
...Hadirnya seseorang akan membuat kita merasa paling istimewa, tapi jangan lupa kan bahwa sendiri jauh lebih baik dan lebih bahagia...
...****...
"*sudah lebih tenang?" tanya Zara lembut.
Aska hanya diam. Tidak meng iya kan atau pun meng tidak kan pertanyaan Zara.
"teman ku tadi tidak memeluk ku. Kau tau aku terpeleset dan ada buku jatuh menimpa ku. Dia membantu ku bangun.!" ucap nya dengan jelas dan nada Zara yang lembut dan sedikit pelan.
Zara tahu dan paham kalau berbicara dengan azka itu percuma dan buang buang tenaga . Iya ,zara tahu benar bahwa Bicara dengan Aska yang sedang emosi tak ada gunanya, Zara harus menunggu Aska tenang atau lelah setelah menggauli nya. Dan di saat itu adalah kesempatan Zara menjelaskan dengan pelan dan hati hati.
Aska masih diam sambil menoleh ke arah wanita yang berada di sampignya , serta menunggu Zara mengatakan sesuatu yang terlihat menggantung dan tertahan di lihat dari mimik wajah nya.
"ayo lanjutkan!"
Akhirnya kalimat yang di tunggu keluar juga, berakhirlah malam mereka penuh dengan percintaan panjang dan penuh keringat.
Pagi hari, Zara harus memberikan jatah pagi untuk sang paman. saat Aska di rumah Zara melayani Zara seperti minum obat 3 /2 kali sehari.
"pamaan Cepat selesai kan.." gerang Zara memohon.
Jarak dari rumah ke kampus hampir 45 menit dan sekarang tersisa 2 jam sebelum jam kampus. Sedangkan Zara belum mandi.
Selang beberapa menit Zara langsung melepaskan diri dari Aska. Ia tak peduli dengan tubuh nya yang Telanjang berlari meninggalkan kamar sang paman.
la tak sempat menarik selimut atau apapun. Di pikirkan nya sekarang hanya segera mandi dan ke kampus.
"aku antar!" ujar Aska sudah berdiri di pintu garasi.
Zara mengangguk melempar kunci mobil mini kuper milik nya ke sofa dan berlalu kedalam mobil lamborgini milik Aska.
Mobil melesat membelah jalan. Hingga keduanya berhenti di depan kampus.
Setengah jam sebelum jadwal akhirnya Zara sampai."aku akan menjemput mu!"
Zara mengguk faham. Mengecup pipi Aska.
"aku berangkat. Love you paman!" ucap Zara berlari memasuki pagar kampus*
...***...
Sekitar pukul 2 siang Aska sudah berada di tempat ia tadi pagi Aska mengantar. Tak perlu menunggu lama karna kini Zara sudah di dalam mobil.
"kemari!" Aska meraih Zara untuk duduk di pangkuan Aska.
Aska melepaskan ****** ***** Zara, dengan gerakan pelan Aska memasuki kewanitaan Zara.
"paman, kenapa tidak di rumah?" tanya Zara malu saat melihat teman temannya lalu lalang.
__ADS_1
"aku ingin mencoba nya!"
"tapi aku malu!"
"kaca mobil ku hitam, mereka tidak akan lihat apa yang kita lakukan!"
Percuma berdebat, akhirnya Zara kalah dan berakhir dengan bercinta di dalam mobil dan tertidur karena kelelahan .Percintaan yang menegang kan bagi Zara itu berakhir dengan Zara yang terkulai lemas dan jatuh tertidur dengan lelap tanpa terganggu sedikit pun saat Aska membawa nya masuk ke rumah.
Begitu lelap dan begitu menawan.
Zara yang tertidur mulai terasa terganggu tidur nya saat kecupan kecupan kecil mendarat di wajah nya.
"paman?" panggil Zara dengan suara serak nya khas bangun tidur. Dan sial nya terdengar seksi di telinga Aska.
"kau bangun sleeping beauty? Kau tidur selama 6 jam jika itu yang ingin kau tanya kan!" ujar Aska mengusap bibir Zara lantas menciumnya dengan nafsu yang membara.
"paman aku masih ngantuk!" protes Zara dengan suara serak nya.
Aska menjauh kan wajah nya, lalu menatap wajah Zara dengan intens.
"aku akan ke bali selama 3 hari"
"sungguh?" tanya Zara langsung duduk tanpa menyadari bahwa dirinya telanjang sampai selimut melorot hingga memamerkan tubuh atasnya tanpa sehelai benang.
"menggoda ku?" tanya Aska meraih buah dada Zara yang tergantung bebas di depan mata Aska.
"aku hanya kaget saja kau akan pergi jauh sekali!". jawab Zara lirih.
"bukan nya sudah bisa?"
"tapi aku tau kau masih di kota ini.. Kau sudah keluar negeri dan aku merasa ada perasaan tak mengenakan!" .jawab Zara memeluk leher Aska dan bersembunyi di balik ceruk leher nya.
"kau mengkhawatirkan aku?"
Sebuah anggukan terasa di leher Aska. Menerbitkan senyum di bibir Aska ,hanya sebentar lalu ia bergumam.
"kau tau apa yang aku khawatir kan?". tanya Aska mengelus rambut Zara.
Zara mendongkak, menatap mata sang paman. Jauh di lubuk hati, Zara sangat mengagumi sosok seorang Aska.
"apa?" tanya Zara dengan wajah polos nya.
"diri mu, aku takut tidak bisa menahan untuk segera pulang dan mengisi mu lagi hingga puas!" bisik Aska.
"pamaaann...." Zara terpekik kaget saat kejantanan Aska melesat menghujani nya tanpa pemanasan.
"dan kita akan bercinta hingga pagi, agar aku tak merindukan tubuh mu!" bisik Aska di barengi tubuh nya yang bergoyang goyang menghujam inti Zara.
Dan pertempuran mereka berakhir di jam 5 dini hari.
__ADS_1
Aska menyiapkan koper dan perlengkapan nya lalu mandi. Begitu keluar dari kamar mandi ia mendapati Zara terduduk dengan selimut melilit tubuh nya diatas kasur.
"kau ingin mengantar ku?" tanya Aska mengelus wajah kusut Zara. Hanya anggukan terasa di telapak tangan Aska sebagai jawaban dari gadis kecil nya. Bagi Aska Zara tetaplah gadis kecil nya.
"tangan paman dingin dan menyenangkan!" ujar Zara seraya bangkit dan keluar dari kamar Aska.
...*****...
Sekitar pukul 7 lewat Zara keluar dengan celana levis pendek dan blous Pink menghampiri Aska yang sedang membaca koran dengan secangkir kopi.
"sudah sarapan?" tanya Zara. Dan mendapati gelengan dari Aska.
Senyum Zara senantiasa terpatri, mengoleskan selai coklat kacang ke roti tawar."ayo Kita harus segera ke bandara!" ujar Zara menaruh piring di hadapan Aska.
"tak sabar mengusir ku?" tanya Aska menurun kan koran nya.
"bukan ,aku hanya takut kau terlambat!" jawab Zara melahap roti nya.
Beberapa menit sarapan dan hampir satu jam di mobil keduanya tiba di bandara internasional mhattan.
Jujur, Zara belum pernah sekali pun bepergian menggunakan pesawat. Dan ini kali pertama ia menginjak kan kaki ke bandara.
"suatu hari aku akan mengajak mu naik pesawat!" ujar Aska mengelus wajah sendu Zara. Seolah ia tau apa yang di pikiran gadis kecil itu.
Zara mengguk sebagai jawaban dan Senyum yang terpancar wajah nya.
" selama aku di Bali jangan macam macam atau kau akan berakhir dengan hukuman!"
"aku tau paman!"
Setelah itu sebuah kecupan hangat mendarat di bibir Zara ,hanya kecupan tanpa *******.
Aska melambai saat akan meninggalkan Zara seorang diri.
.
.
.
.
.
.
TBC
π»π»π»π»π»π»π»π»π»πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπ»π»π»π»π»π»π»π»π»
__ADS_1