
Pesta selesai. Satu persatu tamu pamit untuk pulang. Begitupun Raka dan Amara.
Diperjalanan pulang Raka di sibukkan dengan ponselnya. Amara sempat melirik beberapa kali.
Setibanya di rumah, Raka langsung membersihkan diri di kamar mandi. Ponsel Raka berdering. Amara yang sedang membersihkan make up saat itu mengambil ponsel suaminya.
Tertera nama pemanggil "Olivia Dirgantara"
Amara memanggil Raka. Ia enggan mengangkat panggilan di ponsel suaminya.
" Mas.. Ponselmu berdering..."
" Angkat saja!!" Ujar Raka dari balik kamar mandi.
📲Hallo Assalammualaikum...
📱 Wa alaikum Salaam...
📲Kok suara perempuan... Bang Rakanya Mana?
📱Beliau di kamar mandi. Ada perlu apa nanti saya sampaikan?
📲 Kamu siapanya Bang Raka?
📱Saya..
Amara bingung akan jawab apa.
📱 Saya sekretaris Pak Raka...
📲 Sekretaris? Yang bener ajah.. Mana ada sekretaris jam segini masih dampingin bosnya.. Jangan-jangan kamu wanita panggilan ya?
📱 Maaf, Tolong jaga bicara anda.
📲 Saya ingatkan kamu. Mau kamu sekretaris atau apapun itu jangan sekali-kali kamu berani goda Bang Raka. Lagi pula mana ada yang percaya jam segini masih lembur. Hari libur pula...
📱Saya ingatkan juga.. Saya tidak sedang menggoda siapapun. Saya juga bukan wanita panggilan.
📲 Yaudah si.. gak usah sewot.. Mana Bang Raka? Aku udah kangen nih..
📱 Beliau belum selesai. Hubungi saja sebentar lagi. Saya tutup panggilannya ya.
Raka keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambut yang basah dengan handuk kepalanya.
" Panggilan dari siapa?" Tanya Raka.
" Lihat ajah sendiri. Nih..." Seraya memberikan ponsel Raka. Amara terlihat sangat kesal. Ia masuk kamar mandi dan menutup pintunya dengan keras.
Raka yang bingung dengan tingkah laku Amara segera mengecek ponselnya.
Raka tersenyum dan menggeleng. Lalu kembali menghubungi Olivia.
📲 Hallo Oliv...'
📱Hallo Assalammualaikum Bang Raka.. '
'📲 Wa alaikum salam.. Kenapa tadi nelpon? Ini udah malam lho..'
📱Besok Oliv udah mulai liburan bang.. Ujian juga sudah selesai. Oliv mau pulang ke Jakarta. Oliv kangen Abang...
__ADS_1
📲 Iya.. Nanti abang suruh asisten abang jemput kamu.
📱Oliv udah di kereta nih bang. Suruh jemput di stasiun ajah...
📲 Mulai berani ya sekarang pergi kemana-mana sendiri... ngomong-ngomong Istri Abang kamu apain tadi? Kok jadi marah-marah habis nerima panggilan kamu?
📱Hah?? Yang tadi jawab itu istri abang? Dia bilang dia sekretaris abang.. Mana ada sekretaris kerja sampai tengah malam.. Yaudah aku kira dia wanita panggilan...
📲 Astaga Oliv..
📱 Ya maaf bang... Oliv kan gak tahu. Salah dia juga kenapa gak bilang dia Istri abang.. Malah ngaku-ngaku sekretaris..
📲 Dia memang sekretaris Abang. Karena banyak orang yang belum tahu soal pernikahan Abang. Kan resepsinya masih sebulan lagi..'
📱 Oh.. Sampaikan maaf Oliv buat Kakak Ipar ya.. Oliv beneran gak tahu.. Oliv cuma takut Bang Raka digoda perempuan gak bener.
📲Iya.. Ya sudah kamu hati-hati.
📱Ok Bang...
Raka menelpon Arga untuk segera menjemput Oliv di stasiun.
Amara keluar dari kamar mandi hanya dengan balutan handuk. Ia lupa membawa pakaian ganti karena terlalu emosi setelah menerima panggilan di ponsel Raka.
Raka melihat Amara dengan senyum menyeringai. Ia mendekati Amara yang sibuk mengambil pakaiannya.
Raka menyentuh bahu Amara.
Dan membisikkan sesuatu di telinga Amara. Entah apa yang dibisikkan Raka Amara segera berlari masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
' Kenapa Mas Raka mikirnya seerotis itu? Apa dia lupa aku sedang marah?'
" Sudah malam Mas.. Kenapa malah buka laptop?"
" Mas cuma ngecek email sebentar. "
" Oh.."
" Oliv bilang minta maaf sama kamu. Dia gak tahu yang jawab panggilannya itu kakak iparnya."
" Maksud Mas?"
" Kamu terlihat lelah. Istirahat saja. Ini sudah hampir pagi."
Amara memilih untuk tidur. Raka memastikan Amara terlelap. Lalu ia meletakkan laptopnya dan menghubungi seseorang.
📲 ' .............'
📱 Bagus.. Jangan lupa awasi terus kedua orang itu. Jangan biarkan mereka disakiti.
📲 ' ............'
📱 Kalau begitu, lakukan rencana B. Siapkan orang-orang khusus. Aku tidak ingin satupun dari mereka yang menjadi korban. Jika bisa dilakukan, Jangan ada pertumpahan darah sedikitpun.
Amara mendengar sedikit percakapan suaminya karena ia belum terlalu pulas saat itu.
'Apa yang terjadi?'
Raka berbalik menuju ranjangnya. Ditatapnya Amara dengan lekat.
__ADS_1
" Mas akan bawa kedua orang itu untuk kamu sayang... Tunggulah sebentar lagi.. Kamu akan dapatkan kebahagiaan itu kembali..."
Raka mengecup kening Amara.
****
Paginya, Kedua pasangan itu dikejutkan dengan kehadiran seorang gadis.
" Bang Rakaaaaaa... " Teriak gadis itu seraya berlari masuk ke kamar Raka.
Amara dan Raka terbangun karena ulah gadis itu. Posisi Raka mendekap Amara yang menghadap dada bidangnya.
" Ahhh.. Pemandangan apa ini? Kenapa jam segini mataku sudah dikotori kelakuan suami istri ini .." Oliv menutup kedua matanya dengan lima jari yang direnggangkan.
" Oliv..."
Amara yang sadar kehadiran orang lain di kamar mereka langsung melepaskan diri dari pelukan Raka.
" Bang Raka.. Oliv kangen..." Oliv berlari ke pelukan Raka.
" Apaan sih.. peluk-peluk segala.. sudah sana.. Abang masih ingin meluk istri Abang..."
" Ih Abang jahat.. Oliv udah jauh-jauh pulang kesini malah di cuekin.. lagi pula ini udah subuh.. "
" Minta Maaf sana. Gara-gara kamu, Semalam Abang ditinggal tidur tau gak"
Oliv mendekati Amara yang duduk di tepi ranjang.
" Kakak Ipar.. Kenalin aku Olivia. Adik angkatnya Bang Raka."
" Amara..."
" Kakak, Maafin Oliv ya semalam... Oliv ga tau Kakak yang angkat panggilan aku. Oliv pikir perempuan-perempuan yang suka menggoda bang Raka kayak yang sudah-sudah... "
Amara terkejut dengan pengakuan Oliv.
Amara tersenyum. Oliv mencium tangan Amara.
' Gadis yang manis... Adik angkat? Bahkan ia tak menceritakan soal ini. Apalagi yang disembunyikan kamu Mas?' Amara membatin.
" Berapa usiamu?"
" 18 tahun... Oliv baru lulus SMA kak.."
"Sudah sana ke kamarmu. Kamu pasti lelah kan? Siang ini Abang akan bawa kamu bertemu teman-teman kamu di *sudut pelita* "
" Siap Bos.."
Setelah Olivia keluar dari kamar, Amara bergegas ke kamar mandi. Raka menahan Amara.
" Sayang.. Sudah dong marahnya.. Jangan cemburu dengan anak kecil itu.."
" Aku bukan marah karena Olivia.. Aku gak suka Mas masih menyembunyikan semua tentang kehidupan Mas. Mas bahkan gak pernah cerita kalau Mas punya Adik angkat. "
" Pertama Andin.. Lalu Olivia.. Besok siapa lagi?"
Amara melepas tangan Raka yang memegang lengannya.
" Sekarang jelas kan? siapa yang belum sepenuhnya menerima hubungan pernikahan kita? Aku atau Mas Raka?"
__ADS_1