RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 21 - Dion


__ADS_3

Jam makan siang tiba. Seluruh karyawan masing-masing berpencar untuk menikmati waktu istirahat kerja.


Sejak menikah, Raka selalu makan siang di ruangannya. Amara sengaja memasak untuk bekal makan siang di kantor.


Karena kelelahan, pagi tadi Amara tidak sempat memasak bekal makan siang.


" Mas, Maaf, hari ini aku tidak sempat masak bekal makan siang.."


" Kita makan direstoran depan kantor saja. Kamu mau kan?"


Amara mengangguk.


Di restoran Raka sudah memesan makanan. Seorang pelayan tidak sengaja menumpahkan sisa makanan dan mengenai Jas Raka. Raka terlihat kesal.


Ia menahan amarahnya karena tidak ingin Amara melihatnya dalam emosi.


" Maaf tuan. saya tidak sengaja. biar saya bersihkan pakaiannya.."


" Sudahlah. Lain kali hati-hati. Ra, aku ketoilet sebentar"


" Iya mas.. "


Saat di toilet Raka melepas jasnya dan menelpon seseorang untuk membawakan jas.


" Arga, bawakan saya jas ke Restoran depan kantor segera!"


Saat hendak keluar toilet ia dipanggil petugas kebersihan yang sedang bekerja di toilet tersebut.


" Tuan, Jas anda ketinggalan... "


Raka terkejut melihat orang tersebut. Sesosok wajah yang dulu sangat dikenalnya.


" Dion... kamu Dion kan?"


" Bagaimana Tuan tahu nama saya?" Tanyanya heran.


Raka langsung memeluk erat satu-satunya sahabat dipanti asuhan dulu.

__ADS_1


" Aku Raka Di.. Raka... "


Dion kaget. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


" Raka? Benarkah Raka? Raka yang dulu di panti asuhan kan?"


Raka mengangguk


" Keterlaluan!!! Mereka bilang kamu sudah mati...Ternyata kamu masih hidup.. ini kejaiban.. " Dion memeluk Raka kembali.


" Maksudnya?"


Saat akan membuka mulut, Dion dipanggil rekan kerjanya yang lain.


" Nanti ku ceritakan semua. Sekarang aku masih kerja."


" Tunggu, ini kartu namaku. Selesai kerja kamu harus datang ke kantorku di seberang restoran Serahkan kartu nama ini ke resepsionis."


" Ok bro, senangnya bisa ketemu kamu lagi...."


---------------------


" Ini pesanannya, Nona..."


" Terima kasih..."


Tak lama dua mulut mercon Bianca dan Ririn lagi-lagi mengganggu Amara.


" ow,ow,ow... Ada ulat yg udah jadi kupu-kupu malam lagi duduk sendirian nih... Gak ada yang ngebooking lo ya siang-siang?" Ucap Bianca


" Siang-siang gini dia deketin CEO kita.. nanti malam dia deketin om om kaya... Aduh.. Cantik-cantik l*nte ya" timpal Ririn.


" Kenapa sih lo berdua? Gak bosan-bosan gangguin gue terus. Lo gak ada kegiatan lain gitu yang lebih berfaedah selain gunjingin orang lain? Dasar tukang Gosip!!!!" Kali ini Amara melawan.


" Uhhhh... Udah berani dia bi.. biasanya diam ajah kayak batu." Jawab Ririn.


" Lo bilang gue tukang gosip. Hellowww.. Yang gue omongin ini kenyataan. lo emang L*NTE!!!!"

__ADS_1


Amara berdiri " Bianca!!!! Salah gue apa sama lo? Keterlaluan banget tahu gak?" Mata Amara mulai berkaca-kaca.


" Salah lo, ngerebut calon suami gue Pak Raka. Lo diam-diam deketin dan ngegoda Pak Raka buat naikin status lo dari ***** menjadi nyonya Pradipta kan?"


Amara mengambil jus jeruk dimejanya dan menyiram Bianca.


Byurr


" Oh Shit!!!!! AMARA!!!!" Bentak Bianca.


" sorry, kepala lo ngebul jadi gue siram deh pakai air es


biar adem..." Amara melipat kedua tangannya di dada.


" Dasar J*LANG, awas lo ya!!!!"


Bianca pergi dengan perasaan marah diikuti Ririn dibelakangnya.


Raka kembali dari toilet. Sayangnya ia hanya melihat akhir perdebatan tadi. Raka melihat Amara yang menyiram Bianca. Awalnya ia ingin membantu Amara, tapi ia urungkan niatnya.


" Gadisku, Sangar juga kalau lagi marah..." gumam Raka dikejauhan.


" Maaf Mas lama. Tidak sengaja bertemu sahabat lamaku tadi. "


" Iya gapapa Mas.. pesenannya juga baru datang kok.."


" Baru datang? Tapi koq jus jeruk kamu sudah habis?"


" Oh, tadi ada kucing liar berantem, jadi aku buat siram kucing itu."


Raka tersenyum.


" Mas kenapa senyum-senyum sih... ?"


" Kenapa? Senyum sama istri sendiri gak boleh?" Raka memegang dagu Amara.


Amara memalingkan wajahnya ke samping.. terlihat jelas pipinya memerah menahan malu.

__ADS_1


Arga datang membawa Jas yang diminta Raka.


" Lho, Pak Irgi?"


__ADS_2