
la merindukan sesuatu yang tak ia ingat sama sekali. Siapa?". Sosok itu terasa nyata namun semu.
"paman aku menyangi paman!"
...*****...
"bos aku punya informasi penting!" seseorang membuka percakapan melalui ponsel begitu tersambung dengan Aska.
"katakan!"
"gadis itu, ada yang salah dengan nya, ia di bawah naungan pemerintah. Kau tau zoya itu agen pemerintah. Dia sama sekali tidak korupsi melainkan memata matai mu karena mencurigai diri mu sebagai "Green Light" pembunuh berantai!" jelas nya dengan nafas terputus putus.
"****!" umat Aska. Ternyata ia salah informasi. Seharusnya dari awal ia menyuruh aron aja yang mencari informasi tentang zoya.
"aron bersihkan orang yang memberikan ku informasi salah itu. Kirimkan pada nya kepala anak perempuan nya sebagai oleh oleh pembukaan!" gumam nya menggeram.
Aska menggunakan seorang pengacara umum untuk mencari informasi tentang Zara.
Memang Aska punya pengacara, namun pengacara itu hanya sebagai aksesoris agar ia tidak di curigai.
la mencari pengacara yang bekerja ketika di perintahkan, tidak banyak tanya dan tidak ikut campur urusan pribadi Aska. Tapi adakah pengacara yang benar benar seperti itu?. Tidak.
Aska sudah menghabiskan lebih dari 8 pengacara, 3 diantaranya hampir membocorkan identitas rahasia nya. Sisi gelap nya. 5 di antaranya bekerja tidak profesional. Kematian para pengacara itu tidak mudah.
Pertama tama dia akan di hadiah kan kepala dari anggota keluarga nya, mulai dari istri hingga anak anak nya.
Kepala itu di kirim kan setiap 1 jam setelah pukul 00.
Tidak ada kematian yang mudah bagi Aska. ia selalu mempersulit kematian korban nya hingga korbannya berteriak memohon untuk di bunuh. Hingga sebuah kalimat keluar dari mulut Aska.
"dan kau tau bos yang lebih mengejutkan? Zoya adalah istri dari andrean. Itu artinya Zara adalah putri nya andrean!" ujar penelpon itu berapi api.
"ah.. Sekali tepuk 2,3 nyamuk mati!" kekeh Aska tertawa kemenangan yang di selimuti dendam.
...###...
Zara tersentak dari tidur nya, mata nya menyalang merah karena kesal. Seseorang memukul kepalanya. mata bulat nya mencari pelaku yang melempar sepidol ke kepala nya.
"KENAPA ZARA EMERELDA!?" terdengar sebuah suara dari depan.
Zara hanya diam. Takut?. Tidak.
Ia tidak takut, ia hanya malu pasal nya semua orang menatap nya dengan tatapan geli dan humor.
__ADS_1
"cepat cuci muka, belek kamu banyak baget!" suara itu masih mengejar nya.
"yang sabar ya Zara!" bisik teman sebelah nya.
Zara hanya mengangguk, lalu keluar dari kelas menuju toilet.
Ya, saat ini Zara sedang menyandang status sebagai siswa sma swasta Unilever. Duduk di kelas 3,di usia 15 tahun. Sebenarnya bulan depan usia Zara genap 16 tahun.
Zara berdiri di depan cermin menatap wajah nya. Tidak ada belek!. Zara kesal, wanita itu membohongi nya.
Orang yang di sebut nya wanita itu adalah guru sejarah nya. Guru yang menyebalkan.
Zara mengecek ponsel nya. lalu mengirim pesan, dia tersenyum saat melihat tanda centang dua biru.
Pesan nya di baca.
^^^Paman kau sedang apa?^^^
^^^Send...^^^
^^^Pesan tekirim. ^^^
Zara senang pesan nya di baca. Bukan tak butuh balasan dari paman nya, yang ia tahu centang biru menandakan paman masih baik baik saja.
Zara selalu bercerita kepada Aska tentang hari hari nya di sekolah, di rumah atau sekedar jalan jalan di panti kecil di sudut kota.
Dari semua pesan yang di kirim Zara sesekali masih di balas mungkin 1 kali satu bulan atau lebih.
Saat Zara bertanya. Kepulangan Aska. Dan pria itu hanya menjawab nya dengan sebuah kata singkat. Ya.
Zara kembali menyimpan ponsel nya setelah 2 menit pesan itu di kirim. Centang nya belum berubah warna.
Zara membuka pintu toilet, berjalan di koridor dengan senandung kecil.
"Zara!" sebuah suara mengintrupsi Zara untuk berhenti melangkah.
"ah... Kak Gilang!" Zara menyapa dengan cengiran khas nya.
"hey, berhenti tersenyum. Kau membuat ku tambah terpesona!" ujar Gilang sedikit bercanda.
"hahaha, kau benar, aku cantik maka nya kau terpesona!" balas gadis itu dengan tawa ke gelian.
"PEDE sekali kamu.!" gemas gilang menarik pipi Zara.
__ADS_1
"ih jangan, ntar makin chubby tambah banyak yang suka, ntar kakak ngak bisa move on!" kelakar Zara.
Gilang tersenyum menanggapi ucapan Zara. Gadis itu benar. Banyak pria yang menyukai sosok Zara termasuk dirinya. Selain cantik, Zara itu cerdas dan humoris. Pria mana yang tak jatuh hati pada gadis itu.
"kak aku ke kelas dulu ya aku sudah lama di luar kelas ntar buk bombay ngamuk!" canda Zara memeleset kan kata bukb"pomayi" menjadi buk "bombay.".
Gilang mengangguk, lalu gadis itu pergi berlari kecil menuju kelas. gilang masih tersenyum saat menatap punggung yang perlahan menjauh. Ia teringat akan kisah nya dan Zara saat setahun yang lalu.
"hey tampan!" sebuah elusan jatuh di paha keras seorang pria dengan wajah kaku dan datar yang sedang duduk di sofa ruangan VVIP.
"bukan kah aku bilang 4 mata?" pria yang sedang di goda itu bertanya pada teman nya yang sedang asik bercumbu dengan wanita lain nya.
"yah... Maaf kan aku... Aku kira kau membutuhkan nya!" kekeh sang teman nya.
"kau bebas memiliki nya. Terserah mau kau apa kan!" teman nya kembali melanjutkan kan ucapan nya.
Pria itu menghela nafas sejenak, sebuah senyum smirk terukir di wajah tampan nya. Sang wanita tersenyum girang mendapat senyuman pria itu.
"tunggu aku di luar ya?"
"enggak ahh, aku kan mau main sama kamu!" dia menjelas kan sambil mendesah. tangannya mengelus kenjantanan pria.
"sebentar saja, setelah nya aku akan membawa mu bermain di rumah ku bagaimana?" pria itu mencoba bernego.
Bibir merah menggoda itu merekah senang.
"promise?" sang wanita meyakinkan.
Sebuah anggukan terlihat. Teman pria itu berbisik pada wanita nya, dan kedua wanita itu pergi meninggalkan ruangan.
"jadi kenapa kau mengajak ku kemari?" wajah pria itu kembali kaku dan datar.
"hohoho...Aska, kau jangan tegang begitu. Aku hanya ingin memberikan ini!" teman nya menyodorkan sebuah map berwarna merah.
Aska mengangguk kan kepala nya, membuka halaman pertama map. Map itu berisi data orang yang berkemungkinan mengetahui identitas rahasia nya.
TBC
Tetap jaga kesehatan
Maaf kalau cerita kurang bagus,,,
Jangan lupa beri dukungan pada cerita ini
__ADS_1