
"Aska.. Zara itu anak kandung mu...!"Berjam jam, aska duduk di sisi kanan tempat tidur, duduk menyandar dengan tangan kenana yang senantiasa mebgelus lembut mahluk indah yang sangat ia cintai.
Terkadang ada rasa takut di hati aska, meski ia sangat yakin zara bukan anak kandung nya, ia masih meragu. Takut akan kehilangan sosok zara dalam hidup nya.
Kepala yang di elus nya bergerak pelan, aska menoleh
bersamaan dengan zara yang juga menoleh pada nya.
"paman?!" panggil nya dengan sura serak khas bangun tidur.
"kau bangun!" sapa aska membantu zara berbalik arah.
agar menghadap nya.
"hem... Kenapa paman tidak tidur?" tanya zara memeluk pinggang aska mesra.
"aku?"
"hem!" jawab nya dengan kepala mengadah menatap aska.
"aku sedikit khawatir!" jawab aska tulus mengusap pelipis zara dengan lembut menyampaikan rasa cinta nya lewat sentuhan.
"give me kiss!" ujar zara menaikkan posisi dagu nya
sebagai isyarat cium aku sekarang."ha?" aska kaget mendengar permintaan tiba tiba zara.
"give me kiss!" ulang zara kali ini suara terdengar menuntut dan sedikut memaksa.
"kau tak mau?" tanya zara sedih.
"tidak... Aku bukan tidak mau!" ralat aska cepat sebelum terjadi kesalahpahaman antara ia dan zara.
"lalu?!"
"apa kau tidak khawatir mengenai tadi siang?!" aska menatap serius pada zara yang maaih mencebik kan bibir.
"tidak!"
"lalu kenapa kau pingsan tadi siang?" tanya aska serius.
"aku tidak pingsan!" jawab zara santai.
"hah? Tapi kau pingsan lama sekali!"
"sungguh aku tidak pingsan!" zara merubah posisi nya dari berbaring mengahadap aska kini duduk di pangkauan aska. Tangan nya mengalungi leher aska.
"aku tidak pingsan, tapi pura pura pingsan. Kau tau, aku sangat kaesal melihat wanita aneh itu. Aku yakin dia akan membawa masalah untuk kita!""jadi kau pura pura pingsan untuk mengambil alih perhatian ku? Lalu kenapa tidak bangun saat di kamar?"
"paman memang yang palin pintar!"
Cup...
Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir aska setelah kalimat pujian dari zara.
"aku tidak bangun karen tertidur dalam gendongan paman! Kau tau... Sangat nyaman saat di gendong oleh paman!" sekali lagi gadis itu memuji tapi kali ini ia tak mengakhiri dengan kecupan. Ia hanya menunduk melukis asbstrak di dada aska.
"menggod ku hem?!"
"tidak!" jawab zara menarik tangan nya lalu kembali mengalungkan nya di leher aska.
"aaron mengirimkan file lewat email pada ku tadi!" aska memberi tau.
Tangan keras nya bergerak mengelus rambut zara dengan sayang.
__ADS_1
"apa kata nya? Pasti bilang aku ****!" jawab zara asal.
"heh!" aska menjawil hidung zara gemas."sejak kapan kau sangat percaya diri sekali hem!" tanya aska setengah tertawa.
Zara mendekat, berbisik di teling aska.
"sejak, seorang gadis di gagahi oleh ayah angkat nya saat ulang tahun nya yang ke 17, di pantai lagi!" ucap zara dengan nada nakal yang ingin menggoda aska.
Tujuan zara hanya satu, ia ingin mengalih kan perhatian aska agar tidak terlalu khawatir mengenai ucapan wanita aneh tadi siang.
Haya perlu tes DNA hanya perlu menunggu waktu 3 sampai 4 hari. Selesai. Zara sangat yakin bahwa aska bukan ayah biologis nya, karena tak satu pun yang mirip dari mereka.
"dengar zara... Aku akan membunuh aaron jika dia mengatakan hal itu!" ujar aska menepuk kening zara pelan.
"maka kau akan kehilangan tangan kanan mu untuk kedua kali nya!" ucap zara. Tangan kiri zara mulai merambat mengelus dagu aska.
"apa aaron membicarakan kan aku?" tanya zara dengan mata tak pindah daro rahang keras aska.
"ya!"
"dia bilang apa?""di bilang kau tidak mungkin anak andrean dan zoya karena andrean mandul!" jawab aska dengan wajah suram bercampur cemas yang kian kentara.
"memang, bunda zoya bukan ibu kandung ku!" jawab zara enteng.
"hah?"
"zoya emerelda bukan ibu kandung ku, dia orang tua angkat ku!" jawab zara tenang.
Jika zara sanagat tenang, berbanding terbalik dengan aska yang semakin cemas dan aura nya terasa kian memburuk.
"jadi kau anak ku?" tanya aska tiba tiba.
"tentu saja tidak!" jawab zara lagi lagi dengan nada enteng.
"paman banyak tanya sekali, kata bunda mama ku itu adalah lilith di_"
"lilith?" spontan aska sesikit berteriak.
"ya, itu nama ibu biologis ku!"
"jadi kau benar benar putri ku. Hanya ada dua kemungkinan kau bukan anak andrean karena ia mandul, dan satu satu ny pilihan hanya aku. Akupernah bangun tanpa pakain bersama lilith tepat sebelum dia hamil!" jelas aska panjang lebar.
10
Wajah aska kian suram, harapan nya kian terbentur oleh kenyataan dari masa masa gelap yang sempat iaupakan.
"kau bukan ayah ku! Apa kau tudak mengerti!" teriak zar tepat di muka aska menyampaikan rasa frustasi nya terhadap kekhawatiran aska.
"ba- bagaimana kau sangat yakin?!"
"look my eyes, mata mu abu abu, apa warna mata lilith itu? Apakah coklat seprti mata ku?" tanya zara berapi api.
"tidak, mata nya biru cerah!" jawab aska menatap zara dengan perasaan yang perlahan lega.
"jadi apa menurut mu kau dan lilith di satu kan maka
mata ku akan jadi coklat? Itu mustahil!"
"so... Give me one kiss!" lagi lagi zara meminta keinginan nya yang sempat tertunda.
"bagaimana kalau_hmp!"
Pertama kali nya aska di bungkam oleh zara lewat ciuman. Menuntut dan terkesan terburu buru.
__ADS_1
"ah..." zara mengakhiri sesi ciuman nya denganmenghembuskan nafas nya lelah.
"masih menganggap ku anak mu?" zara mengusap pipi aska perlahan menennagkan aska.
"kau nakal sekali!" kesal aska menjawil hidung zara lalu ******* bibir zara penuh dengan rasa lega dan
rasa yakin.
"meski pun kau ayah biologis ku, aku tidak peduli, aku akan menika dengan mu!" ucap zara di sela gerakan aska yang menghujam milik nya. Mereka bercinta.
3
"apa kau akan tetap memperjuangkan kan ku nanti?" tanya zara mengelus wajah berkeringat aska yang masih bergerak mengisi nya.
"sure...ah..." aska berhasil keluar, lalu berbaring di sebelah zara yang kini saling berhadapan.
"apa yang akan kau laku kan saat hasil dna nya adalah positif aku anak mu?" tanya zara menikmati elusan di rambut nya bersamaan dengan sisa percintaan yang masih meremangi tubuh zara.
"aku tetap akan menikahi mu, akan ku palsu kan dokumen, aku tidak peduli!" jawab aska yakin dan percaya diri.
"kau tak perlu lakukan itu!" zara meraih tangan aska yang mengusap kepala nya, lalu menjauh kan dari kepala."aku tetap akan menikahi mu, akan ku palsu kan dokumen, aku tidak peduli!" jawab aska yakin dan percaya diri.
"kau tak perlu lakukan itu!" zara meraih tangan aska yang mengusap kepala nya, lalu menjauh kan dari kepala.
"kenapa?" tanya aska mulai khawatir.
"kau memang tak perlu lakukan itu karena aku memang bukan anak mu!" kesal zara mengecup singkat bibir aska.
"ngomong ngomong si kembar tidur dengan siapa?"
tanya zara menoleh pada boks bayi yang kosong.
"baru menyadari nya? mereka di kamar mama!" jawab aska kembali mengusap kepala zara namun kembali di ambil oleh tangan zara.
"ada apa?" tanya aska.
"ayo lanjutkan yang tadi!"
"are you sure?"
"yeah!"Pertempuran antara zara dan aska berakhir di jam 3 pagi, kini kedua nya duduk berendam di dalam bathub yang penuh akan buih sabun.
Zara duduk di pangkuan aska, dengan posisi memunggungi, sedangkan aska mengusap punggung zara dengan sabun.
"tidak akan bercerita?" tanya zara zara menoleh ke belakang nya, satu tangan nya meraih wajah aska lalu mengecup nya sekilas.
"apa?" tanya aska balas mengecup puncak kepala zara.
Tangan aska melingkari perut zara, ia menyander di bahu ringkih zara menghirup aroma zara dalam dalam.
"tentang kau dan ibu ku"
"kau yakin ingin mendengar nya?"
"why not?"
"kau ingin tau yang mana dulu?"
"tentang diri mu, aku merasa kakek dan nenek tidak mirip diri mu!"
"good girl, aku memang anak angkay keluarga carney."jawab aska mengusap dada zara.
"bagaimana bisa, cerita kan!""baik lah, dulu itu...
__ADS_1
Flash back