RANDANA

RANDANA
BAB 24, HAMPIR SAJA


__ADS_3

Randana sungguh tidak menyangka jika Rama tahu bahwa Rania masih mempunyai adik.


"Kak Rama masih ingat wajah adik kak Rania?" Tanya Randana


Rama terlihat mengingat-ingat wajah dari adik Rania


"Samar-samar, soalnya udah lama banget. sekitar lima tahun yang lalu." jawab Rama.


"Kak Rama tahu siapa namanya?" Randana sangat penasaran akan hal itu, dan berharap jika Rama tidak sepenuhnya tahu soal itu.


"Nah itu, aku selalu lupa buat nanya ke Rania siapa nama adiknya."


Randana cukup lega karena Rama tidak sepenuhnya tahu soal adik Rania.


"Tapi senyumannya aku masih ingat. Rania gak pernah izinin aku buat lebih tahu siapa adiknya, katanya sih nanti saja kalau adiknya sudah pulang dari Jepang aku disuruh buat kenalan sendiri." jelas Rama sambil tersenyum ke arah Randana. Randana pun juga ikut membalas senyuman Rama.


'Tapi kenapa senyuman Nadia mengingatkan aku sama senyuman adiknya Rania, meskipun aku lupa sama wajahnya tapi aku masih ingat dengan senyumannya' batin Rama.


"Kak Rama suka sama adiknya kak Rania?" tanya Randana.


"Dulu.sih iya, kalau sekarang aku bingung. kayaknya udah gak mungkin, Rania juga udah gak ada sekarang," senyuman Rama tiba tiba memudar ketika mengingat hal itu lagi.


"Kalau takdir berkehendak, pasti kak Rama bakal ketemu kok sama dia." Ucap Randana sambil tersenyum ke arah langit yang sudah nampak sore itu.




Tok... tok... tok...



suara pintu itu terdengar dari kamar Nila.



Nila yang sedang mengerjakan PR nya pun berhenti ketika mendengar ketukan pintu itu, kemudian Nila bergegas membuka pintunya.



Ternyata seorang yang mengetuk pintu itu adalah Monik



"Nih..." Ucap Monik tanpa basa basi, ia langsung memberikan buku itu pada Nila.


__ADS_1


"kerjain tugas gue, besok gue ambil pas berangkat sekolah" ucap Monik memerintah.



Nila masih diam mematung dan hanya bisa menerima tanpa membantah satu kata pun.



Monik pun langsung pergi meninggalkan kamar Nila, dan Nila juga langsung menutup pintu kamarnya.



Ketika Monik sudah berjalan sekitar lima langkah, ia baru sadar jika di depannya ada pak Handoko yang melihat mereka sedari tadi.



Monik merasa panik, apa mungkin pak Handoko mendengar ucapannya tadi saat memerintah Nila,



"Papa dari tadi disini?" tanya Monik memastikan



"Baru saja," Jawab Handoko dengan wajah datarnya.




"Eh itu pa, tadi Monik cuma tanya-tanya ke Nila aja kok." elak Monik.



"Tanya apa? tapi kenapa kamu kasih buku ke Nila," pertanyaan Handoko membuat Monik semakin gelagapan,



"Itu tadi bukunya Nila kok pa, tadi Monik pinjam" elak Monik sekali lagi.



"kamu kan kelas 12, sedangkan Nila kelas 11. Apa mungkin pajarannya sama." Ucap Handoko lagi, dan kali ini Monik semakin bingung untuk menjawabnya.



"Pa..." suara wanita paruh baya itu tiba tiba muncul dan mengalihkan pandangan keduanya.

__ADS_1



"Kenapa ini Pa?" ternyata suara itu berasal dari mama Monik.



"Tadi Monik kasih buku ke Nila, maksudnya apa ya?" jawab Handoko.



"oh ini toh, jadi kemarin itu mama yang nyuruh Monik untuk pinjam buku matematika milik Nila. Papa kan tahu kalau Nila itu pintar pelajaran matematika, terus mama nyuruh Nila buat ajarin kakaknya ini matematika. terus sekalian deh bukunya dipinjam sama Monik buat disalin, meskipun itu pelajaran kelas 11 tapi kan hampir mirip-mirip sama kelas 12." jelas Mama Monik panjang kali lebar.



Handoko masih terdiam dan mencerna apa yang dikatakan oleh Mama Monik.



"Oh gitu," Ucap Handoko singkat dengan wajahnya yang masih datar, lalu pergi meninggalkan mereka.



Mama Monik dan Monik sedikit bernafas lega, karena akhirnya Handoko mempercayai ucapannya.



"Lain kali kalau mau ke kamar si Nila lihat dulu situasinya." omel Mama Monik.



"Iya Ma maaf, lain kali Monik gak akan teledor," ucap Monik pasrah menerima omelan dari mamanya.



Di dalam kamar, sebenarnya Nila mendengar peristiwa yang terjadi di depan kamarnya. Tapi dia memilih untuk tetap bungkam dan malas bermasalah dengan Monik dan Mamanya, atau malah dirinya yang akan sengsara.



Bersambung



Terimakasih yang sudah membaca, jangan lupa like dan share ke teman teman kalian.



see you next episode

__ADS_1



jangan lupa tinggalkan jejak, agar author semakin bersemangat....😊💜


__ADS_2