RAHASIA DALAM CINTA

RAHASIA DALAM CINTA
Episode 27 - Mas Bos


__ADS_3

Permasalahan dikantor cabang telah usai. Raka dan Amara kembali ke kantor pusat.


Amara disibukkan dengan berbagai file juga penyusunan jadwal pertemuan Raka dengan klient.


"Pertemuan dengan klient pukul 2 siang di hotel Prabu. "


Amara membaca memo dan langsung ke ruangan Raka.


Tok tok tok


" Masuk"


Amara melihat Raka sedang berbincang dan tertawa bersama seorang perempuan. Andin mantan Direktur pemasaran yang juga teman akrab Raka.


" Hmm.. Pak, Maaf mengganggu, ada pertemuan dengan klient setengah jam lagi di hotel Prabu. Berkasnya sudah saya siapkan. "


" Baik, Terima kasih. Kamu Berikan berkasnya pada Arga."


" Sudah saya serahkan tadi. Kalau begitu saya permisi.."


" Ra, Tunggu...."


Amara tak menghiraukan panggilan Raka. Setelah pintu tertutup, Andin langsung menanyakan soal Amara.


" Oh.. Jadi itu yang namanya Amara.. sekretaris kamu yang sekarang ya?" Tanya Andin.


" Kenapa memangnya?"


" Cantik.. pantas saja banyak gosip tentang kalian."


" Bagus, dari pada aku di gosipin sama Arga dan Irgi..." Canda Raka disusul tawa keduanya.


" Em.. Memangnya hubunganmu dan Amara...."


" Lebih dari sekedar atasan dan bawahan.. "jawab Raka mantap.


" Wah.. Bagus.. pepet terus sampai dapat..." Andin mengacungkan jempol.


---------------------


" Kamu ikut saya ke Hotel Prabu sekarang!"


" Bukannya sudah ada Pak Arga?"


" Arga menggantikan saya memimpin rapat bulanan disini. Cepat, Saya tunggu kamu di mobil."


--------------


Pukul 5 sore pertemuan dengan klient selesai dan berjalan dengan lancar.


Diperjalanan pulang, Ponsel Raka berdering. Usai menerima panggilan, Raka meminta Pak Rahmat mengantarkannya ke kantor.


" Pak, ke kantor dulu. Ada yang sedang menunggu saya sekarang." Pinta Raka.

__ADS_1


' Pasti wanita itu lagi ' gumam Amara dalam hati.


" Kamu kenapa diam saja?"


Amara tak menjawab. Ia sibuk dengan ponselnya.


Sampai di kantor, Raka langsung ke ruangannya. Sementara Amara menghampiri Zain dan kawan-kawan. Mereka akan makan bersama di restoran tak jauh dari kantor.


Perasaan Amara sedikit terganggu dengan kehadiran perempuan di ruangan Raka tadi.


Amara memutuskan untuk ikut makan bersama Zain, Bara, Lili dan senior mereka Mbak Putri dari divisi perencanaan.


Sambil menikmati makanan dan minuman, mereka berbincang-bincang. Hanya Amara yang tampak terdiam memikirkan sesuatu.


" Ra, kok bengong ajah?"


" Tumben kamu ikut kumpul pulang kerja? Biasanya langsung pulang?" Tanya Zain.


" Lagi kesel sama orang rumah ya?" Tanya Lili.


" Iya, Aku lagi malas ketemu orang rumah." Jawab Amara asal.


" kesel sama orang rumah, apa kesel sama atasan?" Ledek Zain.


" Apaan sih? Kok bawa-bawa atasan"


" Ye, gak usah ditutup-tutupin.. kita semua udah tau kok. Kalau kamu ada hubungan spesial dengan Pak Raka. Ya kan? Apalagi tadi ada mbak Andin di kantor." Ledek Bara.


"Bener tuh. Gara-gara gosip itu, kemarin Amara di serang berkali-kali sama si mulut mercon." Ujar Zain.


" Mulai dah tuh mulut.. " kesal Amara.


" Mulut mercon? Siapa? "Tanya Bara.


" Oh gue tau. Pasti si Bianca dan Ririn kan? Mbak Putri juga pernah jadi korban mereka dulu." Cerita Lili.


" Beneran begitu mbak?" Tanya Amara.


" Iya Ra, Waktu mbak Di ajak Pak Raka survei kantor cabang yang baru. Padahal perginya juga sama Pak Irgi. Pulang-pulang mbak dilabrak mereka."


" Mereka bilang, Mbak sudah bersuami tapi masih kegenitan sama bos. Dan segala macam hinaan. Pokoknya kesel banget lah kalau di ceritain semua." Mbak Putri mengepalkan tangannya.


" Si Bianca tuh tergila-gila banget sama Pak Raka. Dia sering godain pak Raka. Tapi pak Raka nya ya gitu. Kayak gak tertarik sama perempuan. Dia akan melakukan segala cara untuk mengganggu orang-orang yang dekat dengan Pak Raka. Termasuk Bu Andin."


" Bu Andin emang akrab banget sama Pak Raka. Gak tahu gimana ceritanya Bu Andin sampai risent. Padahal Bu Andin sudah cukup lama menjabat sebagai direktur Pemasaran dikantor kita. Yang pasti itu ulah Si Bianca dan Ririn" sambung Lili.


" Bu Andin yang mana?" Tanya Amara


" Yang tadi keruangan Pak Raka. Hari ini dia datang mungkin kangen sama Pak Raka kali ya?" Tanya Zain.


" Uhuk uhuk" Amara tersedak.


Zain sengaja bertanya seperti itu. Ia ingin tahu reaksi Amara mendengar hal ini. Zain kenal Amara cukup lama. Sehingga Zain tahu, sahabatnya ini sedang menyimpan sesuatu.

__ADS_1


" Pelan-pelan minumnya Ra.. baju kamu jadi basah kan. " ujar Lili mengingatkan.


" Maaf, Aku permisi ke toilet dulu." Pamit Amara.


Setelah Amara menjauh. Mbak Putri memukul kepala Zain perlahan.


" Kamu kenapa bilang begitu di depan Amara?"


" Aduh.. Sakit mbak.. Ya kan aku cuma ngetes ajah. Jadi semakin yakin kan kalau Amara dan bos kita emang ada hubungan khusus. "


" Bener juga. Tapi kenyataannya Bu Andin tadi nemuin Pak Raka buat nganterin undangan pernikahannya. Aku juga dapet undangannya lho... Calon suami bu Andin juga sahabat karibnya Pak Raka. Kasian kalau sampai Amara salah paham dengan Pak Raka." Ujar Mbak Putri.


" Biarin ajah, kita lihat sampai mana perjuangan Pak Raka buat dapetin sahabatku yang sedingin salju." Kat Zain bersemangat.


" Sedingin Salju kayak judul lagu dangdut." timpal Lili


Gelak tawa mereka terhenti saat ponsel Amara yang tertinggal di meja berdering.


Tertera nama ‘Mas Bos‘ yang memanggil.


" Mas Bos? Pasti Pak Raka nih. Kamu ajah yang angkat Zain." Pinta Lili.


" Jangan. Mulut Zain kan susah di rem kalau udah ngomong. " Canda Mbak Putri.


" Ya sudah biarin ajah. Lucu juga panggilannya Mas bos. Memang sudah sejauh apa sih hubungan mereka?Aku jadi kepo nih..." Tanya Lili antusias.


" Syuttt!!! Orangnya datang.."


Amara yang baru kembali dari toilet langsung duduk.


" Ra, tadi hp mu berdering tuh. "


Amara langsung melihat ponselnya. Terlihat beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari suaminya.


📩 Kamu dimana ?


📩 Kok Panggilan Mas gak dijawab sih sayang?


📩 Kamu marah?


Amara membalas pesan suaminya.


📩 Aku ditoilet tadi. Maaf Mas, Aku ngumpul sama teman-teman divisi pemasaran di restoran dekat kantor. Maaf gak izin🙏. Takut ganggu .


Raka yang mendapat balasan pesan seperti itu dari Amara langsung menelponnya.


📱 Kamu tunggu disana. Aku jemput sekarang.


📱Jangan Mas...


Tut tut tut Panggilan di akhiri.


‘ Gawat ‘ gumam Amara dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2