RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 3 - Mencarinya


__ADS_3

Lima tahun kemudian


Raka telah sukses. Ia menjadi pengusaha dan memiliki beberapa pabrik. bahkan usahanya terus berkembang, Bukan hanya di satu bidang. Salah satunya di bidang ekspedisi ekspor dan impor.


Suatu hari saat mengunjungi sebuah perusahaan miliknya, Raka melihat seorang pengemis. Hal itu juga mengingatkan pertemuannya dengan Amara. Ia bertekad untuk mencari gadis penolongnya itu.


Raka bersama Irgi asistennya pergi mencari Amara di sekolah SMA tempat Amara dan Raka bertemu Lima tahun yang lalu, Raka menanyakan alamat Amara pada pihak sekolah dan untungnya, pihak sekolah masih memiliki data-data tersebut.


" Ini semua data-data yang kami punya tentang Amara. Setahu saya, sejak ayah Amara meninggal, Amara dan ibunya sudah tidak tinggal dikota ini lagi ..."Ujar kepala sekolah menjelaskan.


" Tidak apa pak, saya akan berusaha menemukannya. Terima kasih atas bantuan bapak. Sesuai janji saya, saya akan memberikan bantuan beasiswa kepada anak yatim-piatu di sekolah ini."


Raka pun berjabat tangan dan sekaligus pamit kepada Kepala sekolah SMA tersebut.


Berbekal alamat yang diberikan kepala sekolah, Raka tiba dikediaman lama milik Amara.


Rumah itu sudah berpindah tangan. Beberapa tahun yang lalu keluarga Amara menjualnya untuk membiayai kuliah amara di luar kota.


" Bu, Maaf kalau boleh saya tahu, dikota mana Amara kuliah?"tanya Raka penasaran.


"Kalau tidak salah di Pekalongan.. Kebetulan Kakek dan Neneknya memang asli orang sana..."


"Terima kasih bu, Saya akan cari kesana."


Raka mengirim orang untuk mencari Amara dikota Batik tersebut. Ia menghubungi semua koneksi nya yang berada disana. Berbulan- bulan Raka menunggu hasil pencarian.

__ADS_1


Namun, tidak membuahkan hasil.


Hanya beberapa info yang Raka dapatkan. itupun, hanya samar-samar.


Terpaksa ia menghentikan pencariannya.


*************************************


Hampir Delapan tahun sejak Raka bertemu gadis itu. Kini Raka berusaha untuk mencarinya kembali. Kali ini iya optimis pasti bisa bertemu dengan Amara.


Raka juga mencarinya di perbatasan Kota tenpatnya pertama kali bertemua sekaligus untuk melakukan perjalanan bisnis. Kota itu mengingatkannya pada masalalu yang kelam di Panti Asuhan.


Ia teringat janjinya dengan sahabatnya dulu.


" Tuan.. Besok jam tiga sore tuan ada Rapat dengan perusahaan Jaya di Ibu kota... Kita harus segera kembali. " Kata Irgi seraya membuka pintu mobil untuk bosnya.


" Tapi tuan, tempat itu bisa membuat tuan kembali..." Irgi menghentikan ucapannya.


" Ini soal Janjiku pada sahabatku... Aku hanya ingin menemuinya. Barang kali mereka tahu keberadaannya." potong Raka.


" Baik Tuan..."


" Jika terjadi sesuatu padaku. Kau perintahkan orang dan cari tahu soal keberadaan Dion di Panti Asuhan. "


Raka tiba di panti asuhan. Tempat itu tampak masih sama seperti saat ia tinggalkan dulu. Hanya berbeda warna catnya saja.

__ADS_1


Raka masuk pelataran panti perlahan-lahan. Irgi memandangnya dengan cemas. Pasalnya, Raka pernah mencoba kembali kepanti beberapa tahun yang lalu, tapi belum turun dari mobil, Tubuh Raka langsung menggigil. wajahnya pucat seperti orang yang sangat ketakutan.


Baru beberapa langkah Raka melewati gerbang panti tersebut, Terbesit bayangan kelam dimasa lalunya. Raka teringat bagaimana ia diperlakukan, ia sering dibully dipojok pelataran. karena tempat tersebut tidak terlihat pengurus panti.


Semakin lama, Bayangan masa lalunya semakin memenuhi kepalanya. Matanya mulai gelap.


Langkahnya terhenti. Tubuhnya kembali menggigil.


" Ampun, Ampun, Jangan pukul aku.."


Teriak Raka.


Irgi segera berlari dan membawa Raka pergi kembali ke mobil.


' Tuan masih trauma, sebaiknya aku membawanya pulang ke Ibu kota. Aku akan bawa tuan ke psikiater untuk menghilangkan traumanya sedikit demi sedikit.'


Irgi yang khawatir dengan keadaan Bosnya langsung membawa Raka pulang kembali ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan psikiater.


Hampir beberapa minggu Raka bolak balik ke rumah sakit untuk berkonsultasi mengatasi trauma yang pernah dialaminya.


" Sudah banyak perkembangan. Mudah-mudahan setelahnya anda bisa mengatasi rasa trauma yang pernah Anda alami."


" Terima kasih dokter.. Saya permisi."


Selesai berkonsultasi, Raka mendapat panggilan untuk segera menemui klien, tapi matanya terbelalak melihat sekilas ada orang yang persis dengan gadis penolongnya.

__ADS_1


"Gadis itu...."


__ADS_2