Psycopat (Tamat)

Psycopat (Tamat)
pertama kali


__ADS_3

"Kei, aku ganggu gak?" Tanyaku.


Dia menjawab dengan tamparan.


Aku kaget. Pertama kalinya ia melakukan itu padaku. Dan aku tak tahu alasan ia melakukan itu padaku.


"Pel*cur, ngapain lu kemari? " Ungkapnya.


Aku semakin kaget dengan kata-kata kasar yang ia ucapkan padaku. Tak pernah sebelumnya ia bersikap seperti itu padaku.selama ini ia selalu bersikap manis dan lembut kepadaku. Tapi tiba-tiba ia menjadi kasar seperti ini kepadaku.


Tercium aroma alkohol dimulutnya. Sepertinya dia mabuk.


"Kei, aku Erata, bukan pel*cur.


kamu kenapa?


Ada masalah apa, sampai kamu mabuk seperti ini.


Cerita sama aku,


Aku akan dengerin kamu" Ungkapku.


Keiki tak meresponku dengan benar. Dia marah-marah tidak jelas. Mengatakan sumpah serapah yang yang selama ini tak pernah kudengar dari mulutnya.


"Anj*ng lu, bisa-bisanya lu ngelakuin itu sama gue, Bangs*t,


Sial*n.


Lu pikir, lu siapa, berani ngelakuin itu di belakang gue"


Ungkapnya penuh dengan amarah.


Entah perkataan itu di tujukan padaku atau bukan, aku tak paham.


Saat itu aku hanya mengira ia sedang ada masalah dengan orang lain, ia marah-marah pada orang itu. la melihatku sebagai orang yang membuatnya kesal itu, ia tak begitu jelas melihatku karena ia dalam keadaan mabuk. Karena tak mungkin Keiki melakukan hal kasar seperti menampar dan mengatakan sumpah serapah padaku.


Aku membawanya masuk kedalam rumahnya. Tangan Keiki menolak untukku gandeng, ia berjalan masuk kerumah sendiri,namun jalannya serampangan. Aku mengikutinya di belakang.


Dimeja rumah ruang keluarga, aku melihat banyak bekas botol dan kaleng berisi minuman beralkohol. Ada juga yang masih ada isinya. Hal yang tak pernah kulihat selama aku berpacaran dengannya.


la berhasil duduk di sofa, setengah sadar, ia minum alkohol lagi, aku mencoba menghentikannya. dia marah dan menghabiskan satu kaleng minuman lagi. la setengah sadar. Lama-lama ia tertidur sofa. Aku membaringkannya di sofa, agar ia bisa tidur lebih nyaman. Aku juga menaruh bantal di bawah kepalanya dan menyelimutinya.


Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya. Hingga ia sampai seperti ini. Aku khawatir padanya, aku tak tahu masalah apa yang sedang ia hadapi, maka dari itu aku memutuskan untuk menemaninya. Aku duduk di sofa sebelahnya.


aku mengirim pesan whatsapp pada Ira bahwa malam ini aku tidak pulang, aku bilang aku menginap di rumah temanku.


Ini pertama kalinya aku bermalam di rumah pacarku. Aku tidak bermaksud melakukan hal aneh, aku hanya ingin menemaninya. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Meski dilema akhirnya aku memutuskan untuk menginap di rumah Keiki, walaupun tanpa izin darinya. Karena ia terlalu mabuk untuk ku ajak bicara dengan benar.


Aku hanya duduk di sofa sebelahnya menunggunya, sampai tak terasa malam semakin larut hingga aku ketiduran di sofa sambil duduk.


Pagi hari ku terbangun masih duduk di sofa ku melihat Keiki terkejut melihatku ada di rumahnya.


"Aku pikir, aku bermimpi kamu ada di hadapanku saat aku terbangun dari tidurku,

__ADS_1


Ternyata kamu nyata,


Bagaimana bisa kamu ada di rumahku?


Semalam kamu tidur di sini? " Ungkap Keiki.


Rupanya ia tak mengingat apa yang terjadi semalam tentang tamparan itu, tentang umpatan kasar yang ia katakan padaku, ia melupakan semuanya.


"Kemarin Ira bilang kamu datang ke rumah ku,


Tapi aku gak ada di rumah


Aku chat kamu read doang


seharian kamu gak bisa dihubungi,


Aku pikir kamu marah sama aku,


Aku khawatir sama kamu,


Makanya aku kesini,


Dan ternyata kamu mabuk,


Kamu baik-baik aja kan? " Ungkapku panjang lebar.


"Aku pusing! " Jawabnya.


"Kenapa? Ada masalah apa?" Tanyaku.


"Iya lah kamu minum miras banyak banget, ini bekas kamu semua?" Tanyaku sambil menunjuk ke arah botol dan kaleng bekas minuman.


Keiki mengangguk.


"Kenapa tiba-tiba kamu minum miras sebanyak itu,


Sebelumnya aku gak pernah liat kamu begini" Tanyaku.


Keiki hanya tersenyum enggan menjawab


pertanyaanku.


"Kamu gak mau cerita sama aku?" Tanyaku.


"Nanti ya" Jawabnya.


Aku hanya mengangguk, tak ingin memaksanya untuk bercerita. Jika dia siap dia akan menceritakannya, untuk itu aku hanya akan menunggunya.


"Pipi kiri kamu kenapa, kok merah.


Bibir kamu juga kok ada lebam,


Apa aku melakukan sesuatu yang buruk sama kamu?" Tanyanya mengkhawatirkanku.

__ADS_1


"Enggak, semalam aku kesandung" Jawabku berbohong.


Aku tak ingin membuatnya merasa bersalah melihat luka bekas tamparan yang ia lakukan padaku, toh dia tak mengingatnya.


"Lain kali hati-hati ya,


Untung cantiknya gak berkurang" Ucapnya.


lya bergegas pergi mencari kotak P3K untuk mengobati lebam di bibirku.


"Sakit gak?" Tanyanya sambil mengolesi salep ke luka


lebamku


"Sedikit" Jawabku.


lya melihat pipiku dengan seksama


"Er, tapi kayak bekas jari-jari tangan,


Kamu beneran kesandung atau... " Tanyanya tak selesai.


"Kei aku laper,


Ada makanan gak buat sarapan?" Aku memotong perkataannya.


"Ada roti, mau?" Jawabnya.


Aku mengangguk.


Kami sarapan sambil berbincang. Keiki penasaran bagaimana caranya aku masuk ke dalam rumahnya. la tak ingat ia membukakan pintu untukku.


Selesai sarapan ia bergegas mandi, lalu mengantarku pulang, karena aku harus berganti baju untuk ke kampus hari ini.


Ira kaget melihatku diantar pulang oleh Keiki.


"Gue ketemu kei depan alfamart komplek rumah kita, Katanya dia mau jemput gue buat pergi bareng ke kampus." Ungkapku berbohong pada Ira.


"Terus lu ke sini naek apaan?" Tanya Ira.


"Gojek say, gue turun depan alfamart mau beli pembalut dulu" Jawabku berbohong lagi.


Tapi aku benar-benar turun dulu depan alfamart membeli pembalut untuk mencari alasan untuk berbohong pada Ira. Aku tak ingin Ira salah paham bila Ira mengetahui aku menginap di rumah Keiki. Meski aku tak berbuat macam-macam tapi aku tak ingin dia berpikir aneh-aneh tentang kami. Maka dari itu aku berbohong pada Ira.


Ira melihat lebam di pipiku, ia bertanya apa yang terjadi padaku.


Keiki memberitahu Ira seperti yang ku katakan bahwa aku tersandung.


Ira sedikit curiga dengan lukaku, namun ia tak bertanya lebih jauh karena aku harus bergegas siap-siap pergi ke kampus untuk kuliah.


-


-

__ADS_1


-


TBC


__ADS_2