
"Oh ya tadi kamu nyuruh aku kesini buat ngobrol hal penting. Memangnya hal penting apa?" tanya Rama membuka obrolan.
"Emmm... Itu kak....soal gelang ini." jawab Randana seraya menunjukkan gelang yang berada di pergelangan tangannya.
"Gelang itu bukannya milik kamu?" tanya Rama.
"Bukan, ini gelang yang aku temuin di gudang. Kak Rama ingatkan yang waktu itu di gudang." balas Randana.
"Boleh lihat." pinta Rama. Kemudian Randana melepaskan gelang yang ada ditangannya, lalu diberikan kepada Rama.
Rama memutar-mutar gelangnya sembari mengamatinya. Setelah itu ia melepaskan gelang yang ada di tangannya dan mencocokkannya dengan gelang milik Rania.
"Ini milik Rania!" ucap Rama sembari menghadap ke arah Randana.
"Kak Rama yakin itu milik Kak Rania?" tanya Randana memastikan.
"Aku yakin ini milik Rania, karena aku belinya couple sama Rania." jawab Rama.
"Ada yang aneh kalau gitu!" ucap Randana.
"Maksutnya???" tanya Rama.
"Iya, ini aneh Kak! Kenapa bisa ada gelang Kak Rania di gudang. Selain itu di gudang juga ada bekas darah." jawab Randana.
"Bekas darah!" sahut Rama, sedangkan Randana hanya mengagguk
"Maksutnya, Rania dibun*h?" tanya Rama.
"Bukan dibun*h, tapi seperti direncanakan."sahut Randana.
Rama mengangkat sebelah alisnya. Raut wajahnya menunjukkan penuh tanda tanya.
"Sayangnya waktu itu aku gak masuk sekolah, jadi aku gak ngerti apa yang terjadi. Tapi memang menjanggalkan sih, terlebih peristiwa kecelakaan itu terjadi sore hari disaat semua murid sudah pulang semua." ucap Rama.
"Kak Rama mau gak bantu aku buat selesaikan masalah ini? Aku akan ikhlas kalau Kak Rania meninggal karena memang ketidak sengajaan, tapi kalau ini semua disengaja. Berarti aku harus cari tahu siapa pelakunya." Jelas Randana.
Rama mengangguk "Iya, aku akan bantu." tungkasnya.
"Kak Rama habis dari sini ada acara lagi gak?" tanya Randana.
"Gak ada!" Jawabnya singkat.
"Kalau aku ajak ke rumah aku mau nggak?" ajak Randana.
__ADS_1
"Rumah yang di tempatin sama Rania, maksutnya?" tanya Rama yang diangguki oleh Randana.
"Sekarang?" tanya Rama.
"Boleh, kalau gitu aku mau siap-siap dulu ya kak." jawab Randana kemudian berjalan ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Tak berselang lama. Randana sudah siap dengan kaos overzize lengan pendek berwarna hitam serta celana leviz, dan kacamata yang tak pernah tertinggal dari matanya. Rambutnya ia biarkan terurai. Kali ini Randana hanya membawa tas kecil untuk menyimpan gawai dan buku diary milik Rania.
"Siap?" tanya Rama,
"Yukk." sahut Randana.
Merekapun segera keluar dari Rumah Kontrakan Randana. Tak lupa Randana mengunci pintunya. Mereka berjalan melewati gank untuk menuju motor Rama. Setelah sampai di tempat Rama memarkirkan motornya, mereka segera menaikinya dan melaju ke rumah Randana.
Jarak tempuh kontrakan Randana dan rumahnya tak begitu jauh, hanya cukup 20 menit mereka sudah sampai di kediamannya. Disana mereka sudah disambut oleh Pak Ojak yang selalu berjaga di dalam posko.
Ketika berada di depan gerbang, Randana segera turun dari motor Rama. Sedangkan Pak Ojak yang melihat kedatangan mereka, segera keluar dari posko. Kemudian membukakan gerbangnya.
"Eh Non Randana kesini lagi." sambut Pak Ojak ramah.
"Apa kabar Pak Ojak?" sapa Randana.
"Baik, Non Randana baik juga kan." sapa balik Pak Ojak. Randana pun mengangguk.
"Alhamdulillah baik pak," jawab Rama sembari tersenyum.
"Loh Pak Ojak sudah kenal Kak Rama?" tanya Randana.
"Ya kenal to Non, wong Mas Rama dulu hampir setiap hari jemput Non Rania buat berangkat sekolah. Jadi ya sering ngobrol di sini dulu sama bapak sambil nungguin Non Rania." jelas Pak Ojak.
"Oh... gitu." ucap Randana "Ya udah Pak, kalau gitu kita mau ke dalam dulu ya." ucapnya lagi.
"Iya Non." balas Pak Ojak.
Kemudian Rama dan Randana segera masuk ke area rumah. Setelah berada di depan pintu, Randana segera membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Ia segera masuk bersama Rama yang berada di belakangnya.
"Bik Sumi." Panggil Randana.
Mendengar panggilan itu, Sumi segera datang ke arah suara yang memanggilnya.
"Eh ada Non Randana to. Kok gak telfon dulu Non kalau mau kesini, kan bibi bisa siapin makanan." ucap Bi Sumi. " Loh ada Mas Rama juga." lanjutnya setelah melihat keberadaan Rama, Ramapun tersenyum ke arah Bi Sumi.
"Nanti aku lama Kok Bik, sampai sore disini." ucap Randana.
__ADS_1
"Ya udah Non, kalau gitu Bibik buatin minum dulu, sama sekalian buatin makanan." ucap Bi Sumi.
"Kalau gitu aku sama Kak Rama tungguin di gazebo belakang ya Bi." ucap Randana.
"Nanti biar Bibi antarin kesana ya Non." ucap Bi Sumi.
"Iya Bi, makasih." ucap Randana.
Kemudian mereka segera berjalan ke arah taman belakang, Rama melihat sekeliling tanaman yang berada di taman itu. Berada di taman itu lagi, membuat Rama mengingat kebersamaannya bersama Rania. Sebelum Rania meninggal, mereka sering menghabiskan waktunya bersama disana untuk hanya sekedar mengerjakan tugas sekolah atau bersantai disana.
Setelah sampai digazebo, mereka segera duduk disana.
"Kenapa kamu tiba-tiba pengen kesini?" tanya Rama.
Randana tidak menyaut pertanyaan Rama, malah ia mengambil buku diary yang berada di dalam tasnya dan mengeluarkannya kemudian menaruhnya didepan Rama yang duduk didepannya.
"Apa Kak Rama tahu tentang semua tulisan yang berada di dalam buku ini?" tanya Randana.
Rama hanya menggeleng.
"Buku ini milik Kak Rania. Aku masih baca separuhnya, belum semuanya. Banyak hal yang aku masih bingung tentang semua cerita yang ada di buku ini. Selama ini kan cuma Kak Rama yang berada di sebelahnya Kak Rania, jadi mungkin Kak Rama tahu tentang apa dan siapa yang Kak Rania tulis di buku ini." jelas Randana.
"selama ini aku memang dekat sama Rania, tapi selama ini Rania anaknya tertutup jadi mungkin gak semua hal yang Rania rasakan aku tahu. Tapi it's okay aku bisa bantu kalau aku ngerti." jawab Rama.
"Ya udah kalau gitu kita mulai ya." ucap Randana.
Sebelum Randana mulai membuka buku itu, tiba-tiba Bi Sumi datang membawa nampan yang berisi es jeruk dan cemilan kripik ubi ungu yang berada di toples.
"Permisi non, ini cemilan sama minumannya." ucap Bi Sumi yang kemudian menaruhnya di lantai gazebo.
"Makasih ya Bi." ucap Randana.
"Iya non, habis ini Bibi mau bikin makanan buat makan siang. Nanti makan siang dulu ya non sama Mas Rama juga" ucap Bi Sumi.
"Siap Bi." ucap Randana dan Rama bersamaan
Setelah Bi Sumi pergi, mereka berdua memulai kembali kegiatannya. Randana memulai membuka buku diary itu...
☆☆☆☆☆
Next episode... (Pov Rania)
Bersambung....
__ADS_1