Psycopat (Tamat)

Psycopat (Tamat)
Moment


__ADS_3

Turun dari pesawat aku tak segera pulang ke rumah. aku hanya berpikir tentang Kenan, mencari taksi untuk pergi ke rumah Kenan. Aku meminta supir taksi untuk berkendara lebih cepat, agar aku sampai ke rumahnya sebelum jam 12 malam.


Dalam perjalanan ku coba menelpon Kenan, namun tidak ada respon. Dia juga tak membalas pesan whatsapp dariku, lebih tepatnya dia belum membacanya.


Tiba didepan pintu rumah Kenan aku memencet bel untuk kelima kalinya namun tak juga ada yang membukakan pintu.


Akupun menyerah dan pasrah, mungkin ini takdirnya aku untuk tidak berhubungan lebih dari teman bersama dengan Kenan.


Saat aku membalikkan badan dari pintu dan baru berjalan tiga langkah untuk pergi dari depan rumah Kenan. Seseorang membukakan pintu.


Aku menoleh ke arah pintu dan dia adalah..


Kenan...


Aku yang redup kembali cerah.


"Er ngapain kesini?" Tanyanya heran.


la melihatku membawa koper berisi pakaian yang tadinya akan kugunakan sewaktuku ada di luar kota, namun tak jadi terpakai, karena aku pulang lebih cepat.


Aku melihat jam ditanganku dan saat ini jam menunjukkan pukul 23.55 wib.


"Masih ada waktu 5 menit lagi" Ucapku.


Kenan menatapku bingung.


"Aku mau jadi pacarmu, Ini jawabanku" Ungkapku.


Aku tak ingin melewatkan kesempatan untuk menjadi kekasihnya. Aku mencintainya itu yang terpenting bagiku saat ini.


Kenan tersenyum, aku ikut tersenyum melihat Kenan tersenyum.


Kenan menawarkanku masuk kedalam rumahnya, namun kumenolaknya, karena sudah terlalu malam. Aku memutuskan untuk pulang saja. Kenan tak membiarkanku pulang sendiri, ia mengantarkanku pulang.


Dalam perjalanan pulang kami mengobrol dan dia menggodaku tentang koper yang kubawa ke rumahnya.

__ADS_1


"Aku pikir Ira ngusir kamu dari rumah" Ucapnya sambil tersenyum.


Bagaimana tidak, orang yang tak tahu aku pulang dari luar kota pasti akan mengira aku diusir atau kabur dari rumah karena tiba-tiba datang tengah malam ke rumah temannya.


"Pliss deh Ken..!" Ucapku meminta Kenan untuk berhenti meledekku.


Karena Kenan terus meledekku aku sampai lupa bertanya mengenai angka 120618 punya arti apa untuknya.


Keesokan harinya, pagi-pagi Kenan datang kerumahku untuk pergi bersama ke Kampus.


Hari pertamaku ke kampus dengan status berbeda, saat ini aku kekasihnya. Dia juga bilang akan menjemputku setiap hari untuk pergi ke kampus. Sabtu Minggu kami habiskan waktu bersama. Seperti dunia milik berdua yang lain ngontrak hanya ada aku dan dia. Kami adalah pasangan terhot di kampus saat ini.


Hampir semua orang di kampus tahu hubungan kami. Sampai-sampai Pak Satpam dan Ibu kantin juga tahu.


Ini semua terjadi karena Kenan mengumumkannya sendiri di klub radio sampai terdengar ke seluruh penjuru kampus.


"Erata Carata semangat ya sayang belajarnya, Dari Kenan Alfaro" Ucap sang presenter radio.


Kenan yang titip pesan itu pada salah satu anggota klub radio.


Saat mendengar itu aku merasa malu sekaligus


Seusai kelas berakhir aku segera menemui Kenan.


"Ken...


Kamu iseng banget sih, Aku jadi malu, Seisi kelas ngeledek aku,


Tiap aku ganti kelas, orang-orang larak-lirik cari orang yang namanya Erata Carata" Ungkapku dengan pipi yang memerah karena malu.


"Kamu gak suka? Apa aku harus minta maaf?" Tanyanya terlihat serius.


"Aku suka, tapi aku malu sama orang-orang,


Lain kali gak usah bikin yang aneh-aneh lagi ya" Ucapku.

__ADS_1


"Apa itu aneh menurutmu?" Tanyanya.


"Bukan aneh juga sih, lebih tepatnya aku malu" Jawabku.


Dia bertanya padaku hal itu aneh atau tidak karena ia benar-benar tak tahu cara pikir orang biasa seperti kita manusia pada umumnya. Dia ingin terlihat normal


dimataku dan orang-orang. "Aku cuma pengen orang-orang tahu kamu milikku" Ungkapnya.


"Iya,, Kamu berhasil..


Semua orang dikampus tahu aku milikmu" Jawabku.


Kenan tersenyum.


Selama bersamaku dia tak pernah melepaskan gengaman tangannya padaku. Seperti ada lem yang menempel pada tanganku dan tangannya.


"Ken..


Kita mau makan gimana caranya kalau kamu megang tanganku terus" Ucapku.


Meskipun tak rela, ia akhirnya melepaskan genggaman tangannya padaku. Kami saling melepaskan genggaman disituasi seperti ini, saat sedang makan, menulis dan hal-hal lain yang menggunakan tangan. Setelah selesai ia tak mau membiarkan tanganku bebas.


Setiap hari hanya ada dia, dia dan dia. Aku hampir tak pernah hangout dengan teman-temanku lagi. Aku hanya bertemu mereka dikelas atau ketika Kenan ada kelas dan jadwal kelasku kosong. Sisanya aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengannya. Dia begitu posesif terhadapku seolah tak boleh ada orang lain yang bersamaku selain dirinya. Mungkin inikah yang dinamakan dengan obsesif dari seorang psikopat. Aku adalah sesuatu yang diinginkannya, ketika ia berhasil mendapatkanku, dia merasa aku hanyalah miliknya. Dan tak ada satupun dari orang lain yang Ungkapnya.


Setiap hari hanya ada dia, dia dan dia. Aku hampir tak pernah hangout dengan teman-temanku lagi. Aku hanya bertemu mereka dikelas atau ketika Kenan ada kelas dan jadwal kelasku kosong. Sisanya aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengannya. Dia begitu posesif terhadapku seolah tak boleh ada orang lain yang bersamaku selain dirinya. Mungkin inikah yang dinamakan dengan obsesif dari seorang psikopat. Aku adalah sesuatu yang diinginkannya, ketika ia berhasil mendapatkanku, dia merasa aku hanyalah miliknya. Dan tak ada satupun dari orang lain yang boleh menyentuhku selain dirinya. Aku diambil alih olehnya. Setiap jam dia menghubungiku mencari tahu dimana keberadaanku, bilaku terlambat merespon ada puluhan chat & miscall dinotifikasi ponselku darinya.


Awalnya ku senang dengan semua itu, dengan keposesifannya ku pikir seorang psikopat bisa jatuh cinta pada orang sepertiku, tapi semakin kuperhatikan ini hanyalah tindakan obsesif darinya dan aku seperti benda yang saat ini dimilikinya. Tak boleh ada orang lain yang mengambil barang miliknya selain dirinya sendiri.


-


-


-


-

__ADS_1


-


SEE YOU


__ADS_2