RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 29 - Penjelasan


__ADS_3

Raka bangkit memperbaiki posisinya lalu mengatur kursi mobil yang diduduki Amara seperti semula.


" Arggghhh!!!!" Raka mengusap wajahnya dengan kasar lalu menengok ke arah Amara.


" Maaf, Mas gak bisa mengendalikan diri. Tolong jangan pernah berkata seperti itu lagi.."


" Mas sadar, kamu belum sepenuhnya menerima kehadiran Mas di kehidupanmu." Lanjut Raka.


Raka memacu kendaraannya dengan cepat dan pulang ke rumah. Ia menelpon Arga untuk menyampaikan maaf pada Andin dan calon suaminya karena rencana makan malam mereka terpaksa di batalkan.


Setibanya di rumah, Raka dan Amara melakukan rutinitas yang biasa mereka lakukan sehari-hari. Tapi kali ini keduanya diam tanpa tatapan, tanpa obrolan.


Raka menuju ruang kerjanya. Sementara Amara menunggu Raka di balkon kamar. Beberapa kali Amara mengecek ponselnya.


Tak lama, Raka masuk kamar dan membersihkan diri di kamar mandi. Amara hanya memperhatikan Raka dari jauh.


Saat Raka keluar dari kamar mandi Amara melihat ada lebam keunguan di kaki Raka.


' Apa itu karena ulahku tadi sore? Jelas saja, aku memaki heels dan tanpa sadar menendangnya dengan keras.. Ya Tuhan...' Amara merasa berdosa pada suaminya.


Amara langsung keluar kamar untuk mengambil beberapa obat lebam di kotak obat dan membawanya pada Raka.


Raka membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya. Baru beberapa saat, Raka merasa ada yang menyentuh kakinya.


Raka membuka mata dan mendapati Amara sedang mengoles obat di kakinya sambil terisak.


" Amara??"


" Maaf.. Maaf.. Maaf..." hanya kata itu yang sanggup keluar dari mulut Amara.


Raka memeluk Amara untuk menenangkannya.


" Istirahatlah, tenangkan diri kamu dulu... Besok baru kita bicarakan masalah tadi...."


Amara mengangguk. Raka mengusap air mata Amara dan mengecup keningnya.


****


Paginya, Raka dan Amara sudah siap berangkat ke kantor.


Pak Rahmat menunggu di depan rumah.


" Pak Rahmat duluan saja. Saya ke kantor agak siang. Biar saya bawa motor saja."


" Lalu non Amara Den?"


" Amara bersama saya Pak..."


" Baik Den Raka. Kalau begitu saya tunggu anda di kantor."

__ADS_1


Raka mengangguk.


" Ayo, ikut aku sebentar" Ajak Raka sambil menaiki motor besarnya.


" Kemana?"


Raka hanya tersenyum simpul dan memakaikan helm untuk Amara. Lalu memacu motornya kesuatu tempat.


****


" Kita sudah sampai. Duduklah disana..."


Raka memarkirkan motornya di dekat kursi panjang dipinggir danau.


Raka duduk disebelah Amara.


" Langsung saja, Soal Andin dia datang dari Sydney menemuiku untuk memberikan undangan pernikahannya dengan Herlambang. Aku, Andin dan Herlan kami bersahabat. Meski Andin dari keluarga berada, dia tidak sungkan bergaul dengan Aku dan Herlan yang saat itu baru mulai merintis usaha." Tutur Raka menjelaskan.


" Usahaku semakin maju, Berkat bantuan Orang tua Andin yang memberiku modal dan juga Herlan. "


" Orang tua bu Andin?"


" Tuan Adyaksa salah satu pemegang saham tertinggi di Pradipta Corp. Walaupun perusahaan ayahnya sangat besar, Tapi Andin memilih bekerja denganku sebagai direktur keuangan. Alasannya karena..."


" Karena Bu Andin menyukai Mas Raka..." Tegas Amara memotong cerita Raka.


" Aku selalu mengganggap Andin sebagai Adikku. Ya, Andin memang pernah menyukaiku, Tapi aku segan menerimanya. Aku sangat menghormati Tuan Adyaksa. Beliau selalu mengatakan ingin laki-laki yang baik asal usulnya untuk putrinya."


" Herlan yang selama ini menjadi teman curhat Andin diam-diam ia menaruh hati padanya. Sampai pada suatu hari, Ada yang menjebak Andin, Karena kesalahpahaman tersebut, Herlan memilih pergi ke Australia. Andin baru menyadari ia begitu kehilangan Herlan dan memutuskan risent dari pekerjaannya. Andin menyusul Herlan. Menyusul cinta yang sebenarnya."


" Apa Mas sama sekali tidak ada perasaan pada Bu Andin?"


" Andin dan Herlan tahu Aku masih selalu mencari dan menunggu gadis Yang ku anggap sebagai malaikatku. Itu sebabnya hati ini tak pernah terbuka untuk wanita manapun selain untuk gadis itu. "


" Bahkan hingga sekarangpun hati kamu hanya untuk gadis itu kan Mas?" Tanya Amara melirih.


Raka tersenyum


" Iya.. Hati ini hanya milik gadis itu.. Meski belum mengenalnya saat itu aku sudah bersumpah akan melakukan apapun untuknya. "


" Lalu kenapa Mas malah menikah denganku? Kepedulian Mas terhadapku selama ini apa semuanya Palsu seperti perjodohan palsu itu?" Amara meradang.


Raka yang terkejut dengan pertanyaan Amara hanya diam. Lidahnya tercekat tak mampu mengatakan apapun.


" Kenapa Mas cuma diam saja? Mas bingung dari mana aku tahu hal ini?"


Amara menarik nafas panjang.


" ini Mas..." Ucap Amara sambil menunjukkan beberapa pesan masuk di ponselnya.

__ADS_1


Raka terkejut melihat isi pesan diponsel istrinya.


πŸ“© Hai perempuan Jal*ng, Aku Andin kekasih Raka. Hari ini aku kembali untuk merebut yang seharusnya menjadi milikku. Aku tahu kau sudah menikah dengannya. Tapi apa kau tahu Rahasia dibalik alasan Raka menikahimu?


πŸ“© Raka menikahimu hanya karena butuh pelampiasan setelah aku meninggalkannya. soal perjodohan dan surat wasiat ayahmu itu semua palsu.


πŸ“© Kau hanya perlu ingat satu hal, Sedekat apapun kamu dengan Raka tidak akan ada yang bisa menggantikan aku di hatinya. Bahkan mungkin sebenarnya kau tidak pernah dianggap ada dikehidupan Raka.


πŸ“© Kau bukan apa-apa untuk Raka. Akulah wanita yang menemaninya dari dulu. Aku yang berhak atas Raka.


πŸ“© Jangankan seluruh kehidupan Raka, Kau bahkan tidak berhak mencintainya.


kau hanya perempuan murahan yang mau menikmati kekayaan Raka saja.


Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun tenang bersama Raka.


Raka mengepalkan tangannya. Ia menelpon Arga.


πŸ“±Arga, cepat hubungi Herlan dan Andin. Aku ingin bertemu mereka di kantorku sekarang.


" Apa kau percaya dengan semua isi pesan ini?" Tanya Raka.


" Awalnya tidak, tapi melihat Mas berduaan dengan Bu Andin dikantor kemarin. Apa salah, kalau aku percaya?"


" Ini bukan pesan dari Andin. Aku yakin sekali. Bahkan Andin tidak pernah tahu soal pernikahan kita."


' sial!!! Ada yang diam-diam menyerangku. Tapi siapa? Bahkan rahasia ini hanya diketahui Pak Wijaya, Irgi dan Ibu.' Raka mengumpat dalam hati.


" Lalu Apa yang dikatakan soal Rahasia dibalik pernikahan kita apa itu benar?" Amara terlihat emosi.


Raka diam. Ia sadar cepat atau lambat Amara akan tahu.


" Apa kau menyesal menikah denganku?"


" sedikitpun tidak. Bahkan mungkin kalau bukan karena pesan-pesan ini aku sudah meyakinkan hatiku bahwa aku memang sudah benar-benar jatuh cinta."


" Kenapa perasaanmu goyah hanya karena pesan seperti ini sayang?"


" Karena kenyataannya Mas memang menutup diri Mas dariku. Mas tidak pernah menceritakan soal kehidupan dan masalalu Mas. Mas bahkan selalu minta maaf setiap kali menyentuhku. Apa aku salah jika hal ini membuatku goyah?"


" Aku belum meminta yang menjadi hakku karena menghargai keinginanmu. Mas takut kamu belum siap Ra... "


" Bukan karena aku.. tapi karena di hati Mas masih menunggu gadis itu.."


" Kalau Mas bilang gadis itu adalah kamu. Apa kamu percaya? Dan soal alasan pernikahan aku...."Raka melirih.


" Aku tak peduli hal itu. Aku akan menutup mata dan telingaku apapun alasan Mas menikahiku. Karena yang aku tahu sekarang aku hanya ingin Mas bersamaku... Aku pernah berjanji pada ibu, Apapun yang terjadi aku harus tetap berada disisi Mas Raka. Sebesar apapun rintangan yang akan kita hadapi nanti. "potong Amara.


" Ibu selalu bilang jangan pernah melepas tangan yang sedang dalam genggamanmu. Pertahankan apa yang seharusnya jadi milik kita. Itu sebabnya aku mohon... Jangan kecewakan langkah yang sudah ku ambil... Aku yakin Mas adalah pria yang pantas ku pertahankan..."

__ADS_1


Raka mendekap Amara. Ia kecup puncak kepala Amara.


" Mas akan ceritakan semua dan alasan Mas menikahimu. Tapi tidak sekarang. Selama kamu tetap tegar mendampingi Mas disini, Mas Janji tidak akan mengecewakanmu..."


__ADS_2