
Saat itu aku sedang ada di rumahnya. Tiba-tiba tamu tak di undang datang, seorang laki-laki paruh baya entah siapa, tak pernah ia kenalkan padaku namun ia tahu password rumah Kenan. Saat ia masuk rumah, Kenan memintaku masuk ke kamarnya, tampaknya seperti ia ingin menyembunyikan aku darinya. Pria paruh baya itu sempat melihatku, dan kami sempat saling menganggukkan kepala tanda ramah sebelum aku di sembunyikan di kamarnya.
Aku tak mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi mereka berbicara cukup lama. Aku merasa bosan dan iseng-iseng mulai menelusuri kamarnya. Ini pertama kalinya aku masuk ke dalam kamarnya, biasanya aku hanya melihat sekilas ketika ia membuka pintu dan masuk ke dalam kamar ini. Kali ini aku melihat kamarnya dengan jelas dan benar-benar tertata rapih. Sampai tanpa sengaja aku menekan sesuatu yang membuat pintu ruangan lain terbuka. Seperti pintu rahasia karena tak seperti pintu pada umumnya. Awalnya ku pikir hanya lemari tempat menyimpan pajangan-pajangan.
Karena penasaran aku masuk kesana, lalu aku di kejutkan dengan 5 foto wanita muda yang umurnya mungkin sama denganku. Ke 5 wanita itu adalah orang-orang yang ada dalam mimpiku. semuanya dicoret silang. Hanya satu yang tidak ada coretan dan itu adalah aku. ada angka-angka unik yang tertera di bawah masing-masing foto. Dibawah fotoku ada angka yang tak asing bagiku 120618. Namun ada angka unik lainnya.
Saat melihat-lihat aku terkejut karena tiba-tiba Keiki datang menghampiriku.
"Bagaimana bisa kamu masuk ke ruangan ini?"
Ungkapnya.
Aura dingin darinya itu datang lagi. Ia terlihat menahan amarah.
"Aku...
gak sengaja megang itu... dan ruangan ini kebuka" Jawabku gugup sambil menunjuk ke arah tombol yang membuat pintu rahasia terbuka.
la menatapku tajam, pandangannya lain dari biasanya.
"Udah malam, Aku pulang dulu ya " Ucapku mencoba melarikan diri darinya.
Dia tak menawarkan tumpangan untuk pulang, tak seperti biasanya. Sepertinya dia benar-benar marah.
Aku pulang naik taksi dan ternyata Kenan mengikutiku dibelakang menggunakan mobilnya.
Aku merasa takut, curiga dan khawatir padanya. Apa maksud dari foto-foto yang ia pajang di ruang rahasia miliknya. Dan untuk apa ia mengikutiku.
Aku meminta supir taksi untuk mempercepat berkendara, pikiranku terlalu buruk saat ini padanya setelah melihat foto-foto itu.
__ADS_1
Turun dari taksi segera ku masuk rumah, mengunci pintu lalu menghubungi satpam kompleks untuk berjaga-jaga di sekitar rumahku.
Hingga pagi tak ada yang terjadi, aku masih baik-baik saja. Dan setelah kupikirkan mungkin Kenan hanya ingin memastikanku tiba di rumah dengan selamat.
Keesokan paginya dia datang menjemputku ke rumah untuk pergi bersama ke Kampus. Seolah tak ada yang terjadi semalam, ia bersikap ramah seperti biasa.
'Maaf tentang semalam, aku gak sengaja ... "
Ucapanku tiba-tiba dipotong Kenan.
Sore ini kita jalan kemana?
Mau nonton?" Ucapnya mengalihkan pembicaraan.
Aku ingin bertanya mengenai foto perempuan-perempuan yang ia pajang di ruang rahasia itu. Namun Kenan seolah enggan membicarakannya. Setiap kali aku membicarakan soal semalam dia selalu mengalihkan pembicaraan lagi dan lagi.
"Aku melihat mereka dalam mimpiku " Ungkapku padanya.
Seketika ia memberhentikan mobil tiba-tiba.
Dia sudah tahu bahwa aku pernah bermimpi panjang yang didalam mimpiku banyak hal yang menjadi nyata dan aku juga sudah diceritakan tentang dia yang sering curhat padaku ketika aku sedang koma dulu.
Ada kucing lewat barusan,
Maaf, kaget ya " Ucapnya.
"Hati-hati" Balasku.
Walaupun aku tahu tidak ada kucing yang lewat.
__ADS_1
Aku tahu saat itu ia sedang marah. Dia tak mau menjawab atau membahas kejadian semalam.
Untuk kedua kalinya aku melihatnya marah seperti itu. Pertama ketika ia melempar vas bunga, dan hari ini ia melampiaskannya pada mobil.
la marah padaku, tapi ia melampiaskan kekesalannya pada barang-barang.
Aku tak ingin emosinya tak terkontrol. Aku tak tahu apa yang akan dilakukan seorang psikopat ketika marahnya tak terkendali. Kami hanya berdua dan ia sedang menyetir, aku takut terjadi sesuatu, untuk itu aku memutuskan untuk tak membicarakan kejadian semalam lagi. Kami berkendara dengan tenang.
Tiba di Kampus kami turun dari mobil. Seperti biasa dia membukakan pintu mobilnya untuk kemudian kami berjalan bersama, ia juga menggenggam tanganku seperti biasanya. Hal yang berbeda dari biasanya adalah ia tak menggenggam tanganku di dalam mobil, karena biasanya meskipun kami hanya berdua dia tetap menggenggam tanganku dimanapun kami bersama. Namun kali ini ia hanya ingin menunjukkan kemesraan kami di depan orang-orang.
la marah karena aku membahas kejadian semalam. padahal pagi tadi sebelum ku membahas peristiwa semalam, ia sudah bersikap hangat.
Aku mencintainya, tapi aku mulai takut padanya. Marissa, Ochi, Elka, Rani adalah wanita yang ada dalam mimpiku. Foto mereka terpajang di ruang rahasia di rumah Kenan. Dan aku termasuk yang dipajang fotonya di ruangan itu.
Mereka diberi tanda silang kecuali aku. Dan apa maksud dibalik angka-angka yang tercantum di masing-masing foto itu.
Yang paling kuingat adalah angka " 120618 " Itu password rumahnya, tanggal jadian kami dan entah apa arti lain dari angka itu baginya. Aku melupakan janjinya ketika ia bilang akan mengatakan arti angka itu baginya setelah aku memberikan jawaban pengakuan cintanya. Aku lupa bertanya dan baru mengingatnya lagi setelah melihat angka itu tercantum dalam fotoku yang ada di ruang rahasia rumahnya.
-
-
-
-
-
TBC
__ADS_1