
Aku terbangun dari tidur panjangku. 3 bulan aku terbaring di ranjang rumah sakit dalam keadaan koma. dan orang pertama yang kulihat saat terbangun adalah Kenan, orang yang ada dalam mimpiku.
"Akhirnya kamu sadar..
Aku panggil dokter dulu ya" Ungkapnya.
Tak lama dokter datang dan memeriksaku.
Dokter bilang kondisiku sudah membaik dan dalam beberapa hari aku sudah bisa pulang, namun aku harus tetap kontrol dan terapi fisik, karena anggota badanku sudah lama tak bergerak selama tiga bulan.
Kondisi tubuhku normal, hanya saja perlu terapi agar otot dan sarafku berfungsi seperti sedia kala, karena selama tiga bulan tubuhku tidak ada pergerakan.
Aku teringat apa yang terjadi sebelum aku koma. Aku mengalami kecelakaan dan ternyata orang yang menyebabkan kecelakaan itu adalah Kenan.
Ira bilang Kenan bertanggungjawab atas semua yang ia lakukan. Dia membayar biaya rumah sakit, dan bergantian dengan Ira menungguku di rumah sakit. Dia juga berusaha meminta Kampus untuk menungguku pulih. Karena hari kecelakaan itu adalah hari pertamaku masuk kuliah, namun karena kecelakaan itu aku tidak pergi kuliah.
Kenan mengusahakan agar aku tetap bisa kuliah di sana, namun kampus menolak dengan alasan kondisiku yang sedang koma. Tak ada yang tahu kapan aku bisa sadar kembali, bisa berbulan-bulan, bertahun-tahun atau bahkan kemungkinan terburuk aku bisa mati.
Aku merelakan untuk tidak kuliah tahun ini.
Di masa pemulihan aku rajin terapi, Ira yang selalu ada untuk mengantarku. Namun aku kesal karena selalu ada Kenan yang juga datang ke rumah sakit tempat terapiku. Aku mengomel pada Ira. Ira membela Kenan, dengan alasan sebagai bentuk tanggung jawab orang yang sudah menabrakku, la ingin ada untukku sampai aku benar-benar pulih.
Meski aku kerap bersikap dingin dan ketus kepadanya, semua itu tak berhasil membuatnya tak datang lagi dari hidupku.
Aku tak ingin mengenalnya, aku tak ingin dia ada di hidupku. Karena aku takut dengan mimpiku selama koma kemarin. Aku tak tahu mimpi itu pertanda apa, hanya saja aku takut jika mimpi itu jadi kenyataan. Ditambah orang yang ada di mimpiku tiba-tiba muncul di depan mataku sebagai orang yang menyebabkan aku kecelakaan. Yang menjadikanku harus menunda kuliahku. Hidupku dibuat berantakan karenanya.
"Kenapa kamu datang lagi? " Tanyaku pada Kenan.
la datang tak hanya saat ku terapi tetqpi dia sesekali mengunjungi rumahku, padahal aku kerap mengusirnya.
"Aku bawa sesuatu buat kamu" Jawab Kenan.
Dia membawa sebuah box dan mengeluarkan isi di dalamnya.
__ADS_1
Isinya adalah...
KUCING.
"Ini hadiah kecil buat kamu, Ira bilang kamu suka kucing. Jadi aku membelikannya untukmu"
Betapa terkejutnya aku dengan apa yang ia bawa. Ini mengingatkanku pada mimpiku.
Aku tak boleh terlihat senang ketika melihat kucing, aku takut Kenan kasar pada kucing itu jika aku bersikap manis pada kucing itu. Untuk itu kuputuskan tetap dingin dan meminta Kenan mengembalikan ke tempat asalnya.
Aku masuk ke dalam rumah meninggalkan Kenan yang masih ada di depan pintu, bersama kucing lucu itu.
Tak lama Kenan pun pergi dari rumahku.
Segera aku membuang stok makanan kucing yang aku simpan yang dulu biasa ku bagikan pada kucing-kucing liar.
Ira melihatku.
"Udah kadaluwarsa" Jawabku berbohong.
Aku takut kejadian dalam mimpiku menjadi nyata, aku takut Kenan benar-benar membunuh kucing-kucing liar. Maka dari itu aku putuskan untuk membuang makanan kucing itu. Karenaku teringat dia pernah berkata dimimpiku "misi selesai" Ketika aku selesai membuang makanan kucing itu. Yang artinya ia tak perlu lagi meracuni kucing-kucing liar.
Bisa jadi ini hanya ketakutanku saja, namun aku hanya ingin berjaga-jaga jika kejadian itu menjadi nyata setidaknya aku bisa menghentikan hal buruk terjadi dengan mencegahnya sejak awal.
"Gue kayaknya gak bakal stok makanan kucing lagi deh ra" Ungkapku.
"Loh, kenapa?" Tanyanya heran.
"Buang-buang duit, Lagipula duitnya bisa dipake buat jajan" Jawabku.
"Btw ngapain lu nyuruh Kenan ngasih hadiah gue kucing, Kan lu alergi?" Tanyaku.
Ira bingung, Ira tak pernah meminta Kenan untuk memberikan Erata kucing. Ira hanya pernah ditanya tentang apa yang Erata suka oleh Kenan, lalu Ira bilang pada Kenan bahwa Erata suka kucing, namun Ira sudah mewanti-wanti untuk tidak memberi hadiah kucing pada Erata, karena Ira serumah dengan Erata, dan Ira alergi dengan kucing.
__ADS_1
"Psiko tuh orang, Mau bikin gue mati apa, Orang jelas gue udah bilang gue alergi kucing" Celetuk
Ira kesal.
Aku kaget lalu berkata:
"Lu jangan ngomong sembarangan deh ah,
Lagian ngapain lu ngasih tau apa yang gue suka ke orang asing" Balasku.
"Soalnya gue pikir dia ngerasa bersalah sama elo udah bikin kacau hidup lu, lu harus kecelakaan, koma, setelah sadar masih harus terapi, dan terpaksa nunda kuliah. Dia cari cara buat minta maaf sama elo,
Nyari info dari gue tentang apa yang lu suka, Siapa tau lu mau maafin dia. Dengan ngasih hal yang lu suka. Udah cukup banyak usaha dia loh buat dapat maaf dari lu" Ungkap Ira.
"Ya udahlah,
Lain kali lu gak usah ngasih info apa-apa lagi tentang gue ke dia,Dia kan cuma orang asing,
Kita kan gak tau asal-usul dia" Balasku.
Ira menyetujui keinginanku.
-
-
-
-
-
TBC
__ADS_1