
Akhir pekan kantor libur. Tapi Raka harus ke kantor karena lagi-lagi ada laporan dari perusahaan cabang yang mengalami masalah.
Arga mendengar ada kecurangan disalah satu kantor cabang milik Raka. Arga yang mendapatkan hal tersebut langsung melaporkan pada Raka dan membawa salah satu karyawan sebagai saksinya.
Amara mendampingi Raka menemui salah satu karyawan perusahaan cabang yang melaporkan hal tersebut.
" Selamat pagi Tuan, Saya Hadi karyawan Devisi pemasaran di perusahaan cabang yang di pimpin Pak Hendrawan." Mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
" Baik Pak Hadi. Langsung saja ceritakan bagaimana bisa selama 2 bulan ada beberapa karyawan yang tidak diberikan gaji?"
" Direktur dan Manager bilang, perusahaan pusat sedang mengalami defisit keuangan, sehingga gaji kami terpaksa di tunda."
"Kapan mereka mengatakan akan memberikan gaji kalian?" Selidik Raka
" Bulan ini tanggal 10 Tuan.. Tapi sudah lewat satu minggu masih belum di berikan. saya mohon, jangan beritahukan mereka bahwa saya yang melaporkan hal ini Tuan. Anak istri kami butuh makan, jadi terpaksa saya lancang menemui Tuan. " Pria itu memohon.
" Tidak apa Pak, Saya harus memikirkan cara lain untuk membongkar kebusukkan mereka."
" Pak, Kenapa kita tidak turun langsung memantau mereka? Jadi kita tahu perlakuan mereka pada karyawan seperti apa." Usul Amara.
" Kamu benar. Aku harus bekerja sama dengan HRDnya agar kita bisa mulai bekerja senin besok dan tentunya ia harus merahasiakan identitas kita."
"Baiklah, Boleh saya minta slip gaji Pak Hadi selama beberapa bulan terakhir." pinta Raka
" ini Pak saya kebetulan menyimpannya di dompet saya."
Raka terbelalak melihat nominal angka gaji pak Hadi.
" Kenapa cuma segini pak? Bapak dari Devisi Pemasaran kan? Harusnya gaji bapak tiga kali lipat dari ini"
" Saya bekerja dari awal perusahaan cabang di buka. Tapi ya memang hanya segitu gaji yang saya dapat Tuan. "
" Keterlaluan!!!!! Pak Hadi tolong bapak kumpulkan siapa saja yang belum diberikan gaji. saya akan segera mengurus gaji yang belum dibayar sekaligus ganti ruginya."
" Baik Tuan. Terima kasih banyak."
" oh ya pak, Saya dan sekretaris saya akan menyamar sebagai karyawan biasa disana. Jika bertemu saya, bapak tolong rahasiakan hal ini. "
__ADS_1
" Saya mengerti Tuan, Sekali lagi terima kasih..."
----------------------------
Paginya Amara dan Raka pergi ke kantor cabang menggunakan penyamaran identitas dan penampilannya yang sedikit di rubah.
Raka menggunakan kaca mata dan rambut klimis. Tanpa jas dan dasi hanya menggunakan kemeja yang tangannya digulung sedikit. Namanya diganti menjadi Arka. Sedangkan Amara hanya merubah tatanan rambutnya dan namanya menjadi Amira.
Keduanya menemui HRD.
" Selamat pagi Tuan, Asisten anda telah menjelaskan semuanya kemarin. " sapa HRD.
" Pagi.. Terima kasih kerja samanya... Dan Rahasiakan hal ini."
Sebelum HRD mengantar Raka dan Amara ke devisi keuangan, Raka dan Amara menemui Manajer umum dan Direktur perusahaan cabang tersebut.
" Pagi pak Direktur. Pak Manager, perkenalkan ini Arka, dan ini Amira karyawan baru yang di rekomendasikan dari kantor pusat."
"Baiklah, Kalian akan berada di devisi keuangan. Selamat bekerja " ujar Hendrawan.
Saat Raka dan Amara menjauh, Manager tersebut bertanya
" Bos, kenapa di bagian keuangan? Kalau mereka lapor ke kantor pusat gimana?"
" Justru mereka berdua yang akan kujadikan kambing hitam..."
Keduanya tersenyum licik.
----------------------------
Raka dan Amara mulai bekerja. Diam-diam keduanya mengambil beberapa file yang nanti akan menjadi bukti untuk memberatkan tindakan Direktur dan manager licik.
Beberapa karyawan wanita menggoda Raka. Meskipun Raka menyamar dengan menggunakan kaca mata dan rambut klimis, tapi kesan tampan berkharisma tak hilang dari wajahnya.
" Hai ganteng.. Kenalin aku Jeny... "
Sambil mengulurkan tangan.
__ADS_1
" Arka.." Menjabat tangan Jeny..
Jeny terus memegang tangan Raka. Amara yang melihat pemandangan tersebut merasa risih. Ia mendekat dan langsung memperkenalkan diri
" Kenalin, aku Amira tunangan Arka." Sambil menunjukkan cincin di jarinya. Sebenarnya itu cincin pernikahan.
" Upzz.. Maaf, Arka sudah bertunangan yah? Aku fikir masih jomblo..."
Bukan cuma bertunangan, bahkan aku sudah menikah..
gumam Raka dalam hatinya yang sedang berbunga-bunga melihat tingkah Amara yang tampak cemburu.
" Saya dan TUNANGAN saya akan traktir makan siang hari ini. Terima kasih atas sambutan baiknya." Raka menekan kan kata tunangan.
Raka, Amara dan semua karyawan bagian keuangan makan siang bersama di restoran yang tak jauh dari kantor.
Sesekali Raka menggoda Amara.
" Mas, kenapa gak di makan?" Tanya Amara.
" Suapin!!!" Raka memanja.
" Mas.. apaan sih..." wajah Amara memerah.
" Kamu kan Tunangan aku... masak gak boleh minta disuapi tunangan sendiri..."
Enggan berdebat, Amara mengambil sendok dan mulai menyuapi Raka.
" Romantis banget ya kalian..." goda salah satu senior.
" Mbak, Saya dengar akhir-akhir ini perusahan sering terlambat memberikan gaji ya?" Tanya Amara pada salah satu senior.
" Iya, Mereka bilang ada masalah di kantor pusat. Oh iya, kalian dari kantor pusat kan? Memangnya ada masalah apa di kantor pusat?"
" Sebenarnya tidak ada masalah serius. Seharusnya gak sampai telat memberikan gaji."
Selesai makan siang mereka kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan masing-masing.
__ADS_1