
Dia belum tahu aku mengetahui bahwa dia seorang psikopat. Sejauh ini dia selalu menunjukkan hal-hal baik di depanku. Aku tak pernah melihatnya kasar. Aku tak pernah melihat nya berbohong ataupun hal buruk lainnya yang menandakan ia seorang psikopat. la selalu baik, manis dan lembut padaku. Hanya saja terkadang ada sisi lainnya ketika ia sedang menungguku sendirian, ia seolah tampak berbeda. Ada aura dingin menyelimutinya. Ketika ia tahu aku datang, aura dingin seketika lenyap saat ia tersenyum padaku.
Posesif atau obsesif nya itu tak membuatku lelah, aku hanya akan coba mengerti dari sudut pandangnya dan mencari cara agar dia tak terlalu mengekangku. Ini konsekuensi ku memiliki pacar seorang psikopat, aku harus siap terima apapun sikapnya yang membuatku tak mengerti tentangnya. Mencari solusi daripada menghindari itu tujuanku saat ini agar bisa tetap menjalani hubungan yang sehat dengannya. Salah satu caranya dengan sering tukar pikiran dengan Kak Renita.
Caranya memperlakukanku begitu manis dan unik.
la menyimpan kontakku diponselnya bertuliskan angka "1" Dia bilang aku nomor 1 dihidupnya saat ini.
Berbeda dengan yang ada dalam mimpiku yang dia kerap gonta-ganti pacar dan dekat dengan dengan banyak wanita, di kehidupan nyata dia dingin dengan wanita lain, dan hangat hanya padaku. Dia juga bilang padaku bahwa aku adalah pacar pertamanya. Semua orang iri padaku bisa mendapatkan laki-laki seperti Kenan. Tak mudah mencari pasangan yang tampan, baik, kaya dan pandangannya tertuju hanya pada satu wanita. Mereka bilang aku beruntung memilikinya.
Tapi terkadang teman-temanku kesal padaku, karena aku tak banyak memberikan waktu untuk mereka. Waktuku lebih banyak dihabiskan bersama Keiki.
Ketika aku mulai terlena dengan kebahagiaan bersamanya aku diingatkan lagi dengan mimpi lainnya yang jadi kenyataan. ketika Kenan memberikan kalung yang sama persis dengan yang dia berikan dalam mimpiku.
Semua bercampur menjadi satu, mana yang benar dan mana yang salah, mimpiku begitu kabur. Bingung harus percaya pada apa. Selalu saja seperti ini lagi dan lagi.
Ketika ku tak pedulikan mimpi-mimpiku, mimpiku malah terjadi dan ketika ku khawatir pada mimpiku yang ku khawatirkan tidak terjadi.
Aku mencoba menjalani hidupku seperti biasa, seperti ketika ku belum mengalami mimpi panjang itu. Saat ini aku ingin bahagia bersamanya.
__ADS_1
Hal-hal sederhana yang ia lakukan padaku membuatku semakin terjerat pesonanya. Seperti ketika tali sepatuku lepas, ia mengikatkan tali sepatuku, merapikan rambutku. Ia begitu menjagaku dari berbagai hal. Dia membuatku tetap rapih dan cantik, la tak ingin aku lecet sedikitpun.
Aku juga tak menyangka dia bisa memasak. Pernah sekali dia membuatkanku makanan, dan rasanya benar-benar enak dan tampilannya begitu cantik.
Dia orang yang rapih, bahkan saat memasak, di dapur bisa tetap rapih dan bersih. Saat aku menaruh tas, jaket atau benda lainnya di rumahnya secara sembarangan ia tak marah, ia hanya memindahkan barang tersebut dan menjadikan rumahnya tetap rapih.
la memiliki Kier, tapi bahkan bulu-bulu kucing tidak terbang atau menempel di sofa atau di manapun sudut rumahnya. Dia begitu menjaga kebersihan dan dia selalu wangi.
Pernah sekali waktu ia melihat seorang anak kecil menangis kehilangan ibunya sewaktu kami jalan berdua di mall. Seketika dia mengantarkan anak itu ke pusat Informasi dan mencoba menghibur anak itu sampai anak itu berhenti menangis. Ia juga menunggu menemani anak itu sampai bertemu dengan ibunya. Tentunya aku juga ikut menemaninya.
Aku jadi ragu, apa benar ia seorang psikopat? Ataukah dia belum menunjukkan wujud aslinya.
Aku ingin tahu seberapa buruk tingkah lakunya jika ia menampakkan sisi psikopatnya.
Sampai pada suatu ketika ia menemukanku tengah berbicara dengan kak Renita. Ia tahu aku membicarakannya dan akhirnya ia pun tahu bahwa aku mengetahui dia seorang psikopat. Mendengar hal itu ia terlihat marah dan melemparkan vas bunga yang ada di atas meja ke tembok sampai pecah berserakan kemana-mana. Saat itu aku ada di ruang kerja Kak Renita, kami tak sadar seseorang masuk. suara Vas bunga itu yang membuat kami mengetahui bahwa Kenan masuk secara tiba-tiba.
Aku melihatnya dan langsung menghampirinya. Aku ingin menjelaskan situasinya saat itu, namun seketika raut wajah Kenan berubah yang tadinya terlihat marah menjadi lebih ramah.
"Ada ulat menempel di daun tanaman yang aku lempar, kamu tahu aku takut ulat kan?
__ADS_1
Aku refleks ngelempar, maaf ngagetin" Ungkapnya.
Setelah itu ia memungut puing-puing vas bunga yang berserakan namun Kak Renita menyuruhnya berhenti dan meminta asistennya membersihkannya karena kebetulan asistennya datang ke ruangan Kak Renita karena kaget mendengar suara barang yang pecah. Takut pasien tiba-tiba bersikap agresif. Dan asistennya merasa lega tak terjadi apa-apa. Ia hanya membersihkan pecahan vas bunga itu lalu pergi dari ruangan.
Dari awal Kak Renita tetap bersikap tenang, bahkan di saat Kenan melempar vas bunga. Mungkin sudah biasa baginya menangani berbagai tindakan pasien yang agresif dan bahkan ada kejadian yang lebih buruk dari ini.
Itu pertama kalinya aku melihat Kenan terlihat marah.
Dan aku juga yakin ulat bukan penyebab ia melempar Vas bunga itu. la marah karena rahasia soal kondisi mentalnya diketahui olehku.
-
-
-
-
-
__ADS_1
TBC
Holla bagaimana kabar kalian semua ??!!