Psycopat (Tamat)

Psycopat (Tamat)
(11)


__ADS_3

Adegan balas dendam itu terekam dengan jelas di otak pintar Aska.


"setelah tubuh mu berada di tungku perapian, aku akan berhenti membunuh. Aku ingin kau menjadi yang terakhir. Kau akan menjadi alasan aku pensiun dari dunia ku. Zara emerelda!" . gumam Aska penuh tekat.


2 minggu menjelang ujian ,Zara jalan jalan ke mall sekedar refreshing dengan teman teman nya. Tentunya ia sudah izin.


Saat memasuki pekarangan rumah sebuah mobil terparkir di depan rumah nya.


Itu mobil paman!


Zara langsung melompat keluar dari mobil bergegas memasuki rumah..


"paman!" ucap Zara menghambur ke pelukan Aska. Aska hanya diam tak merespon.


"kenapa tidak membaca pesan dari ku? Kau tau aku sangat khawatir!" ujar Zara merenggut.


Aska segera menjauhkan tubuh Zara dari tubuh nya. Meninggalkan gadis itu menuju ruangan dapur.


Meja penuh dengan hidangan makan malam.


"paman yang masak?" tanya Zara terkagum kagum.


"tidak. Bibik tadi!" jawab Aska seadanya.


"Zara kira paman!" kekeh Zara menggaruk tengkuk nya tak gatal.


Dia malu sendiri. Bagaimana mungkin paman nya yang tampan ini menyentuh peralatan dapur. Ah tidak, diabahkan akan tetap tampan meski mukanya penuh dengan tepung.


Yah Zara yakin itu. Karena paman nya sangat tampan bahkan tanpa pakaian pun paman nya pasti tampan. Pikir Zara.


Tanpa pakaian?


Seketika wajah Zara merona. Ia blushing. Bagaimana mungkin ia membayangkan sang paman tetap tampan meski tak memakai pakaian?.


Zara menepuk nepuk wajah nya lalu menggeleng geleng kan kepala nya untuk mengunyah kan pikiran itu.


Bodoh.


Dia itu paman mu sekaligus ayah mu. Bagaimana mungkin aku berpikir mesum begitu? Mama maafin Zara yang mulai mesum ini ya. _ Batin zara berdoa.


Di seberang meja Zara, Aska duduk menatap heran kearah Zara yang terlihat aneh. Wajah gadis itu memerah lalu ia menampar wajah nya.


Apa yang dia lakukan?_Batin Aska bertanya.


Aska tanya dia kenapa?. _


Tidak usah. Tidak penting


Tanya Aska.Tidak usah


Batin Aska bertengkar, di tengah kekalutan itu sebuah kalimat meluncur mengintrupsi.


"kau deman atau sedang jatuh cinta?" tanya Aska akhirnya.


"t-tidak" jawab Zara cepat. Ia tidak sakit ataupun jatuh cinta. la hanya malu telah berpikiran mesum.


Aska tak bertanya lebih lanjut. Menghabiskan makan malam lalu beranjak menuju kamar nya.


"paman!" panggil Zara memeluk tangan aska


Oh astaga, dada nya lembut sekali! setan dari diri Aska bersorak bergembira.


"lepaskan!" hardik Aska. la tak mau lepas kendali dan berakhir dengan Zara di ranjang nya.


Tidak, belum saat nya.


"tidak. Paman.." Zara mulai berbicara malu malu.


"diam atau kau akan kehilangan kuku kelingking mu!"ancaman Aska tajam.


Zara memanyun kan bibir nya kesal. la tak sadar bahwa ia mengundang sesuatu yang sedang tertidur.


Ah.. Bibir itu. Aku sering merasakan nya diam diam .aku mau sekarang (Batin Aska mulai tak tahan.)


Jangan... Ingat tersisa 2 minggu saja kau akan mendapatkan nya di waktu terbaik !_sisi lain Aska menasihati.


"aku menyukai mu paman!" ujar Zara dengan senyum mengembang.


Seketika tubuh Aska menegang, la salah mengartikan kata suka yang di maksud oleh Zara.


Suka makasud Zara adalah sebagai keponakan sekaligus anak. Zara sangat menyukai Aska karena selama ini dia yang merawat diri nya.


Suka karena Aska adalah Aska.


Sedangkan di sisi lain Aska salah mengartikan. la mengira suka dalam arti kata wanita kepada pria.


Entah kenapa otak Aska menjadi balnk dan wajah nya agak memerah. Mungkin efek pertama kali mendengar kata suka yang tulus. Atau karena Zara adalah Zara?


"BERISIK!" sarkas Aska melepaskan tangan Zara.


"paman kenapa telinga paman merah?" tanya Zara. Aska tak acuh menaiki tangga, Zara mengekori.


"paman kau tau aku sangat menyukai mu karena kau adalah paman terbaik yang bisa menggantikan ayah ku sekaligus mama ku!" jawab Zara masih dengan langkah berusaha mengejar Aska yang melangkahi 2 anak tangga sekaligus.


Bruk.


Zara menabrak tubuh yang berdiri kaku di puncak tangga.


"aduh kenapa berhen_"


"kau menyukai ku karena aku paman mu? Maksud mu sebagai keponakan kepada paman nya?" tanya Aska panjang.


"wow ,akhirnya paman bicara panjang lebar !" sela Zara tanpa menjawab pertanyaan Aska.


Bagaimana tidak ini kali pertama Aska bicara lebih dari 10 kata. Ini harus masuk rekor MURI. kalimat terpanjang yang pernah di ucapkan Aska.


"jawab!" sarkas Aska kesal karena tak mendapatkan jawaban yang di inginkan."I-iya, tentu saja! Memang nya paman pikir apa lagi?" tanya Zara balik menatap sang paman.

__ADS_1


"****!" umpat Aska berlalu meninggal kan Zara yang heran dengan tingkah paman nya.


Di kamar Aska mengamuk kesal. Hampir saja ia salah paham dan memperkosa gadis itu malam ini.


Hanya gara gara kata ambigu yang di ucapkan Zara.


Atau memang Aska yang menggap nya ambigu? Lalu kenapa telinga nya merah seperti yang di katakan Zara?


Ahh... Setan kecil!! Setelah sweet seven teen kau tak akan pernah bisa sesenang itu kekeh Aska memasuki bathtub yang berisi air dingin.


Jangan lupakan Junior yang tegang saat merasakan betapa lembut dan kenyal nya dada Zara yang bergeser dengan tangan nya.


"holy ****!"Hari ini ujian terakhir berjalan dengan lancar. Zara keluar dari kelas, merenggangkan tulang belakang nya yang kaku karena terlalu lama duduk.


Zara melepas kaca mata anti radiasi nya lalu menyapa Gilang.


"gii!" panggil Zea riang.


"kenapa? Mau pacaran dengan ku? Udah telat kita udah tamat, tapi kalau kamu mau oke deh!" Gilang menyenggol lengan Zara bercanda.


"haha lucu" ujar Zara mengejek dengan nada jengah.


"kantin yuk, besok belum tentu kita bisa makan


bareng!" ujar Zara menarik tangan Gilang.


"kenapa? Besok kan masih harus ambil surat kelulusan dari sekolah? "tanya Gilang heran.


"aku sama paman ku, yang galak itu. Tapi penyang kok!" ujar Zara tersenyum.


Gilang hanya mengangguk paham. Habis sudah kesempatan nya untuk mendapatkan Zara.


Usai makan bakso di kantin kedua nya berpisah di pintu gerbang, Gilang pergi dengan mobil pribadi nya dan Zara dengan supir pribadinya yang akan pensiun mulai besok.


"apa paman sudah pulang?" tanya Zara pada si supir."belum!"


Zara menggangguk paham. Seketika wajah nyari mendung, sudah lebih dari dua minggu Aska tidak di rumah. Percakapan terakhir mereka adalah di tangga, bahkan Aska pergi sebelum sarapan, bukan sebelum Zara bangun.


Zara menoleh ke arah koper yang bergeser rapi di ruang tamu, itu pasti milik supir nya.


"kau akan pergi sekarang?" tanya Zara melihat pria itu mengangkut tas koper keluar.


"yah, tunggu lah bos akan pulang malam ini!" ujar nya bersiap pergi dengan mobil yang biasa mengantar jemput Zara.


Zara menunduk sedih.


"untuk mu, selamat atas kelulusan mu" ujar rendra mantan supir nya beberapa menit yang lalu.


"aku belum ambil surat keterangan lulus ku!" jawab Zara bingung.


"aku tau kau akan lulus. Dan kau akan mendapatkan peringkat satu!"


Seketika senyum Zara mengembang. Ia menerima kado berwarna biru itu."sampai jumpa lagi!" ujar rendra melambai.


"iya, jangan menganti nomor mu ya!" ujar Zara melambai.


Zara beralih ke sofa duduk menyander sambil menonton tv. Sesekali ia terkekeh menlihat aksi lucu spongebob yang absurd. Zara mengganti ke cahnel lain. Ternyata sedang tayang film "big hero 6" kartun lama namun sangat di sukai oleh Zara.


Zara terkekeh sendiri, lalu menguap sendiri. la mulai kantuk dan berakhir dengan tidur sendirian.


Di lain tempat, Aska baru saja pulang dari kantor nya karena besok ia akan menemani setan kecil itu mengambil surat kelulusan. Ditambah lagi ia akan di rumah selama kurang lebih 2 atau 3 hari.


Mobil Aska terparkir di depan rumah besar nan mewah. Saat melewati ruang tengah ia mendengar sura tv. la melangkah mendekati ruang keluarga diam diam.


Yang ia lihat hanya Zara yang sedang tertidur sambil menonton tv. Bukan tv yang menonton Zara tertidur.


Aska menghela nafas nya. Kini tubuh mungil itu sudahberpindah ke dekapan Aska.


Kepala itu menelusuri mencari kenyamanan di dada Aska.


Setibanya di kamar dengan nuansa putih dan Pink itu Aska menaruh Zara ke ranjang. Mengelus wajah cantik gadis kecil nya.


"besok kau akan menjadi milik ku Zara, akan ku jadikan kau pemuas nafsu ku. Persis seperti yang di lakukan oleh ayah mu pada lilith." ucap Aska mulai menggeram penuh tekat.


Namun sisi lain aska tak tega. Meski jarang di rumah tapi Zara tumbuh dalam jangkauan nya. Ada rasa iba namun termakan oleh dendam yang mendalam.


Zara meremas tangan nya gugup. Pasalnya ini kali pertama ia kesekolah bersama sang paman.


"kau kenapa?" tanya Aska tak tahan dengan kegelisahan Zara.


"aku.. Eh, Zara takut.!" jawab nyawa berusaha senyum.


...###...


Tak lama mereka tiba di aula sekolah. Seluruh siswa duduk bersebelahan dengan orang tua atau wali.


Zara gugup


Bagaimana jika ia gagal peringkat satu?. Pikiran Zara berkecamuk memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi.


"peserta ujian terbaik 1 di raih anak kami Zara emerelda!" ujar kepala sekolah semangat.


Tepuk tangan menggema. Menyadarkan Zara dari lamunan nya.


"katakan apa yang kau ingin kan!" ujar Aska.


Saat ini mereka sudah di parkiran sekolah, di dalam mobil suv hitam.


"aku ingin paman!" jawab nyaman cepat penuh semangat. Seperti biasa.


"uhuk.." Aska tersadar mendengar kata ambigu dari gadis itu.


"aku ingin jalan jalan seharian dengan paman, aku ingin ke pantai" ujar Zara menatap sang paman.


Aska mengelus dada nya. Lagi lagi gadis itu menggunakan kata ambigu yang membuat Aska salah paham.


"bagaimana kalau kita ke resort saja? Kau bisa bermain pantai tanpa di gangguan!" Aska memberi usulan. Aska senang mendengar keinginan Zara, ia tak menyangka permintaan Zara justru mempermudah aksi nya. Malam ulang tahun pergantian menuju sweet seven teen nya Zara.

__ADS_1


Zara menari nari di depan. Cermin kamar nya, jujur ia terlihat sangat memukau. Apa jika saja aku secantik ini !_gumam Zara mengelus kaca.


"bukan kah itu diri mu sendiri?" tanya Aska menatap heran gadis itu. la rasa semakin hari gadis itu mulai gila. Bahkan ia iri dengan bayangan diri nya sendiri.


"pa-paman, sejak kapan kau berdiri disitu?" tanya Zara malu.


"sejak kau menari nari dan memuji bayangan dirimu sendiri!" tukas Aska jengkel.


Zara tertunduk malu. Seperti kucing ketahuan mencuri ikan.


"Segera lah, haru sudah cukup siang!" ujar Aska berbalik pergi.


"aku sudah siap!" ujar Zara menyandang ransel jeans sport warna biru.


Mereka menggunakan mobil menuju pelabuhan lalu menaiki kapal sped bot menuju tempat yang dijanjikan Aska.


Zara yang tertidur di pangkuan Aska hanya tau satuhal.


Nyaman. Tanpa sadar Aska sangat gelisah.


"hey bangun! Kita sudah sampai!" ujar Aska membangun kan paksa Zara.


"sudah sampai ya?" gadis itu mengucek mata nya, ternyata ia sudah keluar dari kapal. Lebih tepatnya di dermaga anak.


Paman mengendong ku lagi? Ta-tadi aku tidur di pangkuan nya kan?!- Batin zara berteriak histeris kesenangan.


"ada apa?" tanya Aska melihat wajah merah Zara.


Akhir akhir ini ia sering mendapati Zara dengan muka bersemu merah.


"t-tidak, aku hanya senang. Terimakasih paman!" ujar Zara mencium pipi Aska sekilas dan berlari menelusuri bibir pantai.


Aska berjalan mengikuti gadis itu karena Zara m berlari kearah Villa.


"paman aku ganti baju pakai baju berenang boleh" tanya Zara menunjukkan sebuah baju berenang berwarna cream yang ia temukan di kamar Villa nya.


Baju yang sangat seksi, hanya berupa baju lengan pendek yang ngepas dengan tubuh karena bahan karet dan ****** ***** yang terhubung langsung dengan baju. Ditambah lagi bagian belakang nya terbuka.


"Tidak!" jawab Aska cepat.


"kenapa?" tanya Zara kecewa.


Aska tak rela berbagi dengan penjaga pantai dan bodyguard nya yang berkeliaran sekitar pantai.


"kau akan seperti Telanjang mengenakan pakaian itu, coba saja di kamar kalau tidak percaya, tapi jangan berani keluar rumah!" ancaman Aska tak main main.


"iya iya terserah paman saja. Aku akan pakai baju kaos dan celana pendek.!"


"celana nya lebih dari setengah paha!" ujar Aska menaruh pancake diatas meja.


"paman itu besar sekali!" ujar Zara dengan mata terbuka lebar.


"apa yang besar?" tanya Aska. Lagi lagi kalimat ambigu itu mengganggu fokus Aska.


"kemeja paman, aku rasa agak kebesaran!" ujar Zara meneliti dengan seksama.


"sudah lah segera ganti baju!" tegas Aska tak terbantah kan. Sebenarnya Aska gagal fokus sejak tadi. kebanyakan kata yang di ucap jan Zara terdengar ambigu.


Zara melongos pergi kekamar nya, lalu kembali dengan celana pendek berbahan ringan warna navy dan kaus putih bertulis." Naugty Girl"


Setelah makan mereka pergi ke pantai, berlari kesana kemari. Bukan mereka berdua hanya Zara yang berlari. Aska hanya duduk bermain ponsel. Sesekali memotret dan merekam wajah polos Zara.


Entah untuk apa, mungkin sebagai kenangan bahawa Zara pernah menjadi gadis polos sebelum menjadi maniak ****.


Hari mulai senja, sunset terlihat memukau. Saat matahari benar benar hilang, Zara menutup matanya, menikmati semilir angin yang menerbangkan rambut Zara yang terurai panjang.


"terimakasih paman!, kau yang terbaik!" ucap Zara menoleh pada Aska yang menatap nya.


"ayo masuk!"


Aska mengganti pakaian nya, lalu keruangan makan. la tau Zara akan menyiapkan makan malam.


"aku akan ke bar resort. Kau bila sendiri tak apa kan?"tanya Aska saat menghabiskan makanan nya.


"jangan khawatir. Aku berencana duduk di balkon sambil membaca beberapa referensi jurusan kuliah." Aska mengangguk setuju. Dan berlalu pergi.


Malam mulai larut. Tepat pukul 10 malam sebuah pesan masuk.


...Paman...


^^^Tidur sekarang!^^^


Oke


Zara melempar hp nya ke tempat tidur. Mengganti pakaiannya dengan piama kuning biru motif minions.


Lalu berbaring menyambut mimpi. Mimpi buruk atau indah? Entah lah. Ditengah tertidur Zara terbangun saat merasakan sebuah tubuh kekar menghimpit nya.


"you my mine!" ucap suara itu serak penuh penekanan.


Jantung Zara memompa cepat. la takut. Benar benar takut.


.


.


.


.


.


.


TBC


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2