Psycopat (Tamat)

Psycopat (Tamat)
(7)


__ADS_3

"*welcome to my world"


suara bisikan terdengar merdu di telinga sang wanita*.


...*****...


la tersenyum senang bisa menaklukkan si singa jantan. Salah.


Ia lah yang telah di taklukkan oleh singa jantan.


Wanita itu telah Telanjang, begitu pun dengan sang pria.


suara dan gumaman kenikmatan terdengar dari arah dapur. Apa mereka sedang bercinta?. Tidak.


kewanitaan gadis itu di permainkan oleh jari jari panjang sang pria.


"... I will Come!" pekik wanita itu saat kewanitaan nya menegang siap untuk pelepasan.


Sang pria menempelkan tubuh nya dengan sang wanita, dan jari nya semakin cepat.


******* sang wanita terdengar saat pelepasan nya tiba. Namun terhenti seketika.


Sebuah pisau buah melewati leher wanita itu. Memutuskan urat nadi tanpa ragu. Mata wanita itu terbelalak. Darah merembes di lantai yang berwarna merah.


Tanpa perasaan pria itu menjatuhkan jasad wanita itu di lantai.


Darah wanita itu mengalir di lantai menuju sebuah lubang. seperti nya rumah itu memang di desain sedikit mirip mungkin hanya beberapa meter saja.


berfungsi dengan baik karena benda cair yang tumpah dilantai bisa langsung mengalir ke lubang dan mempermudah untuk proses membersihkan lantai.


Pria itu meninggalkan wanita yang sudah mati itu di dapur. la berjalan dengan santai menuju kamar mandi. Membersihkan tubuhnya dari cairan pelepasan wanita tadi.


Pria itu tersenyum miring pada kaca. Wanita itu bodoh. Datang ke sarang harimau, mencoba menggoda. bahkan adik sang pria tak berdiri sedikit pun.


la tak bernafsu pada wanita itu.


Pria itu kembali ke dapur dengan celana boxser dan baju kaos putih. Membawa tas lipat kecil yang berisi berbagai macam jenis dan ukuran pisau.


Pisau penyiksaan.


Mayat itu dipisahkan daging dan tulang. Kepala dibiarkan utuh tanpa rusak sedikit pun.


Selesai dengan kegiatan di dapur, pria itu membawa mangkuk berisi kan daging wanita tadi yang sudah dipisahkan dari tulang nya.


dan Membawanya menuju aquarium berukuran Extra jumbo. Dengan lebar 2 meter, panjang 4 meter dan tinggi nya satu meter setengah. Kira Kira tinggi aquarium itu dari pinggul ke kepala orang normal.


Pria itu tersenyum, melihat ikan ikan yang bergerombolan menuju bagian aquarium yang paling dekat dengan pria itu.


Sambil tersenyum pria itu membuka tutup atas aquarium itu, memasukkan daging yang ia bawa kedalaman aquarium. cepat sekali ikan ikan itu menghabiskan daging itu.


Selesai dengan peliharan ikan piranha nya, ia kembali ke dapur, mengambil tumpukan tulang belulang dan kepala wanita tadi.


Membawanya menuju tungku perapian. setelah menghidupkan api dengan bantuan korek kayu. Pria itu memasukkan tulang belulang itu kedalam tungku yang tengah menyala.


Saat api semakin besar, pria itu memasukkan kepala wanita itu kedalaman tungku perapian.


Aroma rambut yang terbakar, kulit dan tulang yang terbakar menjadi ciri khas tersendiri yang menyeruak seisi ruangan, beradu dengan aroma sejuk pepohonan yang lalu lalang di jendela.


Ting...


Sebuah pesan masuk di ponsel pria itu.


...Uknow...


^^^Paman kau sedang apa?^^^


la tau pesan itu dari siapa. Tanpa minat ia kembali menyimpan ponsel nya tanpa membalas pesan itu.

__ADS_1


Bosan melihat pesan tidak penting yang selalu berdatangan dari gadis kecil itu.


Yah, gadis itu Zara. Zara yang setiap hari selalu mengirimkan pesan tak berguna untuk paman nya Aska. Pria yang saat ini sedang menikmati aroma rambut dan tulang yang di bakar.


Zara menatap jalanan yang mulai sepi. Mobil yang di kemudikan oleh seorang pria berusia sekitar 40 tahun itu melaju memasuki area sepi. Area hutan pinus yang jauh dari hiruk pikuk kota.


Zea takut? Tentu saja tidak.


Mobil yang ia tumpang ini milik paman nya, dan sopir yang membawa mobil juga orang kepercayaan paman nya. Jadi ia aman.


Karena rumah nya memang jauh dari kota. Memakan waktu hampir 1 jam dari rumah ke sekolah nya.


"pak apa paman ada di rumah?" tanya nya pada sang supir.


"belum nona. Seperti bos akan pulang malam!" jawab supir sopan.


Zara hanya mangut mangut, lalu melihat riwayat chat nya dan sang paman.


Pasan nya di baca!


Zea berteriak senang. Sang supir hanya diam.


Sudah terbiasa dengan tingkah konyol majikan muda nya. Zara masih terkekeh senang, sudah ada perubahan beberapa bulan ini. Pesan nya dibaca kurang dari 24 jam.


Ya, itu lebih baik daripada tidak sama sekali.


Masih terkekeh, Zara memasuki rumah, melepas sepatu nya ,lalu menaruh di rak rak sepatu sambil bersenandung ria.


"bahagia sekali?" Sebuah suara mengintrupsi Zara.


Suara berat dan kaku yang sangat ia rindukan.


"paman?!" pekik nya berlari memeluk sang paman dengan senang.


Paman yang tak lain dan tak bukan adalah Aska hanya diam tak berucap. Namun tangan nya membalas pelukan gadis kecil nya yang sudah tumbuh dewasa.


Saat Aska pulang . Dapur akan berpindah alih kepada zara. Sang maid hanya membersihkan sisa kekacauan yang dibuat oleh majikan kecilnya.


"enak?" tanya Zara menatap sang paman dengan harap.


Sebuah anggukan terlihat.


Senyum sumringah terukir diwajah cantik Zara. la sangat senang. Dengan semangat Zara menghabiskan spaghetti di piring nya. Sambil sesekali bercerita lucu.


Hanya Zara yang tertawa tidak dengan Aska.


"habiskan susumu. Dan segeralah istirahat!" ujar Aska bangkit dari duduk nya.


Dengan gerakan kilat, Zara meneguk habis susu milik nya dan berlari menyusul Aska di tangga.


"bulan depan aku akan ujian akhir!" ujar Zara menggenggam tangan Aska.


"lalu?" tanya Aska berhenti begitu sampai di lantai 2.


"kau tak ingin memberikan ku semangat?" tanya Zara sambil memperlihatkan pupy eyes nya.


"kenapa?" tanya Aska balik.


"ih, paman ngak seru deh!. Kan tadi Zara udah bilang kalau Zara mau ujian akhir, dan Zara butuh semangat dari paman!" jawab Zara panjang kali lebar. la jengkel dengan sikap paman nya.


"belajar sana!" ujar Aska meninggalkan Zara menuju kamarnya.


"paman upacara kelulusan ku sehari sebelum ulang tahun ku, kau tidak lupa dengan ulang tahun ku kan?" tanya Zara ditempat.


"hem! Aku tak akan lupa dan aku sangat menantikan nya!"


"kalau aku dapat nilai tinggi aku ingin hadiah!" pekik Zara saat Aska akan memasuki kamar nya.

__ADS_1


Aska mematung sesaat sampai sebuah kata meluncur dari bibir seksi nya.


"terbaik 1" jawab Aska lalu menutup pintu.


Mendengar balasan setuju dari Aska , Zara sangat senang.


meski berat, mendapatkan peringkat 1 dari 400 siswa dia akan berusaha.


Aku ingin habiskan waktu seharian dengan mu!_Batin Zara.


Akan kuhabiskan malam ulang tahun mu bersamaku_batin Aska


Aska menoleh sejenak kebelakang, berdiri di ambang pintu. "terbaik 1" ujar nya melirik gadis yang sedang berdiri menatap nya penuh harap. Dan kembali melangkah lalu menutup pintu.


"****!" umpat Aska memukul dinding.


la sangat kesal karena zara,Junior nya jadi..


Ia harus menyelamatkan Junior nya.


...###...


Menjengkelkan, kenapa tidak? Pasal nya aku harus berendam dengan air dingin di bathub.


Dia berdiri tanpa aku perintah. Sialan padahal tangan ku hanya di pengang.


Dari awal aku sudah mengantisipasi hal ini dengan meninggalkan meja makan lebih cepat.


Ternyata ia mengejar ku, padahal perhatiannya sudah ku alihkan ke susu yang belum di minum nya. Sial nya, Dia menyusulku di pertengahan anak tangga.


Saat dia menyentuh tangan ku. Bukan dia menggenggam tangan ku lembut, dia berdiri tegak tanpa aba aba menyesak kan celana ku.


Kalau di pikir pikir apa lebih nya gadis kecil itu? Bahkan dada nya tidak besar seperti wanita tadi siang tapi kenapa aku malah lebih cepat terangsang oleh bocah kecil berseragam sekolah itu?


Jangan jangan aku pedofil?


Tidak, aku tidak tertarik pada anak sekolahan lain nya. Hanya Zara.


Gadis nakal aku harus menghukum mu.


Aku bangkit dari mandi ku. Berjalan meraih bathrobe untuk menutupi ketelanjangan ku.


Suara ponsel ku terdengar. Sebuah pesan masuk.


...Uknow:...


^^^Night paman^^^


"Dasar bocah". Ucap nya


Padahal kamar nya di sebelah kenapa tidak mengucapkan langsung atau sekalian menemani aku tidur. Mungkin ada sedikit permainan menyenangkan malam ini.


Malas membalas pesan dari Zara, aku meraih piama berwarna donker. Lalu melepas bathrobe bersiap untuk memakai celana tidur.


"hey kau bangun lagi?" tanya ku pada Junior ku yang berdiri gagah meski belum menegang sempurna.


Gadis sialan. Berhenti lah mengirimkan ku pesan atau kau akan kehilangan keperawanan mu sebelum cukup umur.


Rencana ku akan gagal.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


TBC


Hari update nya banyak ya..


Selamat membaca !!

__ADS_1


__ADS_2