicaraan.
"yaudah aku ikut. Sampai jumpa di tempat biasa." Zara memutus kan sambungan tanpa mendengar kan jawaban britny.
Tak butuh waktu lama Zara telah siap dengan setelan kasual nya, jeans pendek dengan baju kaus putih.
"ayo bermain!" ajak Kevin menarik tangan Zara memasuki arena bermain tema zone.
Tak teras, hari sudah mulai petang. Mereka masih hanyut dalam permainan mereka.
"aku ketoilet dulu seteh itu kita pulang!"ujar Zaramenepuk pundak britny.
Kelima teman nya mengguk memilih menunggu Zara di dekat pintu toilet.
__ADS_1
Beberapa menit Zara keluar,
"aku seleee..."
Bruk...
Zara terjatuh, lantai licin karena baru saja di pel dan tidak ada papan peringatan.
"awhh" ringis Zara menyentuh pergelangan kaki nya.
"are you okey? Kita harus menuntut kelalaian ini!" ujar John.
"tidak usah, bantu aku berdiri!" ujar Zara meraih tangan britny dan dinez.
Mereka mengantarkan Zara kerumah sakit.
"dasar ob bodoh!" maki max kesal sambil menyetir.
"jangan memaki, lihat aku hanya keselo lusa juga sudah sembuh.!" ujar Zara.
Mobil Zara dibawa oleh max, di temani dinez dan Kevin. sedangkan mobil Kevin di bawa oleh John dan britny. Setibanya nya di halaman rumah, mereka langsung keluar, Kevin membopong Zara hingga ke pintu.
"kami pulang dulu!" ujar Kevin mengusap kepala Zara dan berlalu pergi.
Dengan sedikit tertatih, Zara melangkah. Sebesar mungkin ia melangkah dengan normal agar tak dilihat oleh scurity nya. Takut akan di laporkan pada sang paman.
Setelah menutup pintu, Zara berjalan perlahan kearah tangga. Ruangan gelap menurunkan kewaspadaan Zara, karena tak akan ada yang melihat ia berjalan tengkak.
"baru pulang setelah di puas kan oleh kekasih mu?" Sebuah suara dari samping menyadar kan Zara bahwa ia tak sendirian. Dan yang mengejutkan nya lagi adalah itu suara sang paman.
Tanpa Zara zadari, kini tangan nya sudah di cengram kuat dan di seret menaiki tangga.
"ahhhh paman sakit" ringis Zara saat mereka tiba di dalam kamar sang paman.
"segitu nikmat nya,atau keras nya kalian bercinta hingga kau sulit berjalan!" Aska mendorong Zara kedalam kamar-mandi.
"bersihkan tubuh kotor mu, aku tak suka barang ku di sentuh orang lain!" hardik Aska membanting pintu kamar mandi.
Zara menagis, merasakan kaki nya kian berdenyut menyakitkan. Aska menyeret nya tanpa ampun.
Beberapa menit, Zara keluar dengan bathrobe biru. Masih di dekat pintu, Zara kembali di seret. Tak tahan dengan rasa sakit yang mendera kaki nya, memberontak menolak untuk pertama kalinya. Zara
"kau menentang?" kemarahan Aska memuncak.
"kau menyakiti ku, kau tak mau bertanya ada apa dengan ku, kau selalu mendahului emosi mu.!" Akhirnya kekesalan itu meledak.
Tanpa membalas ucapan Zara Aska mendorong Zara ke ranjang dan menindih gadis itu.
"kau melawan!" tantang Aska murka.
"akhhhhhh... Sakit pamannnn... Kaki ku!" pekik Zara benar benar kencang.
"sakit"
__ADS_1
Zara menagis sambil mendorong tubuh aska yang menghimpit kaki nya yang sakit.
Menyadari ada sesuatu yang salah, Aska bangkit, berjalan ke arah saklar lampu dan menghipkan lampu.
Dan Aska mendapati Zara yang menangis dan kaki di baluti perban.
Aska terdiam sejenak dan menyadari kesalahan nya.
"Zara, aku tak tau kalau kaki mu terluka"
"sakit paman!" rengek Zara menahan denyut nyeri di kaki nya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata, Aska melepaskan perban kaki Zara, mengelus kan salep ke kaki Zara.
"maaf kan aku.. Aku hanya terbawa emosi melihat kau bersama pria!" ujar Aska merasa bersalah.
Zara mengangguk masih sesegukan.
"katakan kenapa bisa begini?" tanya Aska berbaring di sebelah Zara.
"aku terpeleset saat keluar toilet area bermain. Aku tidak tau lantai licin karena tidak ada papan peringatan!" jawab Zara menelusup kan kepala nya di dada Aska mencari kehangatan disana.
Zara bisa merasakan Aska yang menegang karena marah.
"katakan, dimana kau bermain? Aku akan buat mereka bangkrut!" geram Aska di sebelah Zara.
"tidak perlu, aku hanya ingin paman di sini menemani ku!" ujar Zara mengerat pelukan nya pada tubuh Aska.
"kau tau, jika aku bersama mu, kau akan terus aku gagahi, apa aku sanggup?" tanya Aska menggoda Zara.
"tak masalah, kau harus menjaga kaki ku agar tak terhimpit itu sudah cukup!" ujar Zara malu malu.
"baik lah, kau yang meminta gadis nakal!" ujar Aska tubuh Zara.
Dan mereka selalu bercinta dan bercinta saat mereka bagun.
...###...
Bahkan 4 hari berlalu dengan musim dingin yang menghina dan aksi ranjang mereka yang semakin memanas.Tangan Aska terulur untuk membelai rambut wanita nya.
Ia tersenyum penuh kemenangan menatap Zara yang meringkuk telanjang diatas ranjang, persis seperti janin.
Tangan Aska membelai rambut Zara lalu turun kewajah. Dingin. Itu lah rasa pertama yang Aska rasa kan saat menyentuh wajah wanita nya yang tertidur pulas.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπ»π»π»π»π»π»π»π»