
"Maaf untuk Camping tempo hari, aku malah menyusahkanmu, padahal kamu rindu Camping" Ungkapku.
Seperti biasa, dia menjawab dengan enteng, ia bilang tidak apa-apa, dia bilang bisa melakukannya lagi di lain hari.
Aku jujur padanya, jika saat itu aku cemburu pada Ochi sehingga melakukan hal yang tak biasa aku lakukan, hal yang aku tak suka dengan ikut Camping bersama Ken, agar ia tetap berada dalam pengawasanku. Namun semua yang aku lakukan malah menyulitkan semua orang termasuk diriku sendiri.
Aku merasa bersalah karena ragu pada Ken, padahal selama ini ia selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mencintaiku. Sepenglihatanku selama ini ia tak pernah macam-macam. Meskipun selentingan kabar miring tentangnya terdengar ke telingaku, namun tak pernah ku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa ia berselingkuh.
Untuk itu kuputuskan mulai saat ini ku tak akan ragu lagi padanya, aku ingin mempercayainya, tak lagi menyulitkannya. Aku akan membiarkan dia melakukan apapun hobi yang dia suka, selama tak mengganggu kebahagiaan hubungan percintaan kami. Aku takkan lagi ikut ambil bagian jika aku tak suka dengan kesukaannya seperti Camping tempo hari, di banding aku menyulitkannya dengan ikut bersamanya, lebih baik aku membiarkan dia pergi bersama teman-temannya yang lain. Aku tak akan memaksakan diri untuk menyukai hal yang tak kusukai hanya demi egoku karena kecemburuan ku padanya.
Sikapnya padaku selama ini sudah membuktikan bahwa ia benar-benar menyayangiku, aku tak lagi akan memikirkan perkataan buruk orang lain tentangnya selama itu tak keluar dari mulutnya sendiri, selama itu tak kulihat dengan mata kepalaku sendiri.
...#####...
Setiap akhir pekan biasanya kami menghabiskan waktu bersama, namun belakangan ia mulai minta cuti untuk tak bertemu denganku karena ada hal yang ingin dia lakukan dengan teman-temannya. Aku membiarkannya pergi dengan teman-temannya tanpaku.
Setiap hari aku bertemu dengannya di Kampus, jadi tidak masalah jika kami tak bertemu di akhir pekan. la juga ingin punya waktu untuk kehidupannya sendiri.
Karena aku tak pergi bersamanya, akupun menghabiskan waktuku dengan teman-temanku. Aku pergi nongkrong di cafe, nonton, dan belanja bersama teman-temanku.
Aku jarang nongkrong dengan Rega, karena kesibukannya. Kali itu dia pergi bersamaku.
Tiba-tiba dua temanku yang lain memutuskan untuk meninggalkan kami setelah 2 jam menghabiskan waktu berempat. karena mereka ingin pacaran, mereka pasangan baru saat itu. Baru seminggu mereka pacaran. Karena itu aku jalan berdua dengan Rega Kami menghabiskan waktu sampai tengah malam.
Pulang ke rumah, aku diantar Rega. Tiba di rumah sebelum turun dari mobil, sabuk pengaman yang digunakan olehku tiba-tiba macet, aku tak bisa membukanya. Rega membantuku untuk membuka sabuk pengaman itu.
Butuh waktu cukup lama untuk membukanya. 5 menit aku terdiam di dalam mobil sambil mengenakan sabuk pengaman yang sulit di lepas. Rega sibuk memperbaiki sabuk pengaman mobilnya itu. la juga meminta maaf padaku karena harus mengalami kejadian ini. Aku tak terlalu mempermasalahkannya. Aku justru berterima kasih, karena dia sudah mengantarku pulang.
__ADS_1
Akhirnya sabuk pengaman sudah lepas, aku bisa turun dari mobil, dan masuk ke rumah. Sebelum masuk aku berbasa-basi mengajak Rega mampir untuk minum karena kehausan setelah memperbaiki sabuk pengaman. Rega menolaknya, karena sudah terlalu malam dan memutuskan untuk langsung pulang saja.
Aku masuk ke dalam rumah di sambut suara Ira yang tengah duduk di kursi dekat pintu masuk rumahku.
"Kenan tadi kesini, nyari elu. Lu pergi sama siapa? gue pikir pergi bareng Kenan" Ungkapnya.
Ira adalah sepupuku yang tinggal serumah bersamaku.
"Kenan kesini? Kok dia gak ngabarin aku, dia bilang mau pergi sama temen-temennya, makanya gue juga pergi sama temen-temen gue" Jawabku.
"Oh..." Jawab Ira singkat.
Tiba di kamar aku menelpon Kenan, namun ia tak mengangkatnya. Ku coba chat dia via whatsapp.
"Ken, tadi kamu kesini? Kok gak ngabarin?" Isi pesan whatsapp ku padanya.
Besoknya, bangun tidur aku langsung mengecek ponselku, siapa tahu Ken sudah membaca dan membalas pesan dariku. Namun tidak ada notifikasi darinya.
Aku coba menelponnya lagi. Tiga kali aku menghubunginya. Namun ia masih tak mengangkat telpon dariku. Ku pikir mungkin dia masih tidur. Aku putuskan untuk mandi terlebih dahulu, aku lanjut sarapan, sambil menaruh ponsel di meja makanku, menunggu balasan whatsapp dari Ken
Sampai siang hari ia masih tak juga membalas pesan dariku, padahal dia sudah membacanya. Ia juga tak menghubungi ku. Aku bingung apa yang sebenarnya terjadi.
Apa dia marah padaku karena kemarin malam minggu aku tak ada di rumah. tapi bukannya dia yang meminta izin untuk pergi dengan teman-temannya. Tapi tiba-tiba dia malah datang ke rumah disaat aku pergi dengan teman-temanku, dia juga tak menghubungiku terlebih dahulu.
Karena dia tak membalas pesan dariku, dia juga tak menghubungiku, aku berniat untuk datang ke rumah Ken. Namun sebelum aku pergi teman-temanku datang ke rumah.
Aku tak jadi pergi ke rumah Ken, seharian aku ngobrol dengan mereka di rumahku. Mereka datang ke rumahku, karena mereka pikir aku tak pergi dengan Ken karena aku sudah menceritakan tentang Ken yang meminta Izin untuk berakhir pekan tidak bersamaku.
__ADS_1
Aku tak ingin merusak suasana dengan menceritakan pesan whatsappku yang tak di balas Ken, aku memutuskan untuk ikut dalam obrolan seru mereka. Aku juga menyediakan cemilan dan minuman untuk mereka.
Kami membicarakan banyak hal, namun pikiranku tak bisa fokus. Aku memikirkan Ken. Apa yang sebenarnya terjadi ?.
Di tengah obrolan dengan mereka aku menyempatkan diri main handphone untuk menghubungi Kenan.
"Ken, kok pesanku cuma di read doang? Kamu kenapa? Apa kamu marah sama aku?" Isi pesan Whatsappku padanya.
Dia masih tak membalas pesan dariku.
Sampai akhirnya teman-temanku pulang dari rumahku. Mereka pulang jam 8 malam. Setelah mereka pergi aku juga pergi dari rumah untuk mencari Ken. Siapa tahu dia ada di rumahnya. Untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Sebelum aku pergi, aku coba menelponnya berkali-kali, namun tak juga di angkat, pesanku tak juga di balas.
"Ken, kamu di rumah gak? Aku otw ke rumah kamu" Isi pesan whatsappku lagi pada nya
Tiba di depan pintu rumah Ken, aku memencet bel rumahnya. Pintu dibuka oleh tuan rumah .
-
-
-
TBC
Jangan lupa tinggalkan dukungan kalian ya !!!
__ADS_1