Psycopat (Tamat)

Psycopat (Tamat)
(34)


__ADS_3

"oke pernikahan kalian akan di langsungkan tahun depan tanggal 1 januari" sangat ayah memutuskan mencatat pada agenda.


"aku sudah mencari keluarga angkat untuk mu, besok kita melakukan pemisahan nama!"


Mereka hanya mendengar kan dengan seksampenuturan sang ayah.


"akhirnya, setelah sekian lama aku melihat kau menemukan sosok yang berarti!" sofi akhir nya memeluk Aska dengan linangan air mata.


Zara hanya mampu tersenyum menahan tangis yang hampir tumpah menampung kebahagiaan yang tak terbayang kan oleh nya, siapa yang akan membayangkan nenek akan menjadi mertua.


"kemari!" sofia mengulurkan tangan nya pada Zara langsung di terima oleh Zara dengan senag hati.


Tak lama mereka merasakan lingkupan tangan yang


memeluk ketiga nya sekaligus.


"sayang!"


"ayah!"Setelah keputusan di ambil, dan pengurusan persyaratan pernikahan antara Aska dan Zara telah mencapai puncak kesepakatan. Mereka akan menikah setelah keputusan di ambil, lebih tepat nya 5 minggu setelah pertunangan mereka.


Baik Zara maupun Aska, kedua nya tetap tinggal di Kediaman utama. Tentunya atas bujukan sang nyonya besar sofi, dengan alasan mempertimbangkan untuk mengurangi resiko orang berniat buruk.


Meski sempat di tolak mentah mentah oleh Aska, namun dengan pengertian yang lembut dari Zara berhasil menjinak kan si keras kepala Aska.


"4 hari lagi ulang tahun mu yang ke 20!" Aska memberi tau Zara.


Saat ini mereka akan fiting baju untuk pernikahan mereka yang tersisa 25 hari lagi.


"hah? Sekarang tanggal berapa?" Zara shoke sendiri


lupa dengan tanggal lahir nya sendiri.


"tanggal 28 mei sayang!" Aska mengingat kan Zara yang tampak kesulitan mengingat tanggal.


"aku tau!" teriak Zara tiba tiba.


"ada apa?!" tanya Aska cemas."kita lupa membeli susu si kembar!" ucap Zara dengan polos nya. Yang malah mendapatkan pelototan dari Aska.


"kita bisa membeli nya saat pulang!" jawab Aska malas.


"paman!" Zara memanggil dengan suara pelan. Kepala nya menunduk menatap jari manis nya yang di hiasi cincin pertunangan berwarna putih.


"hem..." balas Aska tanpa menoleh pada objek.


"trimakasih!"


"untuk?" Aska melirik Zara dengan ekor mata nya.


"untuk semua nya, untuk pertunangan kita, untuk si kembar dan..." Zara menjeda kalimat nya sejenak, mengangkat kepala nya menatap Aska yang menghentikan mobil di depan sebuah butik terkenal.


"dan?" Aska mengulangi ucapan terakhir Zara yang mengantung.


"dan terimakasih sudah selalu ingat tanggal ulang tahun ku." sesungging senyum lebar langsung menghasilkan wajah Zara.


Mitos bahwa senyum itu menular, kalo ini terbukti. Aska balas tersenyum tak kalah lebar nya."boleh saja dengan satu syarat!" Aska mengikat alis turun naik.


"syarat?"


"ya, syarat..."


"apa syaratnya?" dengan kening berkerut Zara bertanya.


"give me one kiss" ucap aska menunjuk bibirnya.


"Bukannya tadi pagi sudah ya?"


"Tadi pagi itu aku yang menciummu tidakkah kau berinisiatif untuk mencium ku?" Aska meluncur kan aksi nya.


"Ta-tapi... Aku malu paman!" sungut Zara menutup wajah nya yang semakin memerah di goda Aska.


"kau tidak mau mencium ku? Apa karna aku sudah tua?" Aska memulai aksi drama nya dengan wajah sedih yang di buat sebesar mungkin.


"bukan begitu!"


"lalu?"


"khhh... Baik lah..."

__ADS_1


Cup..Benda empuk dan lunak itu mendarat bibir aska, aska pun tersenyum lalu menarik pinggang zara untuk memperdalam ciuman mereka beberapa saat mereka hanyut dalam ciuman panas yang semakin membara.


Beberapa saat kemudian keduanya mengakhiri sesi ciuman panas merdeka sebelum berlanjut ke sesuatu yang lebih intim lagi. Memilih masuk ke dalam butik adalah pilihan terbaik mereka sebelum mereka menambah aska dan cara versi litlle.


"selamat datang tuan dan nyonya... Saya adalah megie


pemilik butik ini, ibu anda sudah berpesan kepada saya untuk membantu anda memilih pakaian!" "terimakasih!" Zara sedikit membungkuk untuk


memberi kan tanda hormat.


"yatuhan... Nona muda ini sangat sopan... Yasudah ayo kita lihat model yang anda minat!" megie memberi instruksi kepada pekerja nya untuk membantu Aska dan Zara memilih pakain mereka.


"nona, ini disain terbaru kami, kami mengangkat tema winter..." megie menunjukkan gambar sepasang baju pengantin yang ada di buku katalog milik nya.


"waw... Cantik sekali!" Zara berseru senang.


Memang baju dengan desain kristal sebagai pengganti payet mutiara terlihat jatuh elegan membalut gaun berwarna putih kebiruan."anda ingin mencoba? Kami baru membuat satu ukuran yaitu medium. Saya rasa sangat cocok dengan nona?!" megie mulai menjilat. Tentu saja ia sebagai penjual harus menjilat, meski kenyataan yang di hadapan nya saat ini memang cocok dengan gaun tema winter nya.


"boleh?" Zara bertanya pada Aska. Setelah mendapat kan persetujuan dari Aska, Zara melesat ke kamar ganti


Selagi Zara mengganti pakaian nya, Aska juga mencoba


pasangan dari baju yang sedang di coba Zara.


15menit kemudian Zara keluar dari kamar ganti dengan gaun panjang membalut sempurna di tubuh Zara.


Sial.. Dia sangat cantik! Aska memaki diri nya sendiri yang hampir meneteskan air liur.


"waw... Kau tampan sekali!" puji Zara pada Aska yang menggunakan pakaian yang berpasangan dengan yang di kenakan saat ini.


"kau jauh lebih mengagumkan sayang!" Aska menarik pinggang zara mengecup puncak kepala gadis itu.


"aku- aku akan ganti baju dulu!" balas Zara grogi mendorong pelan tubuh Aska agar menjauh. la sangat malu bermesraan di depan orang lain.


Zara melesat dengan cepat menuju ruangan ganti.Ternyata, memakai gaun jauh lebih sulit dari daripada melepaskannya terbukti saat ini zara hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit saja.


"sayang!" panggil Zara pelan.


Memang, di tempat umum Zara sebesar mungkin untuk tidak memanggil Aska dengan sebutan paman tidak etis di dengar. Juga tidak mungkin memanggil Aska dengan panggilan Aska atau kak. Aska terlalu tua untuk itu.


"kemari!" Aska mengulurkan tangan nya.


Zara mendekat, saat duduk pinggul nya di peluk dengan posesif. Zara bisa melihat raut muka tak senang megie.


Seperti nya dia barusaja ingin menggoda paman! __ Zara tersenyum licik.


"sayang!" panggil Zara manja.


Aska yang mengerti kenapa Zara bertingkah aneh meladeni keinginan Zara.


"kenapa sayang?" tanya Aska tak kalah memanjakan kan Zara.


Megie semakin panas melihat kemesraaan kedua nya,namun tetap menjaga profesionallitas nya selaku designer terkenal.


2


"aku tidak mau nanti ada yang menggunakan model yang sama dengan kita... Aku ingin jadi satu satu nya!" pinta Zara memeluk tangan aska.


"Sure baby!"


"apa kau dengar megie? Di ingin hak peto atas gaun ini. apa kau setuju untuk tidak membuat desain ini lagi?" Aska menatap megie dengan tatapan lakukan or you die


"Ta-tapi itu memerlukan biaya besar!"


"no problem.. Selama itu keinginan istri ku!" Aska mengusap lembut rambut Zara.


"Ba-baik lah!" megie tergagap mendapatkan tatapan membunuh dari Aska.


"ayo pulang...!" Aska mengandeng Zara mengajak wanita itu pulang dengan mesra.


Mobil milik Aska berhenti tepat di depan pintu. Ada sebuah mobil berwarna kuning terparkir di sana, menandakan seseorang sedang bertamu.


"kami pulang!" Aska berseru saat memasuki rumahhingga 3 orang yang duduk di ruang tamu, ayah ibu dan seorang tamu wanita menoleh.


"ah,kalian pulang!" sang ibu sofia berucap lemah dan terkesan kecewa.


"dia siapa ma? Apa dia dekorator pernikahan kami?" tanya Aska belacan pinggang menilai wanita yang kini menatap Zara penuh kebencian.

__ADS_1


"apa maksud mu?!" bentak wanita tamu itu bangkit


dari duduk nya.


"aku hanya bertanya, barangkali kau yang mendekor pernikahan aku dan Zara!" balas Aska acuh.


"pernikahan? Hah, kalian tidak mungkin menikah!"


teriak wanita itu membuat Aska menggeram.


Dalam satu kali sentakan wanita itu setengah tergantung karena keras kemeja nya di tarik Aska.


"Aska dengar kan dia!" sofia berucap.


"aku tak akan mengampuni siapa pun yang mencoba menyakiti istri ku!" teriak Aska tepat di muka wanita itu.


"lepaskan dulu....!" teriak sofi.


Zara hanya berdiri kaku, seketika ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi.Aska melepaskan cengraman nya dengan sedikit menghempas, bergerak mundur agar ia berdiri di sebelah Zara.


"pernikahan? Istri? Kau serius ingin menikahi putri mu?!" tanya wanita itu dengan membentak.


"dan kau ****** kecil, kau ingin menikahi ayah mu?!"


"Dia bukan putri ku, dia hanya anak asuh ku...!" bentak Aska lantang.


"dia putri mu as, putri mu dan lilith. Ingat kau pernah bagun dalam keadaan telanjang bersama lilith?"


"dan kau, Zara emerelda. Zoya itu bukan ibu mu. Dia


hanya sahabat ibu mu...!"


"tidak... Itu tidak benar..." gumam Zara menggenggam erat tangan Aska mencari kekuatan lewat genggaman terbalas dari Aska.


"Aska kau pasti ingat, lilith hamil namun tak mau mengatakan siapa ayah dari anak nya. Soal andrean... Dari awal dia sudah menolak lilith, namun dia memberikan obat kepada Andrea di sebuah hotel." wanita itu duduk kembali menyesap teh dengan tenang.


"tapi entah apa yang terjadi dia gagal mendapatkan andrean hingga seperti bodoh satu minggu kemudian kalian terbangun dalam keadaan telanjang di kamarsalah satu pub." wanita itu menyodorkan foto hasil tangkapan cctv.


"itu hanya 1 bagian, meski pun telanjang kami belum tentu melakukan nya, kau tidak punya bukti!" bantah Aska menggenggam erat telapak tangan Zara yang kian dingin.


"bukti? Dia adalah bukti nyata Aska!" wanita itu menujuk Zara.


"cukup aurel!" geram Aska merasa Zara kian tertekan.


"bukan kah 3 bulan setelah kalian bangun lilith ketahuan hamil? Dan ukuran kehamilan nya hampir seimbang dengan malam foto ini di ambil."


"pa-man" Zara yang tertekan jatuh trkulai dalam


rengkuhan Aska.


"lalu kenapa jika Zara anak ku?" Aska menantang sambil mengendong tubuh Zara yang pingsan.


Ayah dan ibu Aska hendak membantu namun mendapat kan isyarat tidak perlu sehingga sepasang orang tua itu hanya memperhatikan.


"kau?!! Kau akan menikahi anak mu? Kau ayah biologis nya!" teriak wanita itu frustrasi.


"aku tidak peduli, masa bodo dengan norma, toh kami juga sudah punya anak...! " Aska membenarkan posisi Zara hendak menaiki tangga."lalu kenapa jika Zara anak ku?" Aska menantang sambil mengendong tubuh Zara yang pingsan.


Ayah dan ibu Aska hendak membantu namun


mendapat kan isyarat tidak perlu sehingga sepasang


orang tua itu hanya memperhatikan.


"kau?!! Kau akan menikahi anak mu? Kau ayah biologis nya!" teriak wanita itu frustrasi.


"aku tidak peduli, masa bodo dengan norma, toh kami juga sudah punya anak...!" Aska membenarkan posisi Zara hendak menaiki tangga.


"dan kau, saat aku keluar dan kau masih di sini, maka akan ku jamin kau dan keluarga mu akan merasakan bagaimana lebih baik mati" ucap Aska dengan tekan suara rendah namun penuh intimidasi..


la melangkah kan kaki menapaki tangga, saat anak


tangga ke 2 di injak Aska kembali berkata.


"Meski aku berjanji pada Zara untuk tidak membunuh lagi, tapi kau adalah pengecualian!" akhir Aska menaiki anak tangga satu persatu kemudian hilang di telan pintu kamar milik Aska.


"Aska.. Zara itu anak kandung mu...!"Berjam jam, aska duduk di sisi kanan tempat tidur, duduk menyandar dengan tangan kenana yang senantiasa mebgelus lembut mahluk indah yang sangat ia cintai.

__ADS_1


__ADS_2