
Hari pertama menjadi asisten pribadi suaminya sendiri merupakan hari yang panjang dan melelahkan bagi Amara.
" Pantas saja wajah Pak Irgi selalu tampak lelah... "
Raka menghampiri Amara yang sedang bersiap untuk pulang.
" Ra, Hari ini tidak ada jadwal ke dokter kan?"
" Tidak Pak.. "
" Ini bukan jam kerja. Panggil aku seperti biasa."
" Tapi kalau ada yang dengar..."
" Kenapa kalau ada yang dengar? Aku lelah, kita pulang saja."
Amara dan Raka keluar dari ruangan. Zain menghampirinya.
" Ra, lo mau ikut ke pernikahannya Mikha gak? Sekalian mampir ke perusahaan Jaya.. Udah lama kita gak kesana.. "
" maaf, kayaknya gak bisa.. Salam ajah untuk Mikha.."
" Yaudah gue duluan ya.. mau nitip salam buat Dadang gak?" Ledek Zain.
" Apaan sih.. " Amara tertawa lepas.
Raka terlihat tidak suka melihat keakraban Amara dan Zain.
Raka memanggil Amara.
" Kita pulang ke rumah sekarang. Tolong buatkan aku sup ayam..."
" Baik.."
Amara tak mengerti dengan sikap Raka yang tiba-tiba jadi dingin dan sedikit ketus.
Di rumah, Amara langsung membuat sup ayam permintaan Raka. Setelah selesai Amara memanggil Raka.
" Mas, Sup nya sudah siap..."
"Kok ga di jawab... Mas.. Mas..." Amara mengetuk pintu kamar Raka.
Karena tak ada jawaban, Amara membuka pintu kamar Raka. Dan melihat Raka sudah tertidur masih memakai sepatu dan Jas kerjanya.
__ADS_1
" Pasti kelelahan.."
Amara melepaskan sepatu Raka dan melepas jasnya. Lalu menarik selimut ke tubuh Raka.
Ponsel Amara berdering. Amara segera keluar dari kamar Raka.
" Iya pak. Baik.. akan saya sampaikan.. Sampai jumpa.. " Amara menutup panggilan ponselnya.
---------------------------------
Jam makan malam sudah lewat. Tapi Raka belum juga bangun. Amara membawakan makan malam ke kamar Raka.
" Mas.. Mas... Bangun.. Makan malam dulu.. "
Raka terperanjat.
" uhh.. Maaf.. Aku ketiduran. Jam berapa sekarang?"
" Jam 8 lewat Mas.. ini makan malamnya. Aku permisi dulu..."
" Tunggu !" Raka memegang lengan Amara. " Kamu sudah makan?" Tanya Raka.
Amara menggeleng.
Amara langsung turun membawa makanan yg ia siapkan untuk Raka.
Selesai makan, Amara merapikan meja makan dan langsung mencuci piring. Karena Asisten rumah tangga di Rumah Raka hanya bekerja di siang hari.
" Aku bantu ya.." Pinta Raka
" Jangan Mas..Nanti.. "
" Nanti apa? Aku sering mengerjakan hal seperti ini sendiri. Sekarang, kamu istirahat dulu."
" Iya... Ee Mas, Tadi klien dari perusahaan Agra menelpon dan meminta pertemuan di percepat. Mereka juga sudah mengirimkan lokasi pertemuannya. "
" Baiklah...
Lusa kita berangkat. Jangan lupa bawa beberapa pakaian ganti.. Kita akan melakukan perjalanan bisnis selama 5 hari ..."
" Kenapa sampai 5 hari Mas?"
Raka hanya menjawab dengan senyuman.
__ADS_1
----------------------------
Raka dan Amara berangkat untuk perjalanan bisnis. Pak Rahmat yang merupakan supir pribadinya mengantar mereka sampai ke kota tujuan. Saat perjalanan Amara yang kelelahan akhirnya ketiduran dibahu Raka. Raka mengubah posisinya agar Amara nyaman.
Pak Rahmat yang melihatnya langsung bertanya.
" Den Raka, Maaf sebelumnya. Soal hubungan Aden dan Nona Amara kenapa disembunyikan?"
" Bukan di sembunyikan pak. Cuma saya nunggu waktu yang tepat ajah. Amara pasti akan jadi bahan omongan kalau tiba-tiba terdengar kabar dia menikah dengan saya.." jelas Raka.
" Iya Aden benar. Awalnya saya juga agak kaget dengarnya. Tapi setelah Aden jelasin saya jadi paham.. "
" Pak Rahmat tolong jaga rahasia ini untuk sementara waktu ya.. "
" Tentu den.. "
Tak lama, Raka yang kelelahan juga ikut tertidur.
" Den Raka, Sudah sampai... " panggil pak Rahmat.
Amara dan Raka terbangun...
Raka membuka matanya dan tampak kaget dengan apa yang di lihatnya.
Hotel yang akan ditempati Raka hanya berjarak 1 mil dari panti asuhan tempat tinggalnya dulu.
" Ada apa mas?" Tanya Amara
Raka mulai gugup. Ia melihat Amara
'Aku harus bisa mengendalikan diriku.' Raka.
" Maaf.. Aku merasa sedikit kurang sehat.. "
" Mas, Istirahat di hotel saja. Biar aku hubungi pihak perusahaan Agra lebih dahulu"
Setelah menghubungi Perusahaan Agra, mereka sepakat mengadakan pertemuan di hotel tempat Raka dan Amara menginap.
" Ini Kunci kamarnya Nyonya.. Silahkan..."
" Mas, Silahkan stirahat dulu... Aku akan......"
" Amara, tinggal lah disini dulu sebentar.. " Tangan Raka menggenggam erat tangan Amara. Matanya memandang lekat wajah Amara.
__ADS_1
Deg deg deg deg