Psycopat (Tamat)

Psycopat (Tamat)
Psikologi


__ADS_3

Kak Renita adalah seorang psikiater. Ia dekat dengan Keluarga Kenan, sudah dianggap seperti keluarga sendiri.


Kenan sudah dalam pengawasan kak Renita sejak kecil. Ini bermula ketika Ibunya menduga Kenan memiliki gangguan mental seperti ayahnya. Ibunya segera memeriksanya. Dan benar ternyata ia memiliki genetik psikopat.


Saat kecil ia pernah melihat ayahnya mempermainkan kucing liar, setengah menyiksa. Ayahnya tak tahu anaknya sedang memperhatikannya dibelakang, ia hanya bersenang-senang menyakiti kucing itu menikmati kesakitan kucing itu.


Kenan tidak ketakutan melihat ayahnya menyakiti binatang, ia malah tersenyum melihat hal buruk yang dilakukan ayahnya seolah ikut menikmati rasa senang yang dirasakan ayahnya.


Ibunya melihat itu begitu shock, segera memeluk Kenan dan meminta bantuan orang lain untuk menghentikan tindakan suaminya. Segera ia membawa kucing itu ke dokter hewan untuk memberikan pengobatan, ia juga segera memeriksakan anaknya ke psikiater.


Kenan sudah terdeteksi sejak kecil memiliki genetik psikopat, karena itu ibunya begitu telaten rutin memberikan perawatan mental kepadanya. Mencari berbagai cara pengobatan agar anaknya tak sampai melakukan hal gila diluar nalar kita sebagai manusia normal.


Sampai saat ini Kenan rutin melakukan psikoterapi bersama dengan kak Renita dan rekan psikiater lainnya.


Namun ibunya meninggal saat Kenan SMA kelas 1, hingga ia terkadang sengaja melewatkan jadwal psikoterapinya karena tak ada lagi yang bawel menyuruh dan mengantarnya lagi untuk pergi Ke Rumah Sakit. Dan Keiki merasa tak ada yang salah dengan dirinya.


la sesekali pergi ke rumah sakit karena mengingat perkataan ibunya.


Kak Renita lah yang menggantikan Ibunya untuk meminta agar ia datang Psikoterapi, namun karena tak tinggal serumah dengan Kenan, bila Kenan sengaja bolos, ia tak bisa setelaten Ibunya, ditambah sekarang Kenan sudah dewasa. ia lebih sulit untuk diatur.


Untuk itu Kak Renita meminta bantuanku agar Kenan lebih rajin untuk Psikoterapi sesuai jadwal yang sudah di atur.


Kak Renita tahu tentangku karena setelah Kenan bertemu denganku, dia sering menyebutkan namaku dihampir setiap konselingnya bersama Kak Renita.


Pertama kali aku bertemu dengan kak Renita di Rumah Sakit tempat dulu ku di rawat saat koma. Dia juga salah satu psikiater yang menanganiku karena aku mengalami kecelakaan. setelah koma selain melakukan terapi fisik, aku juga melakukan terapi psikis, karena dikhawatirkan aku mengalami trauma pasca kecelakaan.

__ADS_1


Kak Renita mengatakan dulu saat konseling yang sering Kenan ceritakan adalah orangtuanya terutama ibunya. Setelah kematian Ibunya, aku yang jadi sering ia ceritakan dalam konselingnya. Karena itu Kak Renita meminta bantuanku menangani Kenan dalam kehidupan sehari-hari, agar jiwa psikopatnya tidak membuatnya jadi orang jahat.


Kak Renita merasa lebih bertanggungjawab pada Kenan karena Ibunya Kenan sudah sangat baik kepadanya. Mereka sudah seperti keluarga, dan dia kini merasa sebagai walinya setelah Ibunya Kenan meninggal. Namun Kak Renita tak bisa 24 jam ada untuk Keiki karena dia punya kehidupan juga.


Menurutnya aku bisa jadi salah satu bantuan terbesar untuk membuat Kenan hidup dengan baik seperti manusia pada umumnya.


Aku tak paham kenapa ia memilihku dan percaya padaku dengan menceritakan kondisi gangguan mental Kenan padaku. Padahal aku orang asing bagi mereka saat itu.


Sewaktu kak Renita meminta bantuanku untuk berteman dengan Kenan dulu aku menolaknya bahkan tak tertarik. Di dunia ini tak ada satupun orang yang mau hidup dan berteman dengan seorang psikopat. Manusia berdarah dingin yang penuh dengan manipulatif dalam hidupnya.


Namun seiring berjalannya waktu. Setelah mempertimbangkannya, setelah mengenal Kenan lebih jauh, aku berubah pikiran. akupun menyetujui permintaan kak Renita.


Hingga akhirnya aku jatuh cinta padanya.


Entah apa yang ada dipikiran Kenan, apa ia merasakan hal yang sama sepertiku. Ataukah sikap perhatiannya padaku, kata-kata manis hanyalah manipulasi semata. Semua itu aku tak paham, aku hanya ingin bersamanya, bersama orang yang aku cintai. Walau tak ada jaminan seorang psikopat bisa sembuh, aku tetap ingin bersamanya.


"Kak, kenapa lu bilang soal kondisi mental gue ke Erata?


Bukannya gue pasien lu, Harusnya lu sebagai dokter tau kode etik. Gak bisa sembarangan ngasih tau riwayat kesehatan pasien sembarangan ke orang lain" Ungkap Kenan.


"Sebelum gue dokter lu, gue keluarga lu,


Gue pengen yang terbaik buat keluarga gue,


Nyokap lu bagi gue orang terbaik sedunia, dan dia nitipin anak tersayangnya ke gue,

__ADS_1


Gue harus jaga dong anaknya, Terlebih anaknya perlu perawatan yang berbeda,


Jadi apapun vang bisa bantu kondisi mental lu.


sekecil apapun itu, sesulit apapun itu, Gue akan coba lakukan" Jawab Renita.


"Hubungannya sama cerita ke Erata apaan?" Tanya Kenan.


"Lu terobsesi kan sama dia? Gue gak pengen dia kenapa-kenapa, Gue ngasih tau dia, biar dia hati-hati sama elu" Jawab Renata.


"Apa gue hewan buas?" Tanya Kenan dingin.


"Bisa jadi, jika tak terkendali.


Untuk itu, lu harus rutin psikoterapi, Jangan bolos-bolos lagi" Ungkap Renata.


Kenan tak mengerti apa yang salah dari dirinya. Dia merasa dirinya baik-baik saja dan tak ada yang salah dengan dirinya. kenapa dia harus rutin psikoterapi. Selama ini dia melakukan psikoterapi karena ibunya. Setelah ibunya meninggal entah kenapa kata-kata ibunya begitu penting baginya seolah harus dituruti. Adakalanya pikirannya berontak melawan makanya ia sengaja bolos psikoterapi. Meski begitu tetap saja ia merasa kata-kata ibunya begitu penting untuk diikuti, sehingga ia kembali lagi datang untuk psikoterapi.


-


-


-


-

__ADS_1


-


TBC


__ADS_2