Psycopat (Tamat)

Psycopat (Tamat)
Pacar ?


__ADS_3

Hari itu sepulang kuliah ku diajak jalan olehnya. Seperti hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang pada umumnya yang sedang pedekate, kami pergi makan lalu nonton setelah itu dia mengajakku ke tempat yang sama persis dengan yang ada dalam mimpiku ketika aku sedang berulang tahun.


Taman bunga yang indah bersama hiasan lilin persis sama dengan yang ada dalam mimpiku waktu itu. Tinggal menunggu kembang api yang akan keluar bertuliskan apa, karena hari ini bukan ulang tahunku dan ini jam 8 malam bukan jam 12 malam seperti pada waktu itu.


"Kamu bilang kamu suka taman bunga, makanya aku ajak kamu kesini, indah kan?" Tanya Kenan.


Aku mengangguk.


Aku tak bercerita soal mimpiku itu padanya, aku hanya mengikuti alur setiap hal yang akan kami lakukan. Dan.... Kembang api pun muncul bertuliskan..


"I love U Erata Carata"


la tersenyum menunjukkan kembang api itu padaku, ia menggenggam tanganku lalu menyatakan cinta padaku dan bertanya apa aku mau jadi pacarnya.


Meski terasa de javu dengan suasana itu, namun aku tetap terkejut karena kali ini bukan surprise ulang tahunku, kali ini ia memintaku menjadi kekasihnya.


Aku bingung harus memberikan jawaban apa. Aku memang mencintainya, tapi aku takut tentang dirinya. Peristiwa dalam mimpiku terus terjadi walaupun dengan kondisi berbeda. Meskipun aku mencintainya, aku jadi ragu untuk jadi kekasihnya.


"Ken..." Ungkapku


Kenan menatapku menantikan jawaban dariku.


"Aku butuh waktu untuk berpikir" Jawabku.


"120618" Ungkapnya.


"Hah?" Tanyaku bingung.


Kenapa dia tiba-tiba mengucapkan password rumahnya ketika dalam situasi obrolan serius ini.


"Jawab aku di tanggal itu" Ucapnya.


Dia begitu tegas, tak memberikan waktuku berbasa-basi mencari alasan untuk menunda memberikan jawaban dari pernyataan cintanya.


Aku tak bisa berkata-kata selain mengiyakan permintaannya untuk memberikan jawaban ditanggal itu.


Dalam mimpiku, 120618 itu adalah tanggal jadian kami. Apakah aku benar-benar siap untuk menjadi kekasih dari seorang psikopat ditanggal itu, atau aku hanya akan menolaknya saja. Tapi aku tak sanggup untuk menolaknya, karena hatiku telah terjerat oleh cintanya. Opsi lainnya aku bisa memberikan jawaban ditanggal lain. siapa tahu jika aku mengganti tanggal, situasi buruk dalam mimpiku tak terjadi dan berubah ke keadaan yang lebih baik.


Waktupun berlalu begitu cepat hingga tiba di tanggal 120618. Di hari itu aku menghindarinya dengan tak memberikan kabar, tak kuliah dan pergi keluar kota. Aku berniat untuk menunda jawaban.

__ADS_1


Namun sialnya dia malah menyusulku keluar kota, entah ia tahu dari mana, tiba-tiba dia ada di depan mataku. Padahal aku tak memberitahukan kepergianku pada siapapun selain Ira, dan Ira juga sudah berjanji untuk tidak memberitahukan keberadaanku pada siapapun.


"Er... Kamu ngapain jalan-jalan sendirian disini?" Tanya Kenan.


Iseng aja" Jawabku sederhana.


"Tau dari mana aku di sini?" Tanyaku.


"Aku taruh chip dilehermu" Jawabnya.


"Hah?" Balasku bingung.


Kenan tersenyum..


"Becanda.. Ira ngasih tau" Jawabnya.


Aku kesal pada Ira, padahal sudah kuperingati untuk tak memberitahu siapapun, tapi malah memberitahu orang yang paling ingin ku hindari di tanggal ini.


Karena aku bertemu dengannya mau tak mau aku jalan berdua dengannya. Aku berusaha menghindari obrolan yang mengarah pada pernyataan cintanya yang harus ku jawab hari ini.


Seharian kami jalan bersama. Makan, ngobrol, melihat pemandangan yang indah.


Hingga obrolan kamipun mau tak mau mengarah kembali ke pernyataan cintanya lagi.


"Iya, memang tak seharusnya kamu bolos terus nyusul aku ke sini" Jawabku.


"Aku kesini untuk menjaga janjimu, Aku gak mau kamu jadi orang yang tidak menepati janji." Ungkapnya.


Mendengar hal itu, aku jadi tak enak hati. Dia rela menyusulku kesini agar aku menepati janjiku. Karena jika dia tidak datang menyusulku, aku hanya akan menghindarinya dan akan sulit dihubungi olehnya. Setidaknya aku akan memberikan jawaban besok.


Hari-hari sebelumnya aku sudah berusaha memberikan jawaban bukan di tanggal 120618, namun Kenan menghindari jawabanku. Ia begitu teguh pada pendiriannya untuk agar aku menjawabnya di tanggal itu.


"Kenapa harus hari ini? Bisa tunda besok saja?" Tanyaku.


"Kalo tidak hari ini, tidak ada lagi hari lain" Jawab Kenan tegas.


"Sebelum itu, aku ingin tahu alasan kamu memilih tanggal ini, Tanggal itu sama dengan password rumahmu .Apa ada arti penting dari angka-angka itu?" Tanyaku.


"Aku akan memberitahumu setelah kamu memberikan jawaban" Jawabnya.

__ADS_1


Suasana hening sejenak hingga akhirnya aku mulai berbicara lagi.


"Ken...


Aku gak bisa ngasih jawaban hari ini.."


Aku belum menyelesaikan perkataanku, Kenan memotong.


"Artinya kamu menolakku?" Ucapnya.


"Bukan seperti itu.." Balasku.


"Aku udah bilang, tidak ada hari lain" Jawabnya.


"Tapi.. Ken..." Ucapku terpotong lagi oleh perkataannya.


"Oke.. aku udah tahu jawabannya,


Makasih untuk hari ini, Kamu lanjutkan perjalananmu sendiri ya" Ucapnya.


"Ken... Mau kemana?" Tanyaku.


la berlalu pergi meninggalkanku. Ia berpikir aku menolaknya, tapi aku tak bermaksud seperti itu. Aku hanya tak ingin menjawabnya hari ini.


Aku diam saat dia pergi, tak mengejarnya. Aku bimbang harus melakukan apa.


Sejam setelah kepergiannya aku menelponnya, namun nomornya tidak bisa dihubungi. Kemungkinan dia sedang di pesawat untuk pulang kembali.


Rencana awalku akan pulang besok siang, namun semua berantakan sejak kedatangan Kenan hatiku dibuat kacau karenanya.


Aku memutuskan untuk pulang hari ini juga mencari penerbangan paling cepat agar bisa kembali pulang dan menemui Kenan


-


-


-


-

__ADS_1


-


TBC


__ADS_2