
Dia kerap ada di sekitarku kemanapun aku pergi seolah dia punya GPS & CCTV yang bisa terus mengikutiku agar aku ada dalam pantauannya.
Seperti ketika aku sedang hangout bersama teman-temanku tiba-tiba aku dan Keiki bertemu secara tak sengaja di mall. Saat aku butuh bantuan di tengah jalan tiba-tiba dia muncul entah datang dari mana. Saat ada barang di rumahku butuh perbaikan, tiba-tiba dia datang bertamu dan menawarkan bantuan untuk memperbaiki. Atau seperti ketika aku perlu mengganti bohlam rumahku, ia datang bertamu di waktu yang tepat dan membantuku mengganti bohlam rumahku.
Aku tersentuh dengan sikapnya, namun disaat bersamaan aku merasa aneh. Bagaimana bisa kebetulan terjadi secara berulang. Meskipun merasa aneh aku rupanya mulai masuk dalam perangkapnya.
Hatiku mulai merasakan getaran-getaran aneh. Suara debaran jantungku tak beraturan seperti drum yang dimainkan oleh seorang amatir. Hal itu kurasakan ketika aku ada didekatnya.
Saat tangan kami secara tak sengaja saling bersentuhan, aku seperti tersengat listrik. Ketika ia menatapku seketika pipiku merona meskipun ku tak menggunakan perona pipi.
Aku tahu ini apa..
ini di sebut cinta.
Aku tahu karena aku pernah merasakan itu. Dia bukan cinta pertamaku, tapi aku jatuh cinta kepadanya.
Dia memang tampan, tapi dia bukan tipeku.
Meski bukan tipeku, aku tak bisa mengendalikan
perasaanku untuk tidak jatuh cinta kepadanya.
Celakalah aku, tak seharusnya aku merasakan cinta pada seorang psikopat.
Saat itu ku masih meraba-raba, dia benar-benar seorang psikopat atau bukan. Meskipun Ka Renita sudah memberitahuku, aku justru malah meragukannya padahal kak Renita jelas-jelas seorang psikiater yang sedang menanganinya.
__ADS_1
Diawal-awal pertemuan mungkin aku salah sangka karena aku sudah negatif thinking kepadanya berdasarkan penglihatan yang ada dalam mimpiku.
Namun, melihat sikapnya padaku selama ini yang penuh dengan kehangatan, senyumannya yang indah secerah mentari pagi, dia yang selalu bisa menjadi sandaran untukku. Tempatku berbagi cerita dari hal berat sampai hal remeh sekalipun, seperti saat ku bertanya hari ini aku pilih makan ayam atau ikan, atau ketika aku bingung memilih pakaian yang ingin ku beli. Apapun yang kukatakan, apapun yang ku ceritakan, Dia selalu menunjukkan antusiasnya padaku.
Apakah itu semua tulus dari hatinya, Ataukah justru aku yang terjebak dengan manipulasi nya.
Aku harus menghentikan dilema ini. Aku tak bisa terus menerus terjebak tentang dia yang seorang psikopat atau bukan. Kalaupun memang benar dia seorang psikopat dan saat ini dia sedang memanipulasiku kupikir bukan masalah besar, karena ini bukan hal buruk.
Jika benar dia memanipulasiku, artinya Dia menginginkan sesuatu dariku, sebelum mendapatkan apa yang diinginkannya dia terus bersikap seperti itu.
Ada baiknya jika ku memberikan apa yang dia inginkan, karena setelah dia mendapatkannya dia akan mengeluarkan sifat aslinya.
Jika cinta dariku yang dia inginkan, dia telah mendapatkannya. Meskipun aku belum memberitahu perasaanku padanya.
Aku tak ingin memulai hubungan itu jika aku yang harus duluan mengutarakan perasaanku.
walau aku tak yakin seorang psikopat bisa jatuh cinta, tapi jika seandainya dia benar-benar menginginkan cinta dariku,meskipun hanya sekedar kata-kata aku akan menghargai itu.
Aku tak salah paham tentang keinginannya, dia benar-benar menunjukkan perhatiannya hanya padaku, tindakannya berbeda padaku tak seperti kepada wanita lainnya dia sama sekali tidak tebar pesona, bahkan cenderung dingin.
Ini masih berproses, butuh waktu bagi kami untuk saling mengenal lebih jauh, untuk itu dia perlu mendapatkan waktu yang tepat untuk memberitahuku keinginannya.
Sejauh aku mengenalnya aku nyaman berteman dengannya. Dan orang-orang disekitarnya tak melihatnya dengan cara berbeda. Mereka hanya berpikir Kenan hanya seorang normal lainnya seperti manusia pada umumnya yang memiliki karakter-karakter unik berbeda.
Mereka pasti akan terkejut jika mengetahui Kenan seorang psikopat dan mungkin banyak orang yang akan menjauhinya jika mereka tahu Kenan seorang psikopat.
__ADS_1
Kenan tak akan peduli sekalipun orang-orang menjauhinya, hatinya takkan terluka. la takkan mengerti rasa sakit itu. Ia hanya peduli dengan apa yang diinginkannya dan apa yang dimilikinya.
Aku takut padanya tapi aku nyaman bersamanya. Aku takut jika ada sisi jahat yang tiba-tiba muncul dari dalam dirinya, disisi lain ia memberiku kenyamanan dari caranya memperlakukanku dengan kehangatan dan kelembutan. Dilema diantara dua rasa itu.
Sejauh ku mengenalnya aku tak pernah melihat hal yang kutakutkan. Hal itu justru membuatku semakin takut jika tiba-tiba dia benar-benar melakukan hal buruk yang mungkin bisa merubah pandanganku tentangnya.
Saat ini aku sedang menyiapkan diri kalau-kalau hal yang kutakutkan bisa saja terjadi. Aku bersiap menguatkan hati menghadapi kemungkinan-kemungkin buruk itu, namun aku tetap berharap hal buruk tak terjadi karena aku akan sedih dan terluka jika Keiki melakukan sesuatu yang buruk.
Kenan kini ada dalam hatiku.
Aku tak ingin orang yang ku sayang berbuat yang tidak-tidak.
harapanku untuk hari ini dan masa depan Kenan tetap jadi orang yang ku kenal saat ini. Dia juga melakukan psikoterapi secara rutin. Bukan tidak mungkin kondisi empatinya akan membaik.
Aku tak pernah mengira akan bertemu dan jatuh hati pada seorang Psikopat hingga membuatku bingung seperti ini. Entah apa yang harus kulakukan.
-
-
-
-
-
__ADS_1
TBC