RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 19 - Gosip 1


__ADS_3

Bu Rima yang melihat putri dan menantunya dari kejauhan ikut tersipu malu. Ia teringat masa-masa saat masih bersama Rahardi, mendiang suaminya.


" Ibu tahu apa yang kamu pikirkan." Nyonya Ratmadja datang menghampiri bu Rima.


" Melihat mereka, kamu jadi teringat Hardi kan?"


" Iya bu.. Jika mas Hardi masih ada, apa dia akan marah dengan keputusanku membohongi Amara dengan perjodohan palsu..."


" Hardi pasti akan melakukan hal yang sama. Ia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan putrinya. Kamu tidak bersalah dalam hal ini."


" Tapi kalau suatu hari nanti Amara tahu, Apa ia akan membenciku?" Bu Rima menangis.


" Saat ibu dan bapak membohongimu dan memintamu untuk meninggalkan Hardi apa kamu juga membenci kami??"


"Tidak sama sekali bu.."


Keduanya berpelukan teringat masa kelam yang pernah terjadi.


FLASHBACK


Saat itu Di usia pernikahan yang baru beberapa bulan, Rima diminta mertuanya agar meninggalkan suaminya dengan alasan Hardi akan melanjutkan study di negara lain.


Padahal sebenarnya kedua orang tua Hardi sedang mempersiapkan pernikahan Hardi dengan wanita pilihan mereka.


Demi terwujudnya cita-cita sang suami,Rima hampir saja meninggalkannya. Ia tidak ingin menjadi batu penghalang kesuksesan suaminya. Beruntung saat akan bercerai, Amara hadir dalam rahim Rima.


Hardi yang mengetahui rencana busuk orangtuanya segera membawa pergi istri dan juga anaknya yg masih dalam kandungan meninggalkan kota. Ia tak peduli namanya di coret dari hak waris keluarga Atmadja.


FLASHBACK OFF


Hari menjelang siang, Amara dan Raka kembali ke rumah untuk bersiap-siap kembali ke ibu kota karena Raka mendapat panggilan penting dari kantornya. Raka diminta segera kembali karena ada urusan mendesak yang tidak dapat di tangani bawahannya.


" Bu, Maaf ... kami batal berlibur panjang disini karena ada urusan mendesak di kantor ..." Ucap Raka saat berpamitan.


" Tidak apa Nak.. Ibu harap di lain waktu kamu dan Amara bisa menginap disini lagi .... "

__ADS_1


" Iya bu, Raka janji.. "


-------------------------------------


Selama perjalanan pulang Amara hanya terdiam. Mungkin dihatinya ada rasa kecewa.


" Ra, Kamu kenapa?"


" Tidak Mas..."


Amara memejamkan matanya. Ia tertidur karena kelelahan.


"Maaf ya pak.. Jadi pulang dadakan.."


" Tidak apa den... Yang harusnya dikhawatirkan non Amara den.. "


" Iya, Dia diam saja dari tadi.."


" Mungkin Non Amara sedih Den harus pisah lagi sama ibunya..." sambung pak Rahmat.


" Baik den.."


Setelah menurunkan Raka di kantor, Pak Rahmat mengantar Amara ke rumahnya.


" Non, sudah sampai non... "


" Oh.. Maaf pak.. Aku tidur dari tadi ya?"


" Iya Non.. Den Raka langsung ke kantor. Beliau berpesan agar Nona istirahat saja di rumah.. sebelum maghrib Den Raka akan usahakan pulang secepatnya. "Jelas pak Rahmat.


" Terima kasih pak.."


------------------------------------


Raka yang baru sampai di kantornya langsung mengadakan rapat. Ia terlihat begitu kesal dan marah.

__ADS_1


" Siapa yang berani menyebarkan berita busuk ini?"


Raka memperlihatkan di layar proyektor berita hoax yang tersebar di Akun resmi media sosial milik Pradipta Corp. Terpampang foto Raka dan mellisa saat pertemuan dengan pemilik perusahaan Agra.


Dalam Captionnya tertulis Antara kerjasama dua perusahaan besar dan rencana pertunangan.


" Maaf Tuan Raka, Saya mendapat email dari seseorang yang meminta saya untuk mengumumkan berita tersebut."


" Berkali- kali saya katakan. Berita yang boleh disebarkan di Akun resmi Pradipta Corp hanya boleh di unggah jika berita tersebut dikirim oleh email Asisten atau sekertaris saya!!!! Apa kau lupa Hah!!!!!!" Raka menggebrak meja.


" Maafkan saya Tuan..."


"Hapus berita itu dan buat klarifikasi sekarang juga!!!!!"


" Satu lagi, Mulai hari ini Pradipta Corp. Tidak terlibat hubungan kerja sama dalam bidang apapun dengan Perusahaan Agra. " Tegas Raka sambil berlalu meninggalkan ruang rapat.


Raka kembali keruangannya. Ia berusaha meredam amarahnya sebelum pulang ke rumah.


Satu jam kemudian karyawan Raka memberitahukan bahwa klarifikasi berita hoax tersebut selesai. Raka merasa tenang, ia pun langsung pulang ke rumah.


-----------------------------------


Amara sedang menyiram tanaman dihalaman depan rumahnya.


" Kenapa tidak beristirahat?" Tanya Raka.


" Aku sudah tidur di mobil tadi... Bagaimana masalah di kantor mas? Apa sudah selesai?"


" Sudah.. "


Raka tahu, Amara sudah mengetahui masalah ini dari awal. Tapi Amara memilih bungkam. Pantas saja diperjalanan Amara terlihat kecewa.


" Masih ada satu masalah lagi yang belum diklarifikasi.. dan itu menjadi tugasmu besok di kantor." Raka tersenyum sambil mengacak rambut Amara perlahan.


" Masalah apa lagi?"

__ADS_1


__ADS_2