RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 11 - Ibu...


__ADS_3

Setelah kondisi Amara sudah mulai stabil, Raka mengantar Amara pulang ke rumahnya.


" Aku minta maaf.. Tuan Raka jadi melihat aku yang seperti tadi.. " Amara tertunduk.


" Tidak masalah.. Aku yang seharusnya minta maaf.


Sampai bertemu besok.


Aku akan menjemputmu."


Amara masuk ke rumahnya dengan langkah gontai. Kejadian tadi membuat Amara semakin bimbang. Disatu sisi ia ingin menunaikan amanah ayahnya. Disisi lain ia takut mengecewakan Raka dengan kondisinya. Meskipun ia tahu Raka akan membantunya untuk sembuh.


Amara menghampiri ibunya. Kepalanya diletakkan dipangkuan ibunya.


" Ada apa sayang? Kok tumben manja banget?" tanya ibunya.


"Bu, Apa aku bisa sembuh?"


"Maksud kamu apa?"


Amara bangkit dan menghadap ke ibunya.


"Raka melihatku dalam kondisi seperti itu bu... Aku takut... Dia akan kecewa dengan kondisi psikis ku ..."


" Nak Raka sudah tahu soal itu dari awal. Dia berjanji pada ibu perlahan-lahan ia akan membantumu untuk sembuh..."


"Kalau Raka tahu dari awal kenapa dia tidak mundur. Padahal banyak wanita yang mengaguminya. Bahkan rekan dikantor semua mengaku bersedia jika diajak kencan sekalipun cuma satu malam..."


" Nak Raka hanya ingin membantumu menunaikan Amanah dari ayahmu... Bukankah dia tidak memaksamu menerima pernikahan ini? Ibu hanya memberinya kesempatan untuk itu." jelas ibunya.


" iya, Ibu benar. Tapi apakah aku pantas mendapatkan ini? "


Ibunya memeluk Amara.


" Jangan tolak kebahagiaan yang menghampirimu Nak.. Kamu berhak bahagia sayang.."

__ADS_1


" Aku tidak menginginkan apapun... Aku hanya ingin terus bersama Ibu..."


Amara menangis di pelukan ibunya.


"Bu, seandainya ini bukan Amanah ayah, aku akan memutuskan untuk tidak akan menikahi siapapun... Aku ingin terus berada disisi ibu.."


" Anak bodoh.. kenapa bicara seperti itu.. suatu saat ibu juga harus pergi.. Jika kamu sudah menikah ibu akan tenang karena sudah ada yang akan menjagamu menggantikan ibu.. "


" Ibu...."


--------------------------------


Paginya, Raka datang menjemput Amara untuk membeli cincin pernikahannya. Amara tampak murung.


Berkali-kali pelayan toko perhiasan tersebut bertanya, namun Amara tidak merespon. Pandangannya kosong.


" Ada apa? Kau bingung atau tidak suka ini?"tanya Raka.


Amara hanya menggeleng.


Amara membeku.


"Oke.. Aku akan..."


Amara menutup mulut Raka dengan tangannya. Matanya menatap Raka.


Raka tersadar lalu mundur menghindari Amara. Ia takut hal buruk kemarin terjadi lagi.


" Tuan Raka jangan salah paham, Aku hanya merasa tidak pantas mendapatkan ini semua. Ini keinginan Ayah, aku harus menurutinya."


" Kalau begitu, buatlah mudah. Jangan mempersulit dirimu dengan pikiran-pikiran yang negatif. Aku tidak ingin memaksamu."


" Maaf... Aku pilih cincin yang ini.." Sambil menunjuk sepasang cincin.


Setelah membeli cincin, Raka mengajak Amara mampir ke restauran untuk makan. Amara mendapat telepon dari ibunya.

__ADS_1


" Nak, berikan handphone mu kepada nak Raka, ada yang ingin ibu tanyakan."


Amara memberikan ponsel nya pada Raka.


" Iya bu, mulai hari ini dan seterusnya Ibu dan Amara berhak tinggal disitu."


Amara tampak kebingungan. Raka menutup panggilan ibu Amara.


"Maksudnya apa Tuan?"


" Jangan panggil aku Tuan. Kau bukan pelayanku dan ini bukan di kantor."


Amara mengerutkan keningnya. Ia bingung harus memanggil dengan sebutan apa.


" Baiklah, tolong Mas Raka jelaskan apa maksud ibu menelpon tadi..."


Raka tersenyum.


" Mulai hari ini, kamu dan ibumu akan tinggal di rumahku... dan juga, Kakek dan Nenekmu sore ini akan datang. Aku sudah menyuruh orang untuk menjemputnya."


Amara tersedak...


"Kakek dan Nenek?" Tanya Amara tak percaya.


" iya.. mereka ingin menghadiri pernikahan cucunya .."


" Tuan.. eh .. Mas jangan bercanda ya.. Kakek dan Nenek sudah meninggal setahun yang lalu... dan keluarga dari ayah begitu membenci Aku dan Ibu, mana mungkin mereka..."


" Mereka sendiri yang mengatakan akan turut hadir. Irgi hanya menyampaikannya ke kediaman Ratmadja. "


Amara menceritakan tentang hubungannya yang tidak harmonis dengan kakek neneknya dari pihak ayahnya. Sejak ayahnya meninggal, Kakek dan Nenek dari ayahnya selalu menyalahkan Bu Rima dan Amara yang dianggap menjadi penyebab kematian Rahardi Ayah Amara.


" Kebencian mereka terhadap aku dan ibu sangat dalam. Bahkan mereka tidak mengatakan dimana mayat Ayahku dikebumikan."


' Aku tahu itu. Bahkan yang mereka lakukan padaku lebih kejam dari itu.'

__ADS_1


__ADS_2