
Aku secara tak sengaja bertemu dengan perempuan yang diajak jalan Kenan tempo hari, yang saat itu aku mengikuti mereka.
Dia ternyata temannya dari pacar temanku. Kami bertemu diacara makan malam untuk merayakan hari jadian salah satu temanku. Aku datang tanpa Ken menemani. Disitu kami hanya bertujuh.
Aku sesekali melirik nya ingin berbicara padanya, namun sungkan karena ada teman-teman yang lainnya. Sampai akhirnya perempuan itu Ke toilet dan aku pergi menyusulnya.
Ku tunggu depan wastafel toilet sambil ngaca untuk merias diri. Tak lama ia pun keluar dari toilet dan lanjut ke wastafel untuk merias diri juga.
"Kenapa sih lu dari tadi lirik-lirik gue mulu. Iri ya sama kecantikan gue?" Tanya perempuan itu yang baru ku ketahui namanya hari ini. Rani namanya.
"Iya, kamu cantik" Jawabku.
"Oh iya ran, aku kayak gak asing sama wajah kamu, kamu kenalannya Kenan?" Lanjutku bertanya.
"Kenan mana? Kenan Algara?" Tanyanya.
"Iya, yang kuliah di Universitas Segitiga" Jawabku.
"Lu kenal juga? Nyebelin banget tuh orang! Jawabnya.
"Nyebelin kenapa?" Jawabku.
"Masa nih ya ,dia kan tau gue suka sama dia,
dia seenaknya ngedadak nelpon gue, nyuruh gue nemuin dia di mall dalam 10 menit, kalo enggak gak jadi ngedate " Jawabnya
Walau rempong, gue buru-buru dateng, Oke sih di belanjain, diajak makan segala macam
Sampai pulang gue juga dianter, gue cium pipi dia tuh, masih aman tuh gak apa-apa. Gue pikir oke deh, dia mau buka hati buat gue.
Taunya apa dong, tengah malem di misscall gue banyak banget, gue molor kan, pas gue angkat, dia ngomel-ngomel bilang itu pertama dan terakhir dia ngajak jalan gue.
Dia marah kenapa gue cium dia, maksa-maksa minta disuapin sama dia, dll.
Dah deh ngomel panjaaaang banget, ampe gue ketiduran.Apaan coba maksudnya, Bingung gue sama dia.
Btw lu kenal dia dari mana?" Ungkap nya panjang lebar.
"Gue pacarnya" Jawabku.
__ADS_1
"Oh pantes, Gue kayak gak asing sama wajah loe. Elo kan yang buntutin Kenan sama gue waktu itu?" Tanyanya.
"Hah!" Aku terkejut.
"Dari awal Ken udah tau elo ngikutin dia lagi, dia pura-pura gatau aja. Buat manasin elu kayaknya.
Padahal gue harap lu labrak kita waktu itu. Biar kalian putus, Tapi masih aman ya hubungan kalian" Ungkapnya.
Aku hanya mengangguk, tersenyum bingung.
...#####...
"Ken, mau bolos kuliah gak hari ini?" Tanyaku saat itu ketika Kenan mengendarai mobil menuju ke Kampus.
"yaudah ayo bolos, mau kemana kita?" Jawabnya semangat.
Kami pun bolos dan pergi ke tempat yang tenang.
Kami menghabiskan waktu seharian bersenang-senang berdua. Sampai kurasa tiba waktunya untuk bicara hal yang serius.
"Ken, kamu ingat kejadian yang kamu mabuk tempo hari?" Tanyaku.
Kenan tampak tegang
"Sehari sebelumnya, di sore hari kamu datang ke rumahku, waktu itu aku gak ada. Kamu gak pulang kan? Kamu nunggu aku disekitar rumahku Sampai malam aku masih gak pulang,
Tiba-tiba tengah malam, mobil parkir depan rumahku cukup lama, Penumpang gak ada yang keluar, Tampak luar mereka terlihat sedang bermesraan,
Tak lama setelah itu, kamu melihat ternyata penumpang itu aku dan pria lain..." Ungkapku tak selesai bicara.
"Aku gak ngerti kamu ngomong apaan" Ungkapnya memotong perkataanku.
"Aku belum selesai, biarin aku menyelesaikan perkataanku" Ungkapku.
Kenan diam.
"Karena itu kan kamu mabuk, Kamu juga jalan dengan perempuan lain, Sengaja untuk membuatku terluka, Kamu tahu aku lagi buntutin kamu, Kamu sengaja mesra-mesraan sama dia,
Padahal kamu gak ada hubungan apa-apa sama dia. Aku ngerti kamu pasti cemburu sama aku, Tapi... kamu perlu tahu sesuatu, Kejadian di mobil sama Rega tak seperti apa yang kamu pikirkan" Ungkapku.
__ADS_1
"Aku bahkan gak ada disitu" Jawab Kenan.
"Pulang dari rumahku, Rega bilang dia melihatmu di sekitar rumahku" Jawabku.
Kenan kembali diam. Lalu aku menjelaskan kejadian sebenarnya dengan detail dari awal aku pergi dengan teman-temanku sampai episode sabuk nyangkut. Aku juga bilang padanya untuk tidak mengkhawatirkan hubunganku dengan Rega, karena kami cuma berteman.
"Kita putus" Ungkap Kenan mengejutkanku.
"Kenapa, aku sudah menjelaskan semuanya, kita hanya saling salah paham, kenapa harus putus?" Tanyaku.
"Kamu melupakan satu hal, hal yang lebih penting selain dari semua itu.
Aku ingat kejadian waktu aku mabuk tempo hari,
Kesandung...
Omong kosong..
Dari awal aku gak pernah lupa sumpah serapah dan sikap kasarku ke kamu. Elka bener, aku memang gak pantas buat kamu. Jadi sebaiknya kita akhiri hubungan ini" Ungkapnya terkesan santai, namun dari nadanya ia menyimpan luka dan kesedihan.
"Aku gak mau putus sama kamu, Waktu itu kamu cuma mabuk dan kehilangan kendali, itu aja" Jawabku.
"Aku nampar kamu, wajahmu sampai lebam waktu itu, Aku udah nyakitin kamu" Ungkapnya.
"Terus kenapa? Sekarang aku baik-baik aja. Lebamku udah hilang sejak lama, Aku lebih sakit kalo harus pisah sama kamu" Ungkapku sambil menangis.
Kenan menghapus air mataku dan memelukku. la lalu minta maaf dan meyakinkan bahwa kejadian itu takkan terulang lagi.
Kenan bingung bagaimana aku tahu mengenai kejadian di mall saat ia pergi bersama Rani. Lalu ku ceritakan padanya tentang pertemuan ku dengan Rani, kudengar semua itu dari Rani.
"Dasar comel si Rani, Bisa-bisanya curhat sama orang yang baru dikenal!" Ungkap Kenan.
"Gak apa-apa dia comel. Dengan begitu aku gak salah paham lagi sama kamu" Jawabku.
Kenan tersenyum.
-
-
__ADS_1
-
TBC