RANDANA

RANDANA
BAB 35, PESTA ULANG TAHUN


__ADS_3

Hari ini mereka berangkat sekolah seperti biasa, Randana hari ini berangkat bersama Rama. Meski mereka sudah bersepakat untuk backstreet, tetapi saat berangkat sekolah Rama masih ingin tetap mengantar Randana. Awalnya Randana sempat menolak, tapi tetap saja Rama memaksanya.


Kini mereka telah sampai di halaman sekolah, Randana meminta Rama untuk menurunkan saja di depan gerbang sekolah. Namun Rama menolak, dan akhiranya Randana mengancam Rama "Kalau gitu aku gak mau di jemput Kak Rama lagi, dan kita gak usah pacaran."


Karena takut dengan ancaman Randana, akhirnya Rama mengalah dan menurunkannya di depan gerbang. Randana juga langsung menyuruh Rama untuk masuk terlebih dahulu.


Tanpa menoleh Rama yang sejak tadi menunggunya di tempat parkir, Randana akhirnya langsung menuju ke kelasnya.


"Baru juga pacaran sehari, udah di cuekin aja." gumam Rama, akhirnya dia pun juga menuju ke kelasnya.


Setelah sampai di kelasnya, Randana melihat Nila yang sudah duduk di kursi yang berada di sebelah tempat duduknya.


"Tumben Nila udah datang duluan." gumam Randana dalam hati.


Randana berjalan menuju ke arah Nila, kemudian ia duduk di sebelah Nila.


Beberapa detik mereka saling diam, dan sampai akhirnya Randana memberanikan diri untuk bertanya pada Nila.


"Ehemm! Tumben kamu udah datang lebih dulu?" Tanya Randana


Nila masih terdiam tidak menjawab pertanyaan Randana, namun kemudain Nila menjawab dengan singkat.


"Kaka Monik gak sekolah, jadi aku berangkat sendiri." Jawab Nila yang masih bernada datar.


"Kenapa?" tanya Randana lagi.


"Lagi siap-siap buat acara ulang tahunya nanti malam." jawab Nila.


"Oh..."


"Tapi Kak Monik juga undang aku kemarin." ungkap Randana.


"Emmm." jawab Nila singkat.


"Kamu masih marah ya sama aku?" tanya Randana tiba-tiba.


"Enggak marah, cuma untuk saat ini aku gak mau ngobrol dulu sama kamu." jelas Nila.


"Kenapa? Apa ini karena orang yang udah kirimin foto aku dan Kak Rama ke kamu." ucap Randana pelan, karena ia juga tidak ingin jika ada yang mendengar ucapannya. Karena di kelas itu juga sudah banyak siswa siswinya.


Nila langsung menoleh ke arah Randanan ketika mendengar ucapannya barusan.


"Ke kenapa kamu bisa tahu?" tanya Nila.


"Siapa lagi kalau bukan Kak Rama." ucapnya singkat tanpa berbohong.


"Huuffttt... Sudah ku duga." ucap Nila tampak kecewa.


"Kamu tenang saja, ini rahasia kita bertiga. Aku bakal bantu buat cari tahu siapa orangnya. Dan kita juga harus tetap pura-pura seolah kita sedang bertengkar." jelas Randana.


Nila hanya mengangguk, dan tersenyum ketika mendengar penjelasan Randana.


"Nanti kamu berangkat ke acaranya Kak Monik?" tanya Nila.


"iya, aku berangkat kok." jawab Randana.




Tok tok tok



Terdengar suara ketukan pintu di kontrakan Randana.



Seorang pria berpakaian hem putih dan celana hitam serta dasi kupu-kupu yang senada dengan celananya. Pria itu saat ini berada di depan kontrakan Randana, ia yang sedari tadi mengetuk pintu kontakan Randana.



"Iya.. Sebentar.." teriak Randana yang berada di dalam kontrakannya.



Tak lama menunggu, akhirnya Randana keluar dari kontrakannya.



"Kak Rama udah dari tadi." ucap Randana.



Ternyata pria yang menunggu Randana adalah Rama.

__ADS_1



Rama seketika terdiam, dia tak berkedip sama sekali ketika melihat Randana keluar dari kontrakannya.



Bagaimana tidak terdiam jika Randana saat ini sangat terlihat cantik dengan balutan gaun bewarna biru muda yang panjangnya selutut, lalu bagian lengan yang terlihat transparan hingga bagian dadanya. Dan rambut yang terurai dengan jepit mutiara yang menghiasi rambutnya tak lupa ia tetap memakai kacamatanya.



![](contribute/fiction/5666783/markdown/38513858/1694860491554.webp)



kira-kira begitu tampilannya ☝☝😁



Mata Rama masih tak berkedip, mulutnya malah makin menganga. Ia benar-benar di bikin takjub oleh Randana.



Randana yang baru saja keluar malah merasa salah tingkah karena ekpresi Rama yang berlebihan.



"Kak Rama." panggil Randana.



Rama langsung tersadar ketika Randana memanggilanya.



"I iya." jawab Rama.



"Kenapa? penampilan aku aneh ya kak." tanya Randana.



"E enggak kok, justru kamu malah cantik." puji Rama, Randana mendadak menunduk meneyembunyikan pipinya yang sudah berwarna merah karena malu.




"Gaun?" tanya Rama sembari mengangkat satu alisnya, pasalnya iya tidak memberikan Randana gaun.



"Iya gaun, bukannya Kak Rama tadi sore nyuruh kurir buat kirim gaun ini ke aku?" tanya Randana.



Rama tidak bisa menjawab, karena ia sama sekali tidak melakukan hal yang di maksud oleh Randana.



Namun Rama juga berfikir, jika ada bagusnya ia mengakui kalau baju itu pemberiannya agar Randana semakin menyukainnya.



"I iya." ucap Rama.



"Tapi baju itu siapa yang ngirim ya?" tanya Rama dalam hati.



"Ya udah yuk kak kita berangakat, nanti keburu di mulai acaranya." ajak Randana.



Kemudian mereka segera menuju ke mobil Rama yang di parkir di depan gank, sesampainya di mobil Rama segera membukakan pintu untuk Randana.



"Makasih." ucap Randana dan diberi senyuman oleh Rama.



Rama pun segera menaiki mobilnya dan menuju ke kediaman Monik.

__ADS_1



Tak lama kemudian mereka sampai di tempat acara, tampak banyak mobil yang sudah berjejer rapi di sana.



"Wah ternyata acaranya besar-besaran ya kak." ucap Randana penuh takjub.



"Ya rugi kalau acaranya gak besar, secara orang tua mereka kan juga rumayan terkenal dalam dunia bisnis. Apalagi papanya Nila perusahaannya terkenal dimana-mana. Kayaknya yang di undang gak cuma teman-teman monik tapi juga rekan kerja papanya Nila." jelas Rama dan di angguki oleh Randana.



"Ya udah yuk kita masuk." ajak Rama kemudian.



Di depan pintu masuk terlihat ada panitia yang bertugas, mereka menyuruh para tamu undangan untuk berhenti dan memberikan kartu undanngannya. Termasuk Rama dan Randana yang kini ikut mengantri.



"Permisi kak, boleh kami melihat kartu undangannya." ucap panitia itu.



Rama segera memberikan undangannya yang sudah ia bawa dari tadi, dan Randana juga mengambil undangan yang ia taruh di tas kecilnya kemudian ia berikan kepada panitia itu.



"Terimakasih kak, untuk persyaratan selanjutnya. Para tamu undangan yang hadir di wajibkan untuk memakai topeng pesta yang sudah di sediakan." ucap panitia. kemudian panitia yang ada di sebelahnya mempersilahkan Rama dan Randana untuk mengambil topeng tersebut yang sudah tersedia di nampan.



Rama mengambil topeng berwarna hitam polos sedangkan Randana mengambil topeng berwarna biru muda yang berhiaskan bulu. Kemudian mereka segera memakainya, Randana yang menggunakan kacamata segera menaruh kacamatanya ke dalam tasnya.



setelah itu mereka segera memasuki ruangan yang sudah di siapkan untuk pesta.



Di sana sudah banyak para tamu, dari mulai teman-teman monik hingga rekan kerja Pak Hartono. Dan semua yang ada di sana tampak menggunakan topeng pesta juga.



Namun Randana belum melihat keberadaan Nila dan Monik beserta keluarganya.



Kemudian terlihat pembawa acara menempati tempatnya, ia tampak sudah membawa micropon di tangannya.



"Baikalah para hadirin semuanya, malam ini kita berkumpul di sini untuk merayakan ulang tahun dari putri pertama Bapak Hartono pemilik perusahaan XX yaitu yang bernama Monik anastasya aruna. Marilah kita sambut kehadiran mereka." ucap MC itu.



Kemudian semua tamu bersorak menyambut kehadiran mereka yang hendak turun melalu tangga.



Yang turun pertama adalah Pak Hartono dan mamanya Monik yang sedang bergandengan. Terlihat Hartono hanya mengenakan Jas Hitam formal yang setelan dengan celananya. Sedangkan mama monik mengenakan gaun bewarna maron dengan panjang selutut.



Lalu di belakangnya di susul oleh Monik yang mengenakan gaun panjang bewarna merah muda dengan corak blink blink.



"Wah Monik cantik banget." ucap beberapa tamu yang melihat kehadiran Monik.



Dan yang turun terakhir adalah Nila.



Rama dan Randana yang menyaksikan dari kejauhan sangat terkejut ketika melihat kehadiran Nila.



☆☆☆☆☆


__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2