
Raka pamit berangkat ke kantor lebih awal untuk mengurus suatu hal. Amara di antar Pak Rahmat.
Beberapa hari tidak ke kantor. Saat kembali, Amara merasa heran. Semua karyawan menatap tak suka padanya.
Beberapa nyinyiran terdengar keluar dari mulut mereka. Amara tidak mau ambil pusing. Ia langsung menuju ruang kerjanya.
Keluar dari lift Zayn menghampiri.
"Amara, lo buruan lihat gosip di grup perusahaan!!!! "
" Gosip? Maksudnya?"
" Udah sana lihat ajah sendiri..."
" Ah, pasti masalah dengan putri Tuan Agra kemarin kan..."
" Bukan.. Yang itu sudah di klarifikasi " Zayn terlihat tak sabar.
Amara segera melihat ponselnya. Ia tak menyangka ternyata mereka bukan membicarakan soal skandal CEO dan Putri perusahaan Agra.
Tetapi yang mereka bicarakan berita tentang Skandal CEO Pradipta dengan sekretaris barunya.
Terlihat juga foto Amara masuk kedalam kamar hotel bersama Raka dalam rangkulannya.
" Zayn... Kenapa jadi begini ?" Amara bingung.
" Mana gue tau.. kan lo yang ngelakuin..."
Ting
Pintu lift terbuka
Raka bersama Pak David manager keuangan keluar dari lift. Ia tersenyum melihat Amara yang sepertinya sedang kaget karena berita skandal dirinya dengan suaminya sendiri.
Raka sengaja membiarkan berita tersebut beredar di grup perusahaan. Ia ingin melihat reaksi istrinya.
" Selamat pagi Pak... " Sapa Zayn pada Raka.
" Pagi... Kalian sedang apa disini?"
" Lagi gibahin bapak.. Saya permisi kembali keruangan Pak..." jawab Zayn yang langsung berlari karena khawatir bosnya akan marah mendengar jawaban konyolnya.
" Pak David, Saya minta buat ulang laporan keuangan perusahaan cabang saya di Serang bulan kemarin. Saya rasa ada yang ganjil dengan laporan tersebut. "
" Baik Pak.. Saya akan siapkan."
__ADS_1
" Amara.." panggil Raka namun tak ada jawaban.
" Amara... "
Amara tersentak. Ia kembali sadar dari lamunannya.
" Iya Pak.. "
" Kamu ikut ke ruangan saya!"
-------------------------
Amara meminta penjelasan Raka soal berita yang tersebar. Tapi Raka tidak mau membahasnya. Ia mengalihkan pembicaraan dengan memberikan setumpuk pekerjaan pada Amara.
" Jangan bahas soal itu sekarang. Seleksi file-file itu dan selesaikan sebelum jam makan siang!"
Amara cemberut berjalan ke meja kerjanya. Tak di sangka, ternyata suaminya yang selama ini di anggap sangat berkharisma ternyata punya sisi yang menjengkelkan juga.
Pukul 11 siang pekerjaan Amara telah selesai.
" Kamu sudah selesai?"
" Sudah Pak.."
" Apa jadwal saya siang ini?"
" Tolong buatkan saya kopi !"
" Baik pak.."
Saat menuju pantry untuk membuat kopi, Amara bertemu dengan Bianca dan Ririn.
" Wow, Artis penghibur kita yang sedang naik daun.. Upzz.." Sambil merentangkan satu kakinya.
Amara hampir terjatuh karena menabrak kaki Bianca.
" Ulat dong naik daun... " timpal Ririn.
" Ya ulat.. trus jadi kepompong dan lama-lama jadi KUPU-KUPU MALAM !!!!! Ngomong-ngomong, berapa harga tubuh lo semalam?"
" Bianca Kamu jangan keterlaluan ya..." Amara coba membela diri.
" Gue apa Lo yang keterlaluan? Pantes ajah dari karyawan perusahaan kecil diangkat jadi Asisten dan Sekertaris CEO. Ternyata modalnya NAIK RANJANG !!!!"
PLAKK
__ADS_1
Terdengar suara tamparan. Amara terperangah. Zayn menampar Bianca. Saat itu Zayn akan membawa salinan berkas untuk di fotocopy. Kebetulan mesin fotocopy berada dekat pantry. Tidak sengaja ia melihat temannya Amara sedang dibully Bianca dan Ririn.
" Heran gue, tu mulut apa mercon.. " Nyinyir Zain.
" Kurang Ajar Lo ya, berani nampar gue!!!!" Bianca meradang.
" Apa lo mau ribut hah??" Tantang Zayn
Ririn menarik Bianca karena melihat Raka yang sedang menuju ke arah mereka.
" Buruan cabut!!!"
" Lo baik-baik ajah kan? Kenapa diam ajah si? Lawan dong Ra!!!"
" Gak apa-apa.. Males ajah nimpalin si mulut mercon" jawab Amara diikuti tertawa Zayn.
Raka mendekat.
" Kenapa lama sekali?"
" Maaf Pak, tadi ada gangguan sebentar..."
" Gara-gara gosip Pak Raka sama Amara yang dihotel itu lho Pak, Fans-fansnya Pak Raka jadi ngebully Amara." Terang Zayn pada Raka.
" Zayn!!!" Amara melotot.
Zayn tertawa kecil. Ia memang tipe orang yang kalau bicara tidak ingat situasi dengan siapa dia bicara. Apalagi kalau urusan membela temannya. Justru hal itu yang membuatnya mudah bergaul dengan siapa saja. Termasuk Amara yang sebenarnya sangat sulit bergaul.
" Kamu di bully? Siapa orangnya?" Tanya Raka.
" Tidak Pak.. Saya segera siapkan kopinya.."
" Bohong Pak. Bianca menghina teman saya ini dan memanggilnya KUPU-KUPU MALAM karena berhasil menggoda Pak Raka."
Raka mengkerutkan keningnya.
" Lagian Pak Raka udah tahu ada gosip begitu kenapa bukan di klarifikasi. Kan kasian teman saya yang jadi korban." kesal Zayn.
Amara mencubit Zayn.
" Aduh.. Maaf Pak, Saya keceplosan... ini mulut.. saya pamit mau foto copy dulu.." Zain memukul mulutnya sendiri.
" Maaf, Aku tidak tahu soal ini. Amara... Gara-gara aku, kamu jadi.. " Raka memegang bahu Amara.
" Tidak apa Mas.. Bukan salah mereka beranggapan seperti itu. Mereka tidak tahu hubungan kita yang sebenarnya..." Amara terdiam.
__ADS_1
" yang sebenarnya lebih dari sekedar hubungan atasan dan bawahan... " Raka merasa bersalah pada Amara. Seandainya saja ia bisa mengatakan hubungan mereka pada semua orang tentu hal ini tidak akan terjadi.
Raka menghargai keinginan Amara yang memintanya untuk menyembunyikan statusnya sementara waktu.