RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 5 - Mungkin Takdir


__ADS_3

Di perusahaan Raka


" Tuan, Klien dari Perusahaan Jaya sudah tiba.." beri tahu Irgi.


" Tunggu aku di ruang rapat ! "


Raka segera merapikan jas dan dasinya, lalu bergegas ke ruang rapat.


Saat memasuki ruangan, Raka mendapati sosok Amara bersama Pak Wijaya.


Keduanya yang melihat CEO perusahaan besar tersebut segera bangkit dari duduknya.


'Apa ini takdir tuhan, aku harus memanfaatkan kesempatan ini.' gumamnya dalam hati.


" Selamat datang Pak Wijaya, Silahkan duduk kembali .." sambut Raka.


" Terima kasih Tuan Pradipta. Oh ya, sebelumnya perkenalkan ini sekertaris saya Amara... Dia yang akan menjelaskan proyek yang akan saya ajukan ke perusahaan anda ."


Raka mengangguk dan mempersilahkan


" Silahkan dimulai ! "


Amara menjelaskan dengan detail, semua ia sampaikan dengan jelas.


Raka tampak melirik Amara,


" Dia memang gadis yang cerdas, aku suka." Gumam Raka dalam hatinya.


Raka larut dalam pandangannya sendiri , sampai tidak sadar Amara telah usai menjelaskan proyek tersebut.


" Tuan Pradipta, Bagaimana? Apa perusahaan anda berkenan menerima perusahaan kami? " Tanya pak Wijaya mebuyarkan lamunan Raka.

__ADS_1


" Oh, Ok, tentu saja. Saya sangat tertarik dengan kontrak ini..." Jawab Raka seolah-olah sudah memahami apa yang disampaikan Amara tadi.


" Syukurlah, terima kasih. Kami akan segera menyelesaikannya. Hanya saja kendalanya....."


" Saya tahu masalah itu. "


Pak Wijaya menunduk. beberapa bulan terakhir perusahaannya sedang menghadapi masalah keuangan.


" Akhir-akhir ini saya mendapat laporan yang tidak baik dari managemen keuangan kami. Itu sebabnya saya berharap Tuan Pradipta menerima kerja sama ini. "


"Kalau begitu kirim beberapa orang dari perusahaan anda kesini. Agar proyek tersebut dikerjakan disini. "


" Baik Tuan. Saya akan mengirim dua orang karyawan saya untuk menunjukkan produknya di sini, salah satunya Amara yang memang sudah saya serahkan proyek ini kepadanya..." ucap pak Wijaya.


" Tentu saja, dengan senang hati. Saya akan perintahkan untuk segera menyiapkan ruangan untuk karyawan Bapak..." Jawab Raka Antusias.


Keduanya berjabat tangan. Pak Wijaya tidak menyangka, pertemuan kali ini berjalan dengan sangat lancar.


************************************


" Assalammualaikum bu..."


" wa alaikum salaam.. kamu sudah pulang nak.. koq senyum-senyum? "


Amara langsung memeluk ibunya...


" Iya bu, hari ini aku bahagia banget. Pengajuan kontrak kerja sama dengan perusahaan besar itu diterima bu..."


" Alhamdulillaah, ibu ikut senang. Seandainya ayahmu masih ada, dia pasti sangat bangga denganmu nak.."


" Pasti.. Ayah harus bangga punya putri sepertiku. Dan mulai besok, aku bekerja di perusahaan super besar itu bu, yaa walaupun hanya sampai kontrak selesai...." Ujar Amara sedikit kecewa.

__ADS_1


" Tetap harus bersyukur Nak.. Setidaknya, kamu bisa merasakan bagaimana rasanya bekerja di perusahaan besar..." hibur ibunya.


" Ibu benar, Aku pergi mandi dulu.."


*************************************


Raka dan Asistennya menyusun rencana untuk membuat Amara tertarik bekerja dan menetap di perusahaan miliknya.


Bahkan, Raka juga berencana mengambil perusahaan Wijaya menjadi anak perusahaannya. Sekalipun dengan Biaya yang tidak sedikit.


Semata- mata ia lakukan untuk membalas kebaikan yang telah dilakukan Amara padanya dulu.


Namun, siapa sangka. Nampaknya Raka mulai menaruh hati pada Amara. Raka selama ini tidak pernah terlihat dekat dengan wanita. Karena sibuk bekerja dan memenuhi ambisinya untuk sukses.


Wanita yang ada di disekitarnya diperlakukan sama. Hanya di anggap teman dan rekan kerja.


Raka juga memerintahkan Irgi mengatur ruangan Amara dan rekannya berada didekat Ruangan CEO. Alasannya agar bisa mengawasi kerja mereka dengan mudah.


" Bagaimana? apa sperti ini Tuan?" Tanya Irgi


Raka mengangguk.


Sempurna. Raka tersenyum puas.


' Dengan begini aku dapat memandangnya dari ruanganku dengan bebas.'


Orang yang diperintahkan Raka mengikuti Amara saat di rumah sakit datang dan melaporkan letak tempat tinggal Amara saat ini.


"Tuan, Nona Amara tinggal di sebuah Rusun Kenanga. Tidak jauh dari cluster tempat tinggal tuan..."


" Ehm.. Kesempatan bagus... Terus awasi keadaan di kediamannya...

__ADS_1


Aku harus tahu semua tentangnya.. "


" Baik Tuan, Saya sudah menyewa satu Rusun dekat dengan kediaman Nona Amara. Jadi saya bisa mengawasinya lebih mudah."


__ADS_2