RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 4 - Menemukannya


__ADS_3

Di rumah Sakit, Raka melihat seorang gadis yang mirip seperti Amara ke arah apotek.


Raka mengikuti gadis itu dari belakang,


Dalam hatinya ia yakin itu adalah gadis yang ia cari selama ini.


Gadis itu membeli beberapa obat di apotek, Samar-samar terdengar percakapan gadis itu dengan petugas apotek.


"Atas nama siapa?"


" Saya Amara Mahreen, Penanggung jawab pasien ibu Rima Rachmawati."


Raka begitu senang. Dugaan nya benar, gadis itu Amara.


"Tuan,Kita harus segera kembali ke kantor untuk menemui klien." Ujar Irgi muncul dari belakang Raka.


" Baiklah, Aku akan menemui Klien. Kau terus awasi gadis itu sampai ke rumahnya. " perintah Raka.


"Apa gadis itu..."


" Aku yakin dia gadis penolongku dulu. Lakukan tugasmu, aku harus pergi sekarang."


" Baik Tuan. "


****************************************

__ADS_1


Amara saat ini berusia 24 tahun. Ia tinggal bersama ibunya, karena Ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Dulu, kehidupannya sangat berkecukupan. Sampai saat ayahnya tiada dan meninggalkan hutang yang besar.


Ibunya terpaksa menjual rumah peninggalan ayah Amara untuk menutup seluruh hutang suaminya. Sisanya, Di gunakan untuk pindah ke Pekalongan dan meneruskan kuliah Amara disana.


Amara dan ibunya tinggal di rumah kakek dan nenek Orangtua dari ibunya. Sementara orang tua dari ayahnya tidak pernah peduli dengannya meskipun mereka tergolong kaya raya. Pernikahan Ayah dan ibu Amara memang tidak di restui. Itu sebabnya keluarga dari ayahnya tidak ada yang membantu saat mereka dalam kesulitan.


Amara beruntung, setelah lulus kuliah langsung mendapat pekerjaan dan sudah dua tahun Amara bekerja di sebuah perusahaan cabang di Perbatasan Kota.


Karena kerja kerasnya, dan tentunya dari dukungan ibunya, Ia berhasil meniti karir yang cemerlang.


Bos mempromosikan Amara ke perusahaan pusat yang ada di ibu kota. Demi karir putrinya, Ibunya ikut pindah ke Ibu kota.


Pak Wijaya pemilik perusahaan tempat Amara bekerja akan membawanya menemui Klien penting. Namun, saat itu ibu Amara jatuh sakit. Mungkin kelelahan setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh.


Amara menghubungi Pak Wijaya.


" Tidak masalah, Kamu bawa ibumu berobat. Saya akan menunggu setelah kamu selesai. Titip salam untuk ibumu."


jawab pak Wijaya.


Pak Wijaya adalah pemilik perusahaan Jaya. Kebetulan beliau adalah teman baik Ayah dan ibunya dulu.


Setelah memeriksakan ibu di rumah sakit, Aku langsung menuju apotik untuk menyerahkan resep obat Ibunya, sementara ibunya menunggu di ruang tunggu pasien.


Bu Rima, Ibu Amara sedikit jenuh, ia menghampiri putrinya.

__ADS_1


" Nak, Apa masih lama?"


" ibu kenapa kesini? kondisi ibu kan masih lemah..."


"Ibu masih kuat berjalan nak.. Ibu lihat orang disitu sepertinya ada yang sedang memperhatikanmu..."


kata Bu Rima sambil memberi kode dengan lirikan matanya ke arah dua pria yang sedang bicara.


Amara tidak merasa ada hal yang mencurigakan.


" Tidak ada apa-apa bu.. Mari, aku antar ibu pulang.. Aku harus segera ke kantor menemui pak bos karena ada rapat penting. Pak bos juga titip salam pada ibu "


" Maaf ya nak, karena ibu sakit, pekerjaanmu jadi terganggu."


"ini sudah kewajibanku..."


Setelah selesai , Amara segera mengantar ibunya beristirahat di rumah. Dan pergi ke Kantor.


" Pak Wijaya, Maaf saya terlambat."


"Tidak apa, sekarang bantu saya persiapkan berkas untuk menemui bos perusahaan yang sangat besar. tentu saja ini sangat mempengaruhi kelangsungan perusahaan kita.


Karirmu dipertaruhkan disini nak,"jelas pak wijaya


" Baik pak.."

__ADS_1


Aku tak menyangka ini adalah pertemuan yang sangat penting bagi perusahaan. Aku berusaha menyemangati diri dan berdoa semoga hasilnya memuaskan.


__ADS_2