RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 15 - Asisten Pribadi


__ADS_3

Sejak tinggal terpisah dengan ibunya, Amara menghabiskan hari-harinya untuk bekerja. Pulang kerja ia langsung ke klinik rehabilitasi untuk penyembuhannya. Raka tak pernah absen untuk mengantar Amara berobat.


Raka menunggu Amara di sebrang jalan kantornya. Karena Amara meminta Raka tidak memberitahukan orang-orang di kantor soal pernikahannya untuk sementara waktu.


Di rumahpun, Amara dan Raka tinggal di kamar yang berbeda. Raka memutuskan keluar dari kamar utama karena ingin memberikan waktu untuk Amara sampai ia benar-benar sembuh. Walau begitu, Amara tetap melakukan tugasnya sebagai istri. Ia menyiapkan makanan dan pakaian untuk Raka.


Berharap ada percikan api asmara dalam rumah tangganya, Namun semuanya hanya berjalan begitu saja. Amara belum siap untuk jatuh cinta.


Setelah hampir tiga bulan berobat rutin, Kondisi psikis Amara mulai normal. Ia tidak lagi mengalami rasa cemas seperti sebelumnya.


" Saya bisa nyatakan kamu sembuh, walaupun belum sepenuhnya hanya sekitar 90%...Sekarang yang harus kamu lakukan adalah mulai membiasakan dirimu dengan kehadiran laki-laki di dekatmu !"


Amara mengangguk...


" Saya sudah menyarankan pada Tuan Raka agar kalian lebih sering tinggal dalam satu ruangan. Agar waktu bertemu dan berinteraksi lebih maksimal..."


" Maksudnya, Tinggal satu kamar gitu dok?"


" iya.. maaf, bukan mengarah pada hubungan suami istri. Tapi lebih kepada penyesuaian diri... "


" Saya paham dok, terima kasih banyak telah membantu saya untuk sembuh...."


" Berterima kasihlah pada suamimu. Tanpa dukungannya, Kamu akan butuh waktu lama melewati ini semua..."


Amara tersenyum dan pamit pada dokter.


----------------------------


Dirumah Raka melihat kegelisahan Amara.


" Mas... Maaf aku.."


" Aku mengerti. Kamu masih butuh waktu..."


" Terima kasih..."


" Untuk apa?"


" Untuk pengertiannya dan membantuku untuk sembuh...."

__ADS_1


" Tidak masalah, Sekarang istirahatlah... "


******


Di kantor Raka memberitahukan berita gembira pada seluruh staff karyawan saat rapat.


" Perusahaan kita berhasil memenangkan tender lagi. Dan mulai besok, Irgi akan di berangkatkan ke Paris untuk pembukaan perusahaan baru. Saya akan memilih beberapa karyawan yang kompeten untuk bekerja disana. Jadi, tolong katakan pada semua karyawan untuk menunjukkan kualitas kerja mereka sebaik mungkin."


Semua staff bersorak bahagia. Berharap salah satu dari mereka bisa terpilih bekerja di luar negeri.


" Dan saya juga butuh seseorang untuk menggantikan Irgi, Apa ada saran?"


" Saya menyarankan Nona Amara, Ia pernah bekerja sebagai sekretaris Tuan Wijaya selama beberapa tahun. Saya yakin dengan pengalaman yang dimilikinya, tentu lebih mengetahui apa yang dibutuhkan bosnya." Saran Irgi.


" Tapi Nona Amara belum lama bekerja untuk kita, Saran saya lebih baik memilih orang yang sudah mengabdi lama pada perusahaan ini. " Saran Pak David selaku manager perusahaan.


" Terima kasih sarannya. Namun saya sudah menyiapkan serangkaian tes. bagi yang berhasil, dia yang akan menjadi asisten sekaligus sekretaris saya."


Beberapa karyawan yang terpilih mulai mengikuti tes yang di persiapkan Raka.


Amara mengikuti tes tanpa di beritahu bahwa tes tersebut untuk menjadi sekretaris Raka.


" Sudah keluar hasilnya, sesuai saran saya tadi, Pada akhirnya Nona Amara yang berhasil menjawab semua tes dari Tuan Raka." beritahu Irgi pada semua staff yang hadir dalam rapat.


Irgi memberitahukan Amara bahwa dirinya terpilih menjadi sekretaris Raka menggantikan Irgi, karena berhasil menjawab semua tes.


Amara terkejut.


" Nona di tunggu di ruangan Tuan Raka sekarang."


***


"Ini semua yang harus kamu kerjakan!" Sambil menyerahkan tumpukkan kertas.


" Saya akan kerjakan di meja saya Pak.."


" Kerjakan disini."


Amara hanya diam menuruti perkataan Raka.

__ADS_1


Raka larut dalam pekerjaannya. Amara memperhatikan Raka.


Beberapa karyawan perempuan bolak-balik dengan alasan pekerjaan tapi lebih banyak dari mereka yang seperti mencuri-curi perhatian dari Raka. Raka tetap tidak melirik mereka sama sekali.


Amara tanpa sadar berucap


" Mas Raka tampak berbeda saat bekerja. Sungguh memiliki kharisma sebagai pemimpin perusahaan besar. Sangat wajar jika banyak wanita tertarik mendekat.... "


Raka mendengar ucapan Amara meskipun samar-samar.


" Hmm.. Sayangnya, Aku hanya tertarik pada istriku..."


Amara terkejut. ia menutup mulutnya.


" Apa dia dengar ucapanku.. Astaga... Mulut ini..." gumamnya dalam hati.


Raka tersenyum melihat Amara yang salah tingkah.


Tak lama, Masuk Bianca dan mengacaukan pemandangan Raka.


"Ada apa?" Tanya Raka ketus.


" Ini sudah jam makan siang Pak.. Aku mau ajak bapak makan siang bareng..."


Ucap Bianca manja. Bianca sudah lama tertarik aada Raka.


" Sejak kapan kamu lihat saya makan siang di luar? Keluar, saya tidak tertarik.."


" Tapi pak Irgi sudah pindah..dan aku...."


" Pak Raka ini makan siangnya..." Amara memotong ucapan Bianca dan menyerahkan bekal makanan yang sengaja ia masak tadi pagi.


" Apa-apaan kamu.. Motong pembicaraan orang.. Dasar tidak sopan.." bentak Bianca sambil mendorong tubuh Amara.


" Bianca!!!" Raka geram.


" Maaf bu, Aku hanya melakukan tugasku sebagai asisten pribadinya Pak Raka. Karena sudah kewajibanku melayaninya setiap saat..." Tegas Amara.


Bianca berjalan keluar dengan perasaan marah.

__ADS_1


" Sial, sial, sial... semua gara-gara bocah sialan itu... lihat saja Amara, kamu akan menyesal telah berurusan denganku..."


__ADS_2