RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 2 - Pertemuan


__ADS_3

Bertahun-tahun Raka hidup dijalan, berharap nasib akan mengubah kehidupannya.


Pada awalnya ia bekerja sebisanya. Terkadang jadi kuli panggul atau membantu di toko.


lama kelamaan ia semakin kesulitan dan mulai mencari kerja lagi dimana-mana, kali ini semua menolak karena Raka tidak memiliki ijazah. Semua data diri dan surat-surat sekolahnya berada di panti. Ia idak bisa mengambilnya karena berada diruangan pengurus panti.


Tidak pernah terlintas sedikitpun untuk kembali ke panti. Raka akan berusaha mengubah hidupnya. Tapi selalu gagal. Kehidupan di Jalan terlalu keras. Efek pembullyan yg pernah dialaminya, membuat Raka selalu merasa takut dijauhi dan dimusuhi.


Raka lalu memilih bersikap urakan, dengan begitu, kawan-kawannya tidak perlu iri padanya lagi. Raka bukan lagi menjadi Raka yang dulu.


Namun, karena hal itu pula, membuatnya semakin kesulitan mencari kerja karena sikapnya yang urakan.


Raka yang sangat membutuhkan uang untuk makan, pada akhirnya mengacak penampilannya dengan memakai pakaian yang koyak dan kotor. Raka menjadi pengemis untuk penuhi kebutuhan hidupnya. mengharap belas kasih dari orang yang lewat.


Hari itu, Tuhan kirimkan malaikatnya padanya.


"Dik, Kak, sedekahnya untuk beli makanan..."


Raka merintih sambil memegang perut yang memang sudah hampir 2 hari tidak menemukan makanan.


Orang-orang yang lewat banyak yang prihatin dengan keadaannya. Diantara mereka ada yang memberi receh bahkan ada yang memberi dengan nominal besar.


"Terima kasih dik... Terima kasih kak..."


Raka sangat senang akhirnya bisa membeli makanan hari ini.

__ADS_1


Saat Raka hendak bangun untuk membeli makanan, ada seorang gadis berlari menghampirinya.


Ia memakai seragam SMA terdapat nama di seragamnya. Amara... ya, nama gadis itu Amara.. dan kemudian memberinya uang receh.


" Lelaki bodoh... Kau punya tangan dan kaki. Kenapa tidak kau gunakan untuk usaha..." Ujarnya sambil tersenyum.


Raka hanya diam mendengar ucapan gadis tadi. kenyataannya hidup tidak semudah yang dia katakan. Jaman sekarang mana ada orang yang mau memperkerjakan orang yang tidak punya ijazah pendidikan dan latar belakang yang jelas.


Ya, memang bukan pertama kalinya Raka dikatakan bodoh, pemalas dan perkataan lain yang selalu menyudutkannya. Raka tidak pernah ambil pusing perkataan mereka. Di pikirannya ia hanya ingin bertahan hidup. Namun gadis ini berbeda...


"Aku ambil uangmu ya.... Tunggulah disini" Sambil merampas semua uang yang berada di kaleng yang di gunakan Raka untuk mengemis.


Raka Hanya terdiam menatap gadis itu heran.


Diletakkan kardus itu didepannya dan papan tersebut bertuliskan


Jual air mineral 3.000,- / botol


Gadis itu tersenyum lalu menyerahkan beberapa lembar uang dan beberapa pakaian.


" Ini untuk kembaliannya kak. pakai ini. ini pakaian ayahku, walaupun bekas tapi masih layak pakai. "


Raka mengganti pakaian dan Gadis itu membantu membersihkan wajah Raka.


" Selesai.. dengan begini kakak tak perlu mengemis lagi untuk membeli makanan" Gumamnya.

__ADS_1


Gadis itu tersenyum dan berlalu meninggalkan Raka.


Hari itu Raka berhasil menjual semua air mineral tadi. Uangnya cukup banyak.


sebagian dari pembeli ada yang menyuruhnya untuk ambil kembaliannya.


Pertama kalinya bagi Raka merasa mendapat uang dengan cara terhormat.


"Mengapa aku tidak pernah berpikir seperti ini dari dulu...Gadis itu benar.


Aku memang bodoh"


Raka pergi ke ibukota. Berusaha menjual air mineral di dekat kampus-kampus, sekolah-sekolah dan sekitar pusat perbelanjaan.


Hari demi hari Raka semakin giat berjualan. Pendapatannya pun semakin meningkat. Raka sudah bisa menyewa sebuah ruko untuk berjualan. Bahkan Raka mulai memperkerjakan anak-anak jalanan lain untuk membantunya ditoko. Raka juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai kurir.


Bulan berganti tahun, Raka semakin melebarkan usahanya dan mulai menabung untuk membeli tempat tinggal yang layak. Raka juga melanjutkan pendidikannya yang tertunda.


Raka mendapat tawaran kerja sama dari seorang pengusaha yang bersedia memberikan modal untuknya membuka sebuah perusahaan.


Dalam hatinya, ia sungguh berterima kasih pada gadis itu. Kalau bukan karena tuhan mengirimnya saat itu, Mungkin selamanya Raka akan menjadi pengemis jalanan.


Raka bersumpah, suatu hari nanti, Jika tuhan mengizinkannya berjumpa dengan gadis itu lagi, ia akan melakukan apa saja untuk membalas kebaikan gadis itu.


Raka menunggu datangnya hari itu...

__ADS_1


__ADS_2