
pur."sure, setelah mendengar cerita mu, seprti nya mama memberi ku nama zara karean diri mu. Zara, tuan putri. Seprti yang kau gunanakan untuk memanggilku waktu kecil.!" jelas zara.
"aku mencintaimu!" ucap aska kelain arah.
"aku juga!"
"ayo lanjut kan yang_"
Tok tok tokk
"zara, aska, kalian kenapa belum keluar? Si kembar udah nangis tu!" terdengar suara sofi memanggil dari luar kamar.
"mampus!" zara mendorong tubuh aska menjauh namun gagal.
"one kiss!"
"oke!"
Mereka berciuman sebentar lalu keluar menuju dapur. Zara menghampiri sang nenek skaligus calon ibu mertua nya. Sedang kan aska menghampiri si kembar yang berceloteh ria.
Semoga kebahagiaan nya kini selalu bertahanKeluarga besar carney duduk di kursi meja makan, si kecil duduk di kursi khusus di mana di atas meja si kecil di penuhi makanan khas balita.
Hening...
Semua nya bungkam, hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring, dan si balita yang selalu menepuk meja saat makan.
"jadi kapan kalian tes DNA?" tnya mr.carney Atau David nama akrab nya.
"hari ini, kami akan tes DNA!" aska menjawab dengan tenang.
"hem, baik lah semoga negatif, aku tidak mau zara mendadak menjadi anak mu!" David sdikit mencairkan suasana, dan akhir nya berhasil.
"kami selesai, kami akan langsung berangkat!" aska menggenggam tangan zara membawa nya pergi sebelumnya mereka mengecup kening buah hati mereka.
"aduh... Pusing liat kalian, ada aja masalah. Sekarang ngapain coba tes DNA?" dokter angga terlihat jengkel.
"jangan banyak bicara, lakukan saja tugas mu!" sarkas aska jengkel dengan mulut lemes dokter angga.
"haahaha, baik lah, saya ambil sample darah aja ya!"
Angga mengambil sedikit sample darah aska dan zara kemudian memasuk kan nya dalam 2 tabung yang berbeda.
"hasil nya akan keluar beberpa hari, akan ku kabari!"
Aska mengangguk tanda mengerti.
"bagaimana keadaan freya?" tanya aska. Yang di tanya terlihat enggan membahas.
"freya? Yaya? Oh iya bagaimana kabarnya dok?!" tanya zara heboh.
"dia sehat sangat sehat, bahkan saking sehat nya
selalu membuat masalah!" tukas dokter angga
menyadar pada kursi nya lalu memijat kening nya.
3
"entah apa yang saat ini dia lakukan di apartemen ku!" dokter angga terlihat lelah.
"bagus lah kalau dia baik baik saja, ki pamit!" aska menyeret zara yang masih ingin tau.
1
Freya adalah gadis yang di tolong angga, angga menampung gadis itu karena kasihan.
"Kita akan kemana paman?" tanya zara saat mevadari mereka melaju kearah yang berlawanandengan rumah mereka.
"tempat ayah angkat mu!" jawab aska singkat.
Siapa sangka jawaban aska memberi kebahagiaan tersendiri untuk zara, gadis itu terlibat amat senang dan tak berhenti bicara hingga mobil mereka terparkir di muka sebuah gedung ber cat putih.
'ayo!" ajak aska. Sebelumnya aska sudah jelaska kenapa andrean ada di rsj sehingga zara tidak kebingungan lagi saat menginjak kan kaki ke gedung putih bertingkat ini.
Mereka melewati lorong demi lorong tidak seperti yang di bayangkan oleh zara sebelum nya. Ia berfikir bahwa akan terdengar teriakan dan tawa dimana mana, tapi ia tak mendapati malahan lorong yang di lewati nya cukup sepi.
"disini khus menangani depresi menegah ke bawah!" aska memberi tahu seolah membaca apa yang ada di otak cantik zara.
"hem... Dimana ayah?"
"di depan sana!"
Mereka berhenti di sebuah kamar ber nomor 302, mereka langsung masuk karena telah membuat janji dan izin terlibih dahulu."ayah?" panggil zara pada lelaki kurus yang menghadap jendela.
Lelaki kurus itu berbalik, ia terkejut sekaligus bahagia. la berdiri menghampiri zara lalu memeluk zara dengan sayang.
Apa kabar kamu sayang? Andrean bertanya dengan bahasa isyarat yang untungnya sangat di mengerti aska.
"dia bertanya kabar mu!"
"zara baik. Ayah, sebentar lagi zara akan menikah dengan aska!" adu zara.
Andrean mengangguk senang, kemudian bertanya
kapan?
"rencana nya tersisa beberapa minggu lagi, tapi ada sedikitnya masalah!" jawab aska.
Apa?
"kau kenal silfi? Sepupu lilith, dia datang pada kami. Mengatakan zara anak ku!"jelas aska seraya menggegam tangan zara.
Bukan_andrean melambaikan tangan nya menolak pendapat yang di katakan aska.
"hahha aku juga berfikir begitu..." balas aska mengelus
tangan zara.Andrean berkata pada perawat dengan gerakan khas
\=
My Uncle's Obse...
tuna wicara. Kemudian di angguki oleh sang perawat. Sesaat kemudian sang perawat datang membawa laptop yang menampilkan Microsoft Word pada layar nya.
Kemari! Andrean mengibaskan tangan nya
__ADS_1
mengintrupsi aska dan zara agar duduk di dekat nya.
"apa yang ingin ayah sampai kan?" tanya zara duduk di sebelah ayah nya.
Zara bukan anak aska...
"ya aku pikir begitu!"
Lilith datang ke London untuk menyusulku bersama silfi,
Aku rasa silfi menjebak lilith.
3
Kami tidak bertemu di London. Saat aku tanya dia ada dimana di bilang dia tidak jadi ke london.
Kemudian dia bilang dia akan menikah dengan mu.
Aska.
"itu tidak mungkin! Saat itu usia ku masih di bawah umur!" sembur aska tak terima.
Andrean mengguk dengan senyum mengukiri bibir nya.3tahun kemudian aku memdapat kabar dari salah seorang teman ku...
Bahwa blioner london mencari seorang wanita asal Indonesia yang hilang setelah bercinta dengan nya..
Dia mencari meski sudah 3 tahun berlalu.
Lalu aku hendak kembali, waktu yang di berita kan sama dengan ketika aku kehilangan kontak bersama lilith. Sehingga aku memutus kan untuk kembali untuk memastikan kebenaran...
"lalu apa yang terjadi? 3 tahun? Bukan kah saat itu usia ku 3 tahun kalian menikah?" tanya zara menatap sang ayah.
Andrena mengguk kembali mengetik pada laptop.
Saat aku kembali, aku bertemu dengan zoya, dia memberi tahu aku kalau lilith meninggal dan menitipkan zara pada ku dan zoya...
Kemudian aku mendekati mu untuk mencari kebenaran...
"Kau korupsi di perusahaan ku!" sinis aska menyipitkan mata nya dan di hadiahi tepukan kasar pada paha nya dari zara.
Itu rendra
"ya aku tau!" longos aska kesal.Setahun setelah pernikahan kami, aku memberi tahu pada zoya. Kalau kau tau kenapa lilith bunuh diri.
"seperti nya dia salah sangka, dia pasti berfikir aku yang mengakibatkan kematian Lilith" kekeh aksa yang lagi lagi mendapatkan hadiah dari zara yang kali ini
cubitan kian kuat.
"awh... Sayang!" ringis aska mengusap perut nya yang di pelintir zara tadi.
"ayah maaf kan aska, waktu itu dia_"
Ucapan zara terhenti saat tangan andren menutup mulut zara untuk menghentikan zara bicara.
Aku tau, kalau aku jadi aska pun akan melakukan hal yang sama hanya saja cara yang berbeda :)
"yah.. Dia paling unik... Tapi aku mencintainya!" bisik zara di telinga andrean.
"apa yang kau kata kan?" tanya aska kesal melihat ke
"rahasia!" tawa zara yang menular pada 2 orang lelaki yang berusia berselisih 3 tahun itu.
"siapa milioder yang kau maksud itu?" tanya aska.
Andrean kembali mengetik pada keyboardDia berkebangsaan inggris namanya lucifer
3
2
" lucifer? tunggu tunggu bukannya dia?? Ahh... pantas saja aku tertarik saat melihat matanya ya,kau benar matanya mirip sekali dengan zara!" aska menepuk tangan nya mengerti. Ia mengerti kenapa dulu ia sangat tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan luciver. Ternyata besar kemungkinan itulah ayah biologis zara, mengingat mata mereka yang sama.
Andrean mengguk. Sedangkan zara melongo menyaksikan 2 orang yang berbicara dalam bahasa isyarat tanpa di mengerti zara. Hanya pembahasan yang di ketik oleh andrean yang di mengerti.
11 atur jadwal pertemuan ku dengan lucifer" ujar aska pada telpon nya yang tersambung dengan sekertaris. Setelah mendapat jawaban dari sekretaris nya bahwa sudah mebgerti ia memutus kan panggilan.
Aska langsung meraih kepala zara, lalu bibir nya menempel di puncak kepala zara.
"kita akan menikah!" bisik aska di sela kecupan nya."Paman...!" Zara duduk meremas bagian bawah mini dress nya.
Tangan nya berkeringat luar biasa, perasaan harap dan cemas kian menghantui nya.
"Sebentar lagi kau akan memiliki ayah! Ayah kandung mu!" Aska mengingat kan Zara, dia tau gadis itu amat cemas.
"All will be oke" Seperti biasa, aska tak pintar membujuk tapi setidak nya telapak tangan nya yang bersatu dengan telapak tangan Zara sangant berdampak menenangkan Zara yang sedang cemas.
Zara masih saja cemas, meski tidak se cemas tadi. Tapi perasaan itu tak bisa di usir nya.
"Ayah mu sangat tampan, lihat lah diri mu sangat cantik dan "Aska mendekati telinga Zara lalu berbisik.
"Dan sangat menggoda" Bisik aska membuat Zara bersemu merah menahan malu.
"Paman!" Zara memukul lengan Aska karena kesal.
"Bukan itu yang aku cemas kan!" lirih Zara menunduk melihat jam tangan nya.
Lalu kenapa hem? " Aksa mengangkat kepala Zara agar mereka saling bertatapan. Mat tajam dan menghunus itu menatap tepat di pupil mata Zara."Bagaiamana kalau orang itu tidak mau mengakui Zara sebagai anak, atau paman salah orang? Tidak mungkin dia ayah kandung zara hanya karena mata kami mirip! "Zara semakin putus asa.
"Kau sangat cerewet, jangan jangan sudah ada baby baru?" Aska mengalihkan pembicaraan dengan mengusap usap perut Zara.
"Tidak ada paman!" Tegur Zara pada Aska yang mulai menempelkan telinganya ke perut Zara.
"Tau dari mana? Asal kau tau sayang, saat dirimu hamil si kembar bahkan dokter tidak tau sebelum pemeriksaan full body!" Jelas aksa membenar kan posisi duduk nya.
"Tapi paman_"
Cup...
Aska mencium bibir Zara dengan lembut, hanya sebentar tidak layak di sebut ciuman.
"Aku mencintaimu Zara apa pun yang terjadi!" Ucap Aska dengan kening saling menempel.
Ehem...
Sebuah deheman menghentikan ke giatan romantis antara Zara dan Aska. Kedua nya menoleh secara bersamaan. Mata coklat keemasan itu terlihat begituteduh terbingkai kening tegas nya.
__ADS_1
"Pak lucifer!" Aksa berdiri menyalami tamu yang sudah di tunggu nya sejak tadi.
"Aska si muda berbakat, senang bertemu dengan mu!" Lucifer menyambut uluran tangan Aska dengan sedikit
pujian.
"Terimakasih pak, mari duduk!" Aska kembali duduk di sebelah Zara.
Lucifer memperhatikan Zara yang tersenyum kikuk. Tiba tiba Lucifer tersenyum kemudian menoleh kepada Aska.
"Aku dengar kau akan menikah, apa dia orang nya?"
Tanya Lucifer kembali menoleh pada Zara.
"Benar dia Zara, putri sahabat masa kecil ku" jelas Aksa pelan.
"Sangat cantik" Puji Lucifer.
"T-Terimakasih... " Zara semakin gugup tiada tara.
"Kau mengingat kan ku akan seseorang yang sudah lama tidak ku temui" secara spontan Lucifer berkata.
"Ya, dan mata kalian sangat mirip kurasa!" Lanjut nya lagi."Tidak pak, mata Zara sangat mirip dengan mu, Zara mereka hanya mirip hidung dan beberapa hal yang tidak di bisa disebut kan" Jelas Aska membuat Lucifer terkejut. Benar yang dikatakan Aska. Tapi bagaimana mungkin aksa Aksa tau tentang dia?_Lucifer membatin.
"Apakah anda percaya Zara putri anda?" tanya Aska membuat jantung Zara semakin kencang berdetak.
Lucifer tak membantah, ia memang merasa begitu dekat kepada Zara meski baru bertemu dan Lucifer tidak bisa menafik kan kenyataan bahwa Zara memiliki wajah yang agak mirip dengan nya terutama bola mata zara. Secara keseluruhan wajah Zara seprti perpaduan diri nya, Lucifer dengan seseorang di masal lalu nya.
Jangan jangan_
"Kau putri nya lilith? Apa teman masa kecil mu bernama lilith" Tanya Lucifer pada Zara kemudian kepada Aska.
Kedua nya mengangguk serempak, seolah mereka telah menghapal scrip.
"Jadi kau putri ku? Lilith meninggalkan ku karena hamil, dia takut merusak reputasi ku kemudian menghilang bagai ditelan bumi! " jelas Lucifer bersemangat.
Tangan nya bergetar, ia terharu bahagia akhir nyaperjuangan nya tidak sia sia.
"Di mana ibu mu?" tanya Lucifer cepat.
Aa
"Dia sudah meninggal 2 tahun setelah melahirkan Zara!" Jelas Aska menjawab pertanyaan untuk Zara karena ia tau Zara tak akan bisa menjawab nya.
"Meninggal?" Lucifer yang berdiri bersemangat tadi kini sudah kembali terduduk di kursi nya.
"Ya, Zara menjadi anak angkat ku sejak berusia t tahun!" Jelas Aska lagi. la tak mau bertele tele yang pasti nya Kan membuat Zara semakin cemas.
"Anak angkat? Jadi kau menikahi anak angkat mu?" tanya Lucifer mengerut kan kening.
"Kenapa tidak? Dia tidak terikat darah dengan ku karena aku yakin dia bukan anak ku!" Jelas Aska yakin padahal tes DNA masih belum di ambil. Tapi mendengar cerita Lucifer ia yakin Zara nya bukan anak kandung Aska dan lilith.
Lucifer menoleh pada Zara yang menunduk semakin dalam, ia takut ayah yang di harap kan nya malah menghina nya karena terlalu murahan.
"Pertanyaan saya simple, anda ingin mengambil Zara sebagai putri anda atau tidak? Karena aku harus mengeluarkan Zara dari kartu keluarga ku, jika tidak mau aku akan mencari orang tua angkat yangbaru untuk Zara agar dia punya pendamping saat pernikahan nya nanti." Jelas Aska tegas.
Lucifer terdiam sejenak, hatinya sangat bersedih atas berita kepergian kekasih masa lalu nya. Hingga ia tak bisa merespon apa pun dengan cepat. Ia berfikir entah apa yang di fikir nya, kepala nya kosong untuk memberi jawaban sekedar ya atau tidak.
Namun secara naluri tentu saja dia mengingin kan putri nya, putri yang menyimpan darah nya. Darah nya mengalir di tubuh gada mungil yang sangat cantik di hadapan nya ini.
"Baik lah, seperti nya anda tidak mengingin kan Zara kalau begitu kami_"
"Tunggu dulu, saya akan mengambil hak atas Zara.!"
Lucifer berkata tepat di saat Zara akan berbalik pergi.
"Meskipun anda mengambil hak atas Zara, bukan berarti Anda bisa mengubah semua tatanan hidup Zara, terutama pernikahan kami!" Ujar Aska menusuk tajam.
"Tidak tidak... Aku tidak masalah kalian menikah, tapi aku ingin bersama Zara lebih lama, boleh kan aku membawa nya pulang?" Tanya Lucifer ragu. la tak pernah seragu ini sebelum nya.
"Tidak! " Jawab Aska cepat."Kenapa?" Tanya Lucifer tak kalah cepat nya menyahut penolakan Aska.
"Zara sudah punya anak, anak kami sedang sakit!" Aska berkata santai.
"Anak? Kalian sudah punya anak?" Kepala Lucifer benar benar pening dengan kenyataan yang datang kian bertubi-tubi dan tidak masuk akal.
Zara berjalan menuju Lucifer, lalu tersenyum lembut
seprti biasa.
1
"Bagaimana aku memanggil mu? Ayah? Papa? Dady?" Tanya Zara menatap Lucifer.
"Call me dady!" Ujar Lucifer.
"Oke dad, senang bertemu dengan mu, tapi Zara sudah punya anak bersama dia aska, dalam kata lain dad sudah punya cucu. Mereka sangat mengemas kan jika dad ingin bertemu!"
"Mereka?"
"Kembar! "cela aska. Kemudian di angguki Lucifer tanda mengerti.
"Apa dady boleh bertemu keluarga angkat mu selain aska! Aku juga ingin bertemu dengan cucu ku."
Zara mengguk.Ke 3 nya kini sudah di mobil masing masing masing, Zara bersama aska di dalam mobil. Meski pun ayah kandung aska tetap saja protective terhadap Zara yang di tawarkan satu mobil dengan Lucifer.
"Setelah ini, kita tidak butuh tes DNA sialan itu. Kita akan menikah dan punya baby lagi bagaimana?"
"Anu-paman... Kata dokter angga Zara tidak di anjurkan hamil, maaf Zara mengecewakan paman!' Zara menangis.
Beruntung lampu merah hingga mobil harus berhenti.
Tak masalah sayang, si kembar sudah cukup aku
hanya berencana menambah tidak memaksa!"
"Tapi paman sudah berencana!" Tangis Zara keras.
"Tidak semua rencana harus terlaksana! Aku mencintaimu Zara! " Aska memeluk Zara erat.
Titt...
Suara klakson mobil dari arah belakang terdengar emosi.
"Paman lampun nya hijau!"
__ADS_1
"Hah?"Keluarga besar carney duduk di ruang tamu penting, tentu saja penting karena dia adalah penyumbang benih yang menghasil kan zara yang sebentar lagi akan menjadi menantu di kediaman Carney.