RANDANA

RANDANA
BAB 17, BERSAING SEHAT


__ADS_3

"Nih pakai." Rama menyodorkan helm kepada Randana.


Tanpa basa basi Randana segera memakainya dan naik ke motor Rama. Mereka pun segera melaju ke sekolah.


Pikiran Randana sedikit campur aduk ketika hampir sampai di sekolah. Ia segera memberhentikan motor Rama.


"Kenapa?" tanya Rama sedikit bingung.


"kak aku turun sini aja ya." ucap Randana.


"kok gitu."


"Iya kak, gak enak aja kalau sampai masuk." ucap Randana.


"Udah gak apa-apa dari pada jalan entar malah capek." paksa Rama.


"Gak apa-apa kak aku jalan aja."


"Ya udah deh kalau kamu masih kekeh aku gak bisa maksa." ucap Rama pasrah.


Kemudian Randana segera beranjak turun dari motor Rama dan melepaskan helmnya.


"Aku duluan ya." ucap Rama.


Randana menganggukkan kepalanya.


Rama segera pergi terlebih dahulu menuju ke sekolah. Tak lama setelah itu mobil Nila dan Monik sampai kesekolahan.


Tampak Nila dan Monik menuruni mobilnya itu, Randana yang sudah sampai di sekolah segera menghampiri Nila yang baru saja turun dari mobilnya.

__ADS_1


"Nila." panggil Randana.


Nila segera menoleh ke arah Randana.


"Hai.. " sahut Nila.


Monik menatap sinis Randana yang kemudian ia pergi meninggalkan mereka.


"Tumben baru datang, biasanya berangkat duluan." tanya Nila.


"Iya nih nungguin taksi lama benget." jawab Randana


"Oh.. Yaudah yuk ke kelas." ajak Nila.


Mereka pun segera pergi ke kelas. Randana sedikit lega karena Nila tidak curiga padanya.


Setelah Randana dan Nila akan sampai ke kelasnya tiba-tiba datanglah Rama yang menghampiri mereka, tepatnya menghampiri Randana.


Secara sepontan Randana dan Nila menoleh ke arah Rama yang memanggilnya.


"Tadi mau aku tungguin di parkiran tapi tiba-tiba aku dipanggil pak Joko. Nanti siang kalau nggak keberatan pulang sekolah bareng aku lagi ya." tawar Rama.


Randana sedikit kikuk dengan tawaran Rama. Di sisi lain ia senang dengan tawaran Rama, namun di sisi lainnya ia merasa tidak enak dengan Nila.


"Kalian berdua tadi berangkat bareng." tanya Nila.


"Iya." sahut Rama.


"gak sengaja kok, soalnya tadi aku nungguin taksi lewat tapi gak ada. Terus tiba-tiba kak Rama lewat, dan tawarin aku tumpangan. Jadi, daripada aku telat... " jelas Randana yang masih menggantungkan ucapannya karena disahut oleh Nila.

__ADS_1


"udah santai aja, makasih ya kak Rama udah barengin Nadia." ucap Nila meski dengan sedikit raut muka kecewa.


Teeeettttttt....


Tiba-tiba bel masuk berbunyi, kami pun segera masuk ke kelas masing-masing. Termasuk kak Rama yang berpamitan untuk pergi ke kelasnya.


Randana terus mengawasi raut muka Nila yang sedari tadi masam.


"Nil maaf ya bukan maksut aku buat..."ucap Randana terpotong.


"udah gak apa-apa, kak Rama memang orang baik kok, jadi gak heran kalau banyak yang suka." ucap Nila.


"jadi siapapun nanti kalau ada yang dekat sama kak Rama gak apa-apa, dan aku berharap salah satu diantara kita bisa dekat sama kak Rama." jelas Nila.


"Tapi aku beneran gak suka kok Nil sama kak Rama." tegas Randana, meski sebenarnya ia menukai Rama.


"Tapi kayaknya kak Rama suka sama kamu deh Nad." ucap Nila.


"Aku gak akan marah kok kalau kamu misalnya dekat sama kak Rama."


"kok kamu ngomong gitu sih Nil, aku tau kamu suka sama kak Rama." ucap Randana


"Asalakan..." sahut Nila melanjutkan ucapan yang terpotong oleh Randana.


"Asalkan apa?. "


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2