
Dari arah lain terlihat Rama sedang menuju ke kamar mandi pria yang terletak di sebelah kamar mandi perempuan, namun pandangan Rama tertuju pada Monik yang baru saja keluar dari kamar mandi perempuan.
Monik tampak berwajah jutek, Rama melihat wajah Monik karena memang mereka sedang berpapasan.
Rama merasa ada yang aneh dengan sikap Monik, tiba-tiba Randana pun menyusul keluar dari arah kamar mandi.
Rama semakin bingung dibuatnya. Atau mungkin baru saja ada masalah antara Randana dan Monik.
Rama segera menghampiri Randana.
"Nadia." sapa Rama pada Randana.
"Eh... Kak Rama." jawab Randana.
"Kamu sama Monik kenapa?" tanya Rama.
"Gak papa kok kak." jawab Randana.
Kemudian mata Rama tertuju pada kaca mata Randana yang sedikit Retak.
"Kacamata kamu." ucap Rama.
"Eh iya kak, tadi jatuh." sangkal Randana.
"Jatuh atau di jatuhin Monik." ucap Rama curiga.
"Eh.. tadi.. " jawabnya terbata-bata.
"Kalau Monik yang jatuhin gak apa-apa bilang saja sama aku, aku dari dulu memang gak suka sama sikap monik. Terutama sikapnya pada Nila yang semena-mena." Jelas Randana.
__ADS_1
"Tadi aku sengaja dengar kak Monik, bahwa dia mau lenyapin Nila. Terus aku ketahuan dan akhirnya kak Monik malah nyerang aku." jelas Randana.
"Memang keterlaluan si Monik, cepat atau lambat kita harus bongkar kejahatannya sebelum nyawa Nila yang terancam." tegas Rama.
Randana jadi berfikir tentang kematian Rania. Apa mungkin gadis misterius, darah di gudang, gelang perak, dan Monik ada kaitannya dengan kematian Rania.
"ya udah kamu ke kelas aja dulu deh. Soal Monik kalau kamu mau, kita bisa bekerja sama buat bongkar kebusukannya." ucap Rama.
Randana hanya memanggutkan kepalanya.
Kemudian Randana segera pergi meninggalkan Rama.
\*\*\*
Kali ini Monik and the genk sedang berada di kantin, ia hari ini tidak mengambil buku ke Nila karena memang sedang tidak ada tugas.
Melihat Nila dan Randana sedang berada di kantin, Monik dan dua temannya segera menghampiri mereka.
"Duhh enaknya bisa makan di kantin." sindir Monik pada Nila.
Randana yang melihat Monik datang segera menfaktifkan rekaman suara di ponselnya secara diam-diam dan menaruh ponselnya di atas meja.
"Gue mau makan deh di sebelah lo permisi... Kapan coba kita bisa akur." ucap Monik, menyuruh Nila untuk bergeser tempat duduk dan duduk di sebelah Nila.
Sedangkan Reta dan Laura duduk bersebelahan dengan Randana.
Penjual kantin datang membawakan pesanan mereka satu persatu.
Saat minuman sudah di taruh di hadapan mereka masing-masing. Dengan sengaja Monik menyenggol es teh milik Nila dan air itu pun tumpah di rok Nila.
__ADS_1
"Upss sory, gak sengaja. Jadi basah deh gimana donk." ucap Monik dengan wajah tak bersalahnya.
Nila masih mencoba membersihkan roknya yang basah itu dengan tisu.
Sedangkan Randana kali ini tak mau ikut campur karena ia masih terfokus dengan ponselnya yang mencoba untuk mendapatkan rekaman suara Monik.
Reta salah satu teman Monik menyadari tentang tindakan Randana yang sangat mencurigakan. Akhirnya Reta mencoba mengambil paksa ponsel Randana yang masih berada di meja tersebut.
Ia berhasil menyaut ponsel itu dan dilihatnya rekaman suara yang masih menyala.
"Mana kak ponsel aku." seru Randana. Reta masih kekeh mengambil ponsel Randana.
"Lihat deh ini Nik, si cewek cupu ini kayaknya mau merekam suara lo deh." ucap Reta sambil memberikan ponsel itu pada Monik.
"Balikin kak ponsel aku." teriak Randana.
"Oh... Mau jadi sok pahlawan lo, lupa lo gue tadi bilang apa. Udah gak sayang sama nyawa lo." ancam Monik pada Randana.
Randana hanya terdiam.
"rasain ini karena udah ikut campur urusan gue." Monik hendak membanting ponsel Randana yang berada di tangannya.
Namun gerakan tangannya berhenti ketika ada sebuah tangan yang memegang tangan monik lalu kemudian mengambil ponsel yang berada di tangannya
.
.
Bersambung
__ADS_1