RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 35 - Sudut Pelita


__ADS_3

Siang hari sesuai janji, Raka mengantar Oliv ke Sudut pelita sebuah taman baca berisi buku-buku pelajaran untuk anak-anak jalanan.


Tempat itu terletak di sudut kolong jalan layang. Terlihat banyak anak-anak berpakaian kumuh di sana. Ada yang membaca, bermain, berlarian, mewarnai, ada juga yang sedang tertidur.


" Kak.. Kakak.. Lihat ini... Ini tempat aku pertama kali bertemu bang Raka.." Oliv menunjuk sebuah pohon yang berada tak jauh dari taman baca tersebut.


" Bang Raka menolongku dan merawatku yang saat itu ditinggalkan begitu saja di jalanan oleh Mamaku disini. Ditempat ini.. Terakhir kali Oliv lihat Mama.." Lanjut Oliv. Suaranya mulai parau karena menahan tangis.


Amara memeluk Oliv.


" Mama Oliv jahat ya Kak... Oliv dibuang.. Oliv gak ngerti Oliv salah apa.."


" Jangan bicara seperti itu Oliv.. Tidak ada seorang ibu yang jahat pada anaknya. Bahkan binatang sekalipun...Kamu hanya tidak mengetahui alasan Mamamu meninggalkanmu disini... Kakak yakin suatu hari nanti Mama kamu akan menyadari kesalahannya. "


" Kakak benar. Apa Oliv berdosa jika selama ini Oliv membenci Mama? "


" Buang rasa benci kamu. Ambil hikmah dari semua ini. Kamu termasuk anak yang beruntung. Saat kamu ditinggalkan, kamu masih memiliki teman-temanmu disini. Ada yang menguatkan kamu. Ada seseorang yang bisa kamu andalkan saat kamu butuh.."


" Terima kasih Kak.. Oliv lega setelah menceritakan ini ke Kakak... Bahkan Oliv gak berani ceritain ke bang Raka."


" Kakak juga pernah ditinggalkan ayah... Bahkan Ayah pergi di saat kakak butuh seseorang untuk menguatkan kakak..."


Amara tersenyum. Terlintas dalam ingatan masalalunya. Disaat ia terpuruk dan membutuhkan seseorang yang akan menguatkan hati, ayahnya justru pergi dan tak kembali.


Raka mendekat dan menyentuh bahu Amara.


" Masa itu sudah berlalu. Sekarang ada Mas dihidup kamu yang akan berusaha menguatkanmu. Kamu tidak perlu merasa rapuh lagi sayang..."


Amara menatap Raka.


' Apa aku boleh menggantungkan harapanku kepadamu Mas?'


Raka menarik puncak hidung Amara.


" Jangan melamun.. Aku tahu aku tampan.."


Pengakuan Raka membuat Amara terkekeh.


" Narsis banget kamu bang.. Jangan Mau Kak di gombalin Bang Raka." Timpal Olivia.


Ketiganya membagikan snack dan susu kemasan juga peralatan tulis yang sudah disiapkan Raka.


Amara melihat Raka dengan pembawaan berbeda saat ia berada ditengah-tengah anak-anak. Begitu juga Olivia yang seperti menemukan rumahnya untuk pulang.


Seorang anak kecil usia 6 tahun mendekat pada Amara. Ia menatap wajah Amara.


" Kamu Bidadari ya?"


Amara tersenyum dan menggeleng.


" Bukan.. Kakak manusia biasa seperti kamu.." Jawab Amara lembut.


" Kenapa wajah kakak cantik sekali? Tidak seperti wajahku..."


" Kamu juga cantik kok... "

__ADS_1


" Terima kasih Kak.. Apa aku bisa jadi seorang princess dengan wajah seperti ini?"


" Tentu saja. Apa kamu sudah menemukan pangeranmu?"


" Sudah. Kakak Bidadari sudah bertemu pangeran?"


" Sudah.." Jawab Amara sambil membayangkan sosok Raka dengan kuda putih.


' Ahh konyol sekali khayalanku...'


" Siapa pangeran kakak?"


Belum sempat Amara menjawab, Raka menghampiri dan meraih pinggul Amara.


" Kalau Bang Raka jadi pangerannya cocok gak dek?"


" Cocok.. Aku suka.. "


Setelah beberapa waktu bercengkrama dengan anak-anak jalanan itu, Raka, Amara dan Olivia pamit untuk pulang.


" Nanti kakak bidadari datang kesini lagi gak?"


Amara mendekati anak itu yang ia tahu bernama Sherly. Amara mensejajarkan tingginya dengan Sherly.


" Kakak harus kerja sayang... Tapi Kakak usahakan akan sering mampir kesini menemui kamu dan yang lainnya. Itu pun kalau bos Kakak kasih izin.."


" Benarkah?"


Amara mengangguk. Lalu anak itu meminta Amara untuk menunggunya sebentar. Sherly menulis sesuatu di kertas dan memberikannya pada Amara.


Amara melirik ke arah Raka lalu menerima surat dari Sherly.


" Kalau besok Kakak tidak bisa datang, kamu jangan kecewa ya? Kakak usahakan minggu ini untuk menemui kalian. Kaka juga akan membawakan beberapa pakaian untuk kalian"


Sherly memeluk Amara.


"Terima kasih Kakak bidadari..."


Dimobil Olivia tidak bisa diam. Ia terus bercerita panjang lebar tentang kesehariannya selama tinggal didekat kolong jembatan itu.


----------------------


Makan malam kali ini berbeda. Lebih ramai dengan kehadiran Olivia.


Namun Raka disibukkan dengan ponselnya.


" Bang, Oliv besok mau ke Mall. Oliv mau beli sepatu. Oliv cuma bawa 2 pasang saja kemarin.."


"Hmm.. "


" Ke Mall dengan siapa?" Tanya Amara.


" Sama Kak Arga... Kakak mau ikut?"


" Mau sih.. lain kali mungkin. Minggu ini jadwal Abangmu sedikit padat."

__ADS_1


" Izin ajah Kak... Memangnya gak ada orang lain Bang? Kasian kakak ipar mau refreshing ditekan pekerjaan terus. Sikembar tampan ada kan.. "


" Hmm "


" Capek ya kak.. Ngomong panjang lebar sama bang Raka cuma dibalas hmm.. hmm.. "


" Kamu istirahat sana... Ingat lain kali kalau mau masuk kamar orang ketuk pintu dulu. Jangan seperti kemarin. " Ujar Raka ketus.


****


Di kamar, Amara ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Raka mengambil laptopnya dan Mengecek emailnya satu persatu.


Ada yang mengejutkan Raka dari email tersebut. Raka segera menghubungi Irgi.


📱 kamu dimana?


📲 Seperti yang Tuan perintahkan. Saya sudah masuk ke tempat target di tahan.


📱 Apa kau melihat mereka berdua?


📲Ya... mereka berada dalam satu kamar. Keduanya dalam kondisi baik.


📱Percepat rencana kita! Besok aku dan saudaramu akan segera berangkat kesana. Kau bersiaplah..


Raka menutup ponselnya. Ia terkejut dengan kehadiran Amara di belakangnya.


" Mas nelpon siapa?"


" Emm.. Irgi.. "


" Oh.. "


" Sayang... Tolong besok kamu atur ulang jadwal minggu ini. Sepertinya 2 minggu ini Mas harus pergi ketempat Irgi. Ada masalah disana. "


" Baiklah.. Lalu pertemuan dengan dewan direksi juga harus dibatalkan Mas?"


" Wakil presdir yang akan mengambil alih pertemuan itu. Kamu tinggal serahkan berkasnya pada mereka. "


" Maaf sayang.. Mas terpaksa harus meninggalkanmu besok.."


" Tidak apa Mas.. Ada Olivia yang menemani aku. Apa Arga juga ikut ?"


" Iya.. Selama 2 minggu kedepan Mas mungkin akan sedikit sulit menghubungi kamu. Tolong jangan kamu bebani pikiran kamu dengan hal ini. "


Amara terdiam. Entah kenapa tiba-tiba hatinya mengalami pergolakkan batin yang hebat saat ini.


Raka yang melihat perubahan raut wajah Amara langsung memeluknya dari belakang.


" Ini pertama kalinya Mas harus jauh dari kamu. Tolong jaga diri kamu baik-baik. "


Amara hanya mengangguk. Lidahnya terasa kelu untuk mengatakan sesuatu.


Raka memutar tubuh Amara sehingga menghadap kepadanya. Raka menempelkan dahinya pada dahi Amara.


" Apa kamu akan merindukanku?"

__ADS_1


__ADS_2