RANDANA

RANDANA
BAB 38, SALAH PASANGAN


__ADS_3

"Bukannya itu Nadia ya kak!" ucap Nila pada Rama.


Kemudian Rama juga ikut menoleh ke arah gadis yang di maksud oleh Nila.


Setelah mengetahui keberadaan Randana, akhirnya Rama dan Nila mulai berjalan kearahnya. Rama menatap sinis pria yang berada di sebelah Randana. Bahkan Rama tidak tahu jika pria yang berada di sebelahnya adalah Dika.


"Nadia." Panggil Rama. Randana dan Dika menoleh bersamaan.


Saat Rama sudah berada di dekat Randana, seketika saja lampu padam. Semua tamu yang berada di pesta itu sontak berteriak bersamaan.


Tiba-tiba terdengar suara MC yang berbicara menggunakan mikroponnya untuk menenangkan semua tamu yang sudah heboh.


"Para hadirin sekalian di mohon untuk tenang sebentar. Malam ini kami akan mengadakan acara pesta dansa untuk memeriahkan ulang tahun dari putri tercinta Bapak Handoko. Oleh karena itu untuk para tamu sekalian di mohon ikut berpartisipasi dalam acara ini. Lampu di ruangan ini sengaja di matikan karena kami ingin membuat sebuah permain, yaitu kalian yang berada di ruangan ini di mohon untuk menggandeng teman yang berada di dekat kalian. Nanti setelah lampu di hidupkan, dan jika yang kalian pegang adalah tangan dari lawan jenis maka kalian wajib untuk berdansa bersamannya dan jika tangan yang kalian pegang adalah sesama jenis maka kalian tidak boleh ikut berdansa." jelas MC itu dengan panjang lebar.


Rama yang mendengar penjelasn MC itu buru-buru menggandeng tangan seseorang yang berada di depannya, karena Rama yakin jika tangan itu milik Randana. Setaunya tadi sebelum lampu mati Randana berada di depannya.


Sedangkan Dika sebenarnya acuh dan diam saja, namun tiba-tiba ada tangan yang menggandeng tangannya. Ia tak mencoba melepaskan tangan itu dan malah diam saja.


Kemudian lampu dihidupkan. Rama seketika tersenyum ke arah Randana yang berada di depannya dan begitu pula sebaliknya dengan Randana. Namun tiba-tiba...


"Kak Rama." panggil Nila dengan hati-hati.


Rama langsung menoleh ke arah Nila yang berada tepat di sebelah Randana. Ia seketika melihat tangan yang tadi ia pegang. Ternyata tangan yang di pegang oleh Rama adalah tangan sebelah kanan Nila. Dan ternyata tangan sebelah kanan Randana memegang tangan sebelah kiri Dika yang berada di sebelah Rama, ya... ternyata yang memegang tangan Dika tadi adalah Randana.


"Baik, jangan sampai ada yang curang. Harus tetap berpegangan tangan sampai musik di bunyikan. Jika ada yang mengganti gandengan tangannya, nanti akan saya berikan sanksi." ucap MC itu. Rama dan Randana hanya pasrah meski sebenarnya mereka sama-sama mengharapkan.


"Musiikkk." ucap MC itu memerintah, bunyi alunan piano membuat semua yang berada di pesta itu ikut berdansa. Tanpa ambil pusing Dika langsung menarik tangan Randana dan mengajaknya berdansa.


Sedangkan Rama juga pasrah mengambil tangan Nila dan mengajaknya berdansa. Randana dan Rama saling tatap dengan perasaan kecewa dan di landa cemburu.


"Maaf ya kak." ucap Nila merasa bersalah dan menyadari perasaan Rama saat ini. Namun Rama hanya menggeleng.

__ADS_1


Dari kejauhan tampak Monik terlihat tersenyum puas. Ia duduk di tempat yang sudah di sediakan bagai putri raja, sambil menatap dua pasang sejoli yang sedang berdansa.


"Gak sia-sia gue susun rencana ini." lirih Monik.


Flashback on


Monik sudah merencanakan jauh-jauh hari sebelum acara ulang tahunnya dimulai. Termasuk mempersiapkan gaun pesta yang sama untuk di kirimkan kepada Nila dan Randana.


Bagaimana Monik bisa tahu alamat Randana? Karena siang itu saat Monik tidak masuk ke sekolah, ia memang sengaja menunggu Randana di dalam mobilnya.


Randana yang baru saja pulang di bonceng oleh Rama, tidak tahu jika diam-diam ada yang mengikutinya dari belakang. Sampailah mereka di depan gank jalan menuju kontrakan Randana. Monik memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mereka, di dalam mobil Monik tampak mengamati mereka. Di saat Rama sudah pergi meninggalkan Randana, lalu Randana mulai berjalan ke kontrakannya melewati gank. Saat itu lah Monik memajukan mobilnya agar berada tepat di depan gank, monik melihat Randana berjalan memasuki gank dan tak lama Randana Masuk ke dalam kontrakannya setelah melewati gank. Dari situlah Monik tahu dimana tempat tinggal Randana.


Dan tentang pesta malam ini, Monik juga menggancarkan aksinya. Matanya tak sengaja menangkap keberadaan Rama, Randana, Nila, dan Dika. Dari situlah akhirnya Monik meminta MC untuk mengadakan acara pesta dansa.


Flashback off


Acara pesta akhirnya selesai. Semua tamu sudah mulai pulang satu persatu. Jam juga sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Kini Rama dan Randana sudah berada di dalam mobil, mereka hendak menuju pulang.


"Itu yang kamu pakai jas siapa?" tanya Rama membuka obrolan, karena sebelumnya mereka tidak berbicara sama sekali.


Randana agak sedikit ragu untuk menjawab, karena takut Rama cemburu lagi. Padahal masalah dansa juga sudah selesai.


"Kok diam." ucap Rama lagi.


"Emmh... Punya Kak Rama." ungkap Randana.


"Kok bisa punya Dika sih." ucap Rama dengan raut tak suka.


Randana buru-buru menjelaskan soal pertemuannya dengan Dika di kamar mandi.

__ADS_1


"Oh." sahut Rama singkat, entah kenapa wajahnya masih terlihat murung.


"Besok jasnya jangan buru-buru dikembalikan, di laundry dulu biar bersih." ucap Rama penuh penekanan.


"Kenapa?" tanya Randana,


"Ya biar gak nempel aroma kamu di jas itu. Nanti yang ada bikin Dika kesenangan." jelas Rama.


Randana terkekeh mendengar pernyataan Rama. Yang benar saja, Rama cemburu pada Dika yang modelannya saja tidak tertarik pada siapapun kecuali pada almarhum Rania.


"Kok ketawa." ucap Rama


"Ya habisnya Kak Rama kelihatan banget kalau cemburu." ungkap Randana.


"Ya kan bagus, kalau cemburu berarti tandannya cinta." ucap Rama.


"Tapi kan gak ke Kak Dika juga. Tahukan kalau Kak Dika gak akan tertarik pada siapapun termasuk aku." ucap Randana.


Rama terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Iya sih, cuma Rania yang bisa bikin Dika jadi orang yang normal lagi. Buktinya setelah Rania meninggal, Dika malah berubah lagi kayak dulu sebelum kenal Rania. Cuek dan semaunya sendiri." ungkap Rama seketika.


"Seberpengaruh itu ya Kak Rania buat Kak Dika." ucap Randana.


"Gue pikir sih gitu, sekarang aja kamu lihat sendiri penampilannya gimana. Tapi setau aku Dika gak suka ke pesta deh, anaknya tertutup banget. Kenapa dia bisa pergi ke pesta ya?" tanya Rama.


Randana yang mendengarkan cerita Rama, juga ikut berpikir.


☆☆☆☆☆


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2