Psycopat (Tamat)

Psycopat (Tamat)
(8)


__ADS_3

...Rencana ku akan gagal....


...*****...


Aku memakai pakaian ku dengan cepat segera berbaring di tempat tidur ku yang nyaman.


Aku tidak mengantuk. Hanya menunggu sampai jam 1 malam.


Mau ngapain?. Tentu saja bermain.


Saat jarum jam sudah menunjuk angka 1 ,malam itu pun aku keluar dari kamar. Lalu masuk ke kamar Zara dengan kunci cadangan.


Di tempat tidur, aku melihat seonggok tubuh terbaring dengan selimut menutupi hingga leher. Nafas nya teratur. Dengan langkah ringan tak bersuara aku mendekati ranjang bagian kepala.


Dia sangat cantik. Bahkan tidur dengan mulut sedikit terbuka pun masih tetap cantik. Di tengah lamunan ku, sebuah bayangan melintasi ku.


Mengingat kan aku akan sosok zoya si penghianat. Ternyata suami zoya adalah orang yang membuat pujaan hati ku bunuh diri. Lalu mengorupsi uang perusahaan hingga bangkrut.


Aku menyeringai, mengelus pelan pipi lembut nan chubby milik Zara.


Andrean bodoh. Kau bunuh diri untuk menutupi identitas mu, agar anak istri mu aman. Lalu dengan bodoh nya istri mu melempar diri nya ke kandang harimau.


Yah meski harus aku akui, akting nya sangat bagus. Dia mampu menutupi kebencian nya selama 2 tahun terakhir. Tapi dia juga bodoh. Ya dia bodoh, buktinya ia mati.


Itu artinya dia bodoh. Dan memberikan ku seorang gadis cantik.


Gadis cantik sangat cantik. Mengingat kan ku akan sosok pujaan hati yang ku cintai. Sosok yang telah pergi.


"maaf sayang, kau harus menanggung apa yang lilith rasakan dulu. Apa yang ayah mu lakukan pada lilith kau akan merasakan nya. Bahkan kau akan berfikir mati lebih baik!" gumamku masih mengelus wajah nya.


Zara menggeliat, wajah nya bergerak kearah telapak tangan ku yang sedang mengelus. Zara mencoba mencari kenyamanan dari tangan hangat ku.


Aku menarik tangan ku dengan cepat, lalu berdiri menatap wajah polos tak berdosa itu. Dulu lilith juga seperti ini saat di rusak oleh ayah mu. Tak berdosa dan tak berdaya. Persis seperti diri mu.


Saat kau berfikir untuk mati, maka aku tak akan membiarkan mu mati. Mungkin mati terlalu mudah untuk mu. Aku ingin kau tersiksa dan menderita.


akan ku balas kepada mu berkali-kali lipat apa yang lilith rasakan dulu.


Aku mencium bibir nya sebentar. Lembut, karena aku tak ingin membangun kan nya dan membuat semua nya di luar kendali rencana.


Karena aku juga yakin tak akan bisa menahan diri jika saja ia terbangun dengan wajah polos nya.


Aku harus keluar sebelum dia bangun.


Dia?. Bukan Zara. Tapi sesuatu yang berada di balik pakaian ku


Aku mengunci pintu kamar Zara. Persis seperti sebelum aku masuki. Sejenak aku aku menatap pintu berwarna putih tulang, dengan hiasan papan nama yang tertulis nama nya. Zara emerelda. Lalu dibawah nya ada dream ceacher atau penangkal mimpi.


Aku tersenyum sumbang.

__ADS_1


Mungkin selama ini mimpi buruk mu hanya sebentar lalu berganti dengan mimpi indah mu. Tak lama lagi aku akan mengganti mimpi indah mu dengan mimpi buruk. Bahkan untuk menutupkan mata saja kau taksanggup.


Segera aku kembali kekamar. Terbaring telentang menatap langit langit kamar. Waktunya hampir tiba.


Apa yang akan ku lakukan?. Mungkin aku akan memerawani nya, menikmati nya beberapa kali, menyiksa nya seperti sapi. Setelah itu aku akan melelang nya di Website ilegal ,akan ku jadikan Dia wanita sewaan dengan harga murah atau Menjajakan tubuh nya pada clien sebagai ucapan terimakasih atas keja sama secara gratis. Atau jadi wanita penghibur kantor dan siapa pun lelaki terbaik dalam pekerjaan akan mendapatkan bonus tidur dengan nya. Yah hanya 1 kali 6 bulan namun setidak nya ada 30 divisi ditambah ob dan scurity menjadi 32 orang. Dia akan benar-benar akan jadi wanita paling murahan. Hahaah...


Semua ide sangatlah cemerlang. Bagaimana kalau aku lakukan semua?. Dia akan lebih dari kata murahan tapi lebih ke menjijikan.


Saat dia sudah tidak sanggup untuk jadi wanita penghibur maka aku akan menyiksa nya. Ngomong ngomong soal menyiksa, sebenarnya Zara sudah beberapa kali aku siksa. Bahkan dia pernah dalam kondisi buruk.


Yah, beberapa kali. Saat aku sedang bad mood. Itu sering terjadi saat dia berusia 7 hingga 13 tahun. Hanya siksaan fisik ringan seperti ikat pinggang dan campuk kecil yang sebenarnya digunakan oleh pecandu BDSM. Sang master atau dominan. Tapi setidaknya kulit nya lecet.


Lalu aku berhenti menyiksa nya beberapa bulan, mungkin hampir setahun atau lebih, aku kembali menyiksanya nya.


Sebelum usia nya 16 tahun. Antara usia nya 13-16 tahun dia pernah 2 kali disiksa habis habisan hingga masuk rumah sakit.


Dan aku bingung.


...Entah siapa yang memulai, Yang jelas dia ada....


...-Akatsuki -...


Flash back ya .


Hujan masih senantiasa mengguyur tanah, membasahi nya,lalu meninggalkan bercak pada tanah. Pagi ini, aroma hujan lebih dominan menyeruak ke kamar seorang gadis yang tengah duduk di tepi jendela yang terbuka.


"iya bik" gadis itu. Zara, bangkit dari duduk nya lalu berjalan menuju pintu.


"pagi paman!" ucap Zara kecil duduk tak jauh dari paman nya. Aska.


Aska hanya diam tak merespon sedikit pun. Dia terlihat kesal.


"paman kau baik baik saja?" tanya Zara kecil melihat mata nyalang sang paman.


Aska tak menjawab malah memilih pergi. Deru mobil terdengar meninggalkan pekarangan.


Zara sedikit sedih dengan sikap paman nya yang terkadang sangat tegang dan menakutkan untuk gadis seusia nya. 7 tahun.


Zara pulang dari sekolah nya dan tiba di rumah sekitar pukul 16:30. Padahal biasa nya Zara akan tiba dirumah 1 jam sebelumnya.


Zara telat pulang kerana membantu teman nya mengerjakan tugas yang tak di mengerti nya.


Meski duduk di kelas 2 sekolah dasar Zara sudah sering membantu teman nya belajar. Dan ini kali pertama ia telat pulang karena membantu teman nya.


Zara duduk di sofa menonton televisi setelah mengganti seragamnya dengan pakaian rumahnya. Dia tertawa melihat aksi lucu spongebob yang terkesan bodoh.


Brak..


Suara pintu yang di buka secara kasar menyita perhatian Zara, ia menoleh kearah pintu dan mendapati Aska berdiri dengan mata merah. Dia sedang dalam mode angry.

__ADS_1


Tak sempat bicara, Aska sudah menyeret Zara menuju kamar nya. Kamar Aska. Membanting begitu saja tubuh mungil Zara ke lantai.


"siapa yang menyuruh mu pulang terlambat?.


" Hari ini kau tidak ada jadwal ekstrakulikuler.!


Ah..


" Sudah pintar membangkang?!" bentak Aska dengan nada marah dan sarat akan kebencian..


Zara bisa melihat kebencian dimata Aska, ia tak tau kenapa. Terkadang mata itu menatap nya dengan hangat terkadang penuh kebencian dan amarah.


Sebuah ikat pinggang hinggap di paha mungil Zara. Meninggalkan bekas kemerahan akibat pecutan dari ikat pinggang yang tadi nya melingkar di pinggang sang paman.


"menjijikan!" lirih Aska saat melihat Zara yang menahan air mata.


Sekali lagi, ikat pinggang melayang di tubuh Zara, lagi lagi dan lagi. Zara tak mampu menahan tangis nya. Sia-sia, air mata nya luruh meluncur membasahi pipi nya.


"ampun paman!" isak Zara saat ikat pinggang kembali melayang mengenai lengan kiri nya.


"Akhh..sakit paman hiks.." sudah delapan kali ikat pinggang menyentuh tubuh Zara.


Saat yang kesembilan melayang, seseorang memeluk tubuh mungil tak berdaya.


"cukup tuan, Zara masih kecil. Kau bisa membunuh nya!" teriak pembantu nya melindungi tubuh Zara.


Aska tersadar dari perbuatan nya. Segera pergi meninggalkan rumah sebelum ia hilang kendali. Rencana nya akan berantakan jika sampai gadis itu mati. Untung pembantu itu cepat datang.


Pembantu itu adalah salah satu kepala pelayan dimansion orang tua Aska, dia sudah merawat Aska sejak usia 5 tahun. Itu kenapa pembantu itu berani menghentikan Aska.


Inilah fungsi sebenarnya dari pembantu yang ia butuhkan. Melindungi Zara dari amukan nya.


Di sisi lain Zara masih terisak. Menahan rasa perih dan sakit di sekujur tubuh nya saat di obati.


"bibik, apa paman sudah benci pada Zara? Zara nakal ya bik?" gadis kecil itu bertanya dengan sedih.


"tidak kok, tuan muda itu sedang capek, jadi mudah emosi. Sudah sekarang tidur ya." sang pembantu membaringkan tubuh Zara lalu menutup nya dengan selimut.


"tapi bik...."


"sudah, nih bibik kasi tahu ya, tuan muda itu sayang sekali dengan nona. Hanya saja dia tidak tau cara mengungkapkan nya." jelas sang pembantu mengusap kepala Zara.


Zara tersenyum, denga polos nya ia menerima ungkapan sang pembantu.


Paman menyangiku. Mulai sekarang aku tak akan membenci paman meskipun memukul ku._tekat Zara tersenyum bangga.


Itu adalah pengalaman pertama Zara di siksa oleh Aska. Setelah nya, masih banyak kejadian kejadian penyiksaan yang dilakukan Aska hingga pernah nyaris merenggut nyawa Zara.


TBC

__ADS_1


__ADS_2