Psycopat (Tamat)

Psycopat (Tamat)
(6)


__ADS_3

*hey tampan!" sebuah elusan jatuh di paha keras seorang pria dengan wajah kaku dan datar yang sedang duduk di sofa ruangan VVIP.


"bukan kah aku bilang 4 mata?" pria yang sedang di goda itu bertanya pada teman nya yang sedang asik bercumbu dengan wanita lain nya.


"yah... Maaf kan aku... Aku kira kau membutuhkan nya!" kekeh sang teman nya.


"kau bebas memiliki nya. Terserah mau kau apa kan!" teman nya kembali melanjutkan kan ucapan nya.


Pria itu menghela nafas sejenak, sebuah senyum smirk terukir di wajah tampan nya. Sang wanita tersenyum girang mendapat senyuman pria itu.


"tunggu aku di luar ya?"


"enggak ahh, aku kan mau main sama kamu!" dia menjelas kan sambil mendesah. tangannya mengelus kenjantanan pria.


"sebentar saja, setelah nya aku akan membawa mu bermain di rumah ku bagaimana?" pria itu mencoba bernego.


Bibir merah menggoda itu merekah senang.


"promise?" sang wanita meyakinkan.


Sebuah anggukan terlihat. Teman pria itu berbisik pada wanita nya, dan kedua wanita itu pergi meninggalkan ruangan.


"jadi kenapa kau mengajak ku kemari?" wajah pria itu kembali kaku dan datar*.


..."hohoho...Aska, kau jangan tegang begitu. Aku hanya ingin memberikan ini!" teman nya menyodorkan sebuah map berwarna merah....


...*Aska mengangguk kan kepala nya, membuka halaman pertama map....


...Map itu berisi data orang yang berkemungkinan mengetahui identitas rahasia nya*....


...*****...


"bagus aron, kau memang selalu bisa ku andal kan!" .sebuah senyuman terukir senyum itu menggambarkan kemenangan di wajah Aska.


"kau tau, pria ini mengincar gadis kecil mu!" gumam aron menyodorkan sebuah foto seorang pria berambut hitam legam dengan kulit sawo matang.


"Nama nya glen, dia mulai mencari informasi lebih lanjut tentang mu.


Ingat ibu Zara seorang agen, dan seorang pria yang kau habisi kemarin malam juga agen yang bertugas memata matai mu. Dia mengait - ngaitkan nya." jelas nya menyandar pada kursi sofa.


"sepertinya aku harus membersihkan kekacauan itu!" kekeh nya menyesap vodka penuh nikmat.


"info yang ku dapat para pemimpin penyelidikan sudah menghentikan penyelidikan tentang zoya sejak setahun setelah kejadian tapi..." aron menguntungkan kalimat menyesap wine nya.


Aska terkekeh mengangkat vodka nya tinggi ke udara.


"heh, dan dia masih menyelidiki secara diam diam. Dia menaruh hati pada zoya!" gumam nya menyesap vodka nya lagi.

__ADS_1


Kedua nya terkekeh geli. Membayangkan betapa gila nya pria bernama glen itu yang mencari info tentang diri nya.


"Zara sebentar lagi berusia 16 tahun kan? Dia pasti tumbuh menjadi gadis yang cantik dan menarik."


aron menlirik kearah Aska yang menegang di tempat nya.


"aku akan bermain hari ini." gumam Aska bangkit dari duduk nya.


"hehe sampaikan salam ku pada Zara!" ujar melambaikan tangan nya," dan jangan lupa besok kita ke Swiss, penerbangan mu jam 10 pagi!" pekik aron mengingatkan Aska.


Aska melambai sebagai isyarat bahwa ia mengerti.


Aska berjalan melewati meja bartender, melirik wanita yang tadi menggoda nya.


"kenapa tidak memanggil ku!" wanita itu bergelayut manja.


"ayo, kita bermain!" ajak Aska dengan senyum smirk menggoda nya.


"ahh.. Aku tak sabar menanti nya!" wanita itu mendesah menggoda.


"aku punya permainan baru dan menyenangkan kau mau?" Aska bertanya dengan senyum yang menjanjikan.


"yes sir, Im yours!" jawab wanita itu.


Wanita itu mulai membayangkan permainan apa saja yang akan ia lakukan bersama si tampan Aska, bayangan ia berteriak nikmat di bawah tubuh kekar dan keras Aska berseliweran di kepalanya.


"aku menanti nya!" gumam wanita itu kegirangan.


Setengah jam kemudian mereka Tiba di sebuah rumah di tepi kota. Rumah kosong berwarna putih keseluruhan dinding. Lantai nya berwarna merah. Rumah itu tidak terlalu besar, hanya 1 kamar tidur, 1 gudang dan 1 ruang tengah yang merangkap sebagai dapur. Rumah itu tidak bertingkat.


Seram


Kata pertama yang melintas di benak wanita itu. Namun hayalan erotis melintas meniadakan rasa gamang nya terhadap rumah itu.


"apa ini rumah mu?"tanya wanita itu.


Aska tak menjawab, ia menekan saklar lampu.Begitu lampu di hidupkan, ruangan indah penuh dengan properti mahal bertebaran seisi ruangan.


"ini rumah bermain ku!"


Aska melepaskan kemeja nya, lalu memeluk wanita itu, dan berbisik.


"welcome to my world!"


...###...


Gilang masih tersenyum menatap punggung Zara yang semakin menjauh. Gadis itu telah mengambil alih hati nya.

__ADS_1


Katakan ia lebay, namun ini adalah nyata.


Gilang seorang play boy, jatuh hati pada seorang gadis. Mengejar gadis itu dan menyandang status jomblo sejak setahun yang lau.


Gilang tak sengaja bertemu dengan Zara. Ketika itu mereka masih duduk di kelas 1. Belum ada satu semester cap playboy sudah tersemat di dada nya. Zara terburu buru, ia berlari di koridor karna ia terlambat masuk kelas. Padahal istirahat sudah berakhir 5 menit yang lalu.


Bruk...


Zara menabrak gilang yang ingin membuang sampah. Zara terduduk di lantai dan kertas fotokopi tugas nya berserakan di lantai. Zara memungut kertas nya, segera bangkit dan kembali berlari sambil mengucapkan maaf sekali lalu.


Jangan harap ada adegan tak sengaja bersentuhan tangan lalu adegan slow motion saling berhadapan dan diakhiri jatuh cinta pandangan pertama. Tidak ada.


Gilang mulai mencari Zara. tak sulit, karena gadis itu populer.


Lalu suatu hari gilang mengungkapkan perasaan nya nada Zara, sore itu ketika pulang rapat osis.


"maaf gi" satu kata yang terucap dari mulut Zara.


Sedih? Tentu saja.


la benar benar mencintai gadis itu. Tapi ia bisa apa. la tak mungkin memaksa kan kehendak nya. Karena alasan Zara menolak nya karena Zara sudah punya orang yang di cintai.


Sejak hari itu mereka berteman baik. Bersahabat. Meski rasa itu tak ternafik kan.


Gilang masih ingat saat kelas 2 dulu. Pertama kali nya ia mengantar Zara pulang. Ketika itu mereka sedang di rumah sakit menjenguk teman sakit, lalu hujan turun sehingga mereka takbisa di pulang. Alahasil mereka saat hujan mulai reda sekitar pukul 19 malam.


Gilang senang karena Zara mau diantar oleh nya pulang. Namun besok nya Zara sakit tidak masuk sekolah selama seminggu karena demam.


"gi?" Sebuah suara dari arah belakang Gilang menyadarkan nya dari lamunan.


"eh, ada apa?" tanya Gilang gagu.


"lo liatin apa di koridor?" tanya teman nya itu melihat kearah koridor yang di tatap Gilang tadi.


"enggak kok..!" jawab gilang berlalu masuk kedalam kelas.


..


....


....


...


"welcome to my world" suara bisikan terdengar menggoda di telinga sang wanita.


TBC

__ADS_1


see you guys


__ADS_2