RANDANA

RANDANA
BAB 47, SEPUPU DIKA?


__ADS_3

Flackback on


Kini di kantin sudah ada Rania, Rama, dan Dika. Mereka bertiga tampak sedang berdiskusi sembari menyantap makanan yang mereka pesan di kantin.


"Untung aja tadi kelompoknya bisa ditentukan sendiri, jadi aku bisa sekelompok sama kalian." ujar Dika.


Sebelum jam istirahat, memang tadi mereka menerima tugas kelompok dari guru bahasa Indonesia. Kelas mereka di beri tugas untuk membuat video wawancara.


"Tapi masalahnya kita harus wawancarain siapa? terus temanya tentang apa?" tanya Rama.


"Iya sih, kira-kira apa ya tema wawancara yang bisa kita angkat. Kalian beneran gak ada usul sama sekali." ucap Rania.


Mereka tampak berfikir keras, masalahnya tugasnya harus segera dikumpulkan minggu depan. Jadi harus dipersiapkan dari sekarang.


"Aku punya ide sih, itupun kalau kalian terima ide aku." ucap Dika.


"APA." sontak Rania dan Rama kompak.


"Jadi gini, aku punya sepupu yang saat ini masih kuliah. Bagaimana kalau kita wawancarain dia aja." usul Dika.


"Terus kita wawancarain soal apa?" tanya Rania.


"Tempat dia kuliah saat ini, jadi kita tanya-tanya soal jurusan apa saja yang ada di sana, visi-misinya apa saja. Pokoknya pertanyaan yang menyangkut Universitas itu, dan pasti kita gak akan menjelakkan citra universitasnya. Setau aku juga, sepupu aku udah jadi kakak tingkat. Jadi aku rasa dia akan lebih paham sama seluk beluk Universitasnya. Gimana?" usul Dika panjang lebar.


Rania dan Rama tampak berfikir, namun kemudian...


"Boleh juga idenya!" Seru Rania dan Rama kompak.


"Jadi mulai kapan kita wawancarain sepupu kamu?" tanya Rama.


"Nanti biar aku tanyain dulu, soalnya gak tau dia lagi sibuk atau enggak. Kalau seandainya gak sibuk, kita bisa mulai wawancarain besok." ucap Dika.


"Ok."


*


Sesusai janjinya pada Rama dan Rania, kini Dika sudah berada di depan tempat kos milik Sepupunya yang ternyata bernama Dania. Kenapa harus ngekos? Karena Dania sebenarnya tinggal di Bandung. Dulu sebelum orang tua Dika terkena masalah, Orang tua Dania sempat menitipkannya kepada orang tua Dika. Namun saat ini Dania memilih untuk ngekos, selain karena tak enak pada orang tua Dika. Dia juga tak ingin menempati rumah besar itu sendirian, meskipun jika malam hari sudah bersama Dika tapi tetap saja masih merasa tidak enak. Walau begitu Dania tidak pernah melupakan kebaikan orang tua Dika, sesekali dia selalu menyempatkan untuk mengunjungi Mama Dika yang terbaring sakit di rumah sakit.


Sesampainya di tempat kos Dania. Dika segera menemuinnya dan menyampaikan maksud kedatangannya. Untung saja besok Dania tidak ada jadwal kuliah, sehingga dia bisa menerima ajakan Dika.


"Tanks ya kak, nanti aku kabarin kita ketemuan dimana. besok kita ketemunya jam aku pulang sekolah aja, mungkin sekitar jam dua. Besok aku kabarin lagi deh tepatnya." ucap Dika.


"siip."


*

__ADS_1


Waktu pun berlalu, sesuai janjiannya kemarin kini mereka sudah bertemu di kafe yang tak jauh dari sekolahannya. Meski Dania harus datang terlebih dahulu, itu tak membuatnya masalah.


Saat meraka tiba di kafe, Dania segera bediri dari kursinya untuk menyambut kedatangan mereka. Dan mereka bertiga segera menghampiri Dania.


"Sory ya kak, pasti lama ya nunggunya." ucap Dika merasa tak enak.


"No problem." ucap Dania tersenyum.


"Oh iya kenalin ini teman-teman aku." Ucap Dika memperkenalkan Rania dan Rama pada Dania. Mereka pun saling berkenalan dan bersalaman.


"Oh hai, aku Dania sepupu Dika."


"Rania kak, salam kenal."


"Rama."


"Dika udah ceritain semuanya kok tentang tujuan kita bertemu." ucap Dania.


"Ya udah yuk kita duduk dulu. Kalian mau pesan apa?" lanjutnya.


"Eemm...kita..." ucapan Rania terpotong


"Pelayan." panggil Dania sembari melambaikan tangannya.


"Kalian pesan aja, nanti biar aku yang traktir." ujar Dania.


"Eh kak, tapikan aku yang ajakin kak Dania kesini. Biar aku yang bayar aja kak." sahut Dika.


"Udahlah Dik, jarang-jarang tahu aku traktir kamu gini malah gak pernah kan. Sekalian sama temen kamu juga biar aku yang traktir. Lagian mumpung aku lagi ada rejeki banyak." Pinta Dania.


"Eh kak, kita gak usah." tolak Rania.


"Udah santai aja. Ya udah silahkan pesan, udah ditungguin sama pelayan tuh."


Mereka pun akhirnya hanya memesan minuman saja.


"Makanannya Enggak." ucap Dania.


"Enggak kak." ucap mereka bertiga kompak.


"Serius?" tanya Dania, mereka kompak mengangguk.


"Ya udah mbak pesan itu aja ya." ucap Dania, kemudian pelayan itu berbalik meninggalkan mereka.


"Ya udah kak, kita langsung wawancarain sekarang juga bisa." ucap Rania

__ADS_1


"Ya udah yuk kita mulai aja." balas Dania.


Rania langsung bangkit untuk duduk di sofa yang diduduki Dania, mereka kini duduk bersebelahan. Sementara Rama menyiapkan kamera yang sudah dibawanya dari rumah. Sedangkan Dika bagian mencatat jawaban yang akan di ucapkan oleh Dania, karena tugasnya selain membuat video wawancara mereka juga harus membuat laporan wawancaranya.


"Ok siap, 1 2 3 mulai."


Flasback off


"Kak Rama tahu siapa perempuan yang ada di rekaman CCTV itu?" tanya Randana yang sedari tadi melihat Rama terbengong karena merasa tidak asing dengan wajah yang ada di rekaman itu.


"Kalau gak salah itu sepupu Dika, namanya Kak Dania" jawab Rama.


"Kak Rama kenal?"


"Cuma sekedar kenal aja, tapi gak akrab kok." jawab Rama.


"Terus selanjutnya kita harus gimana kak?" ucap Randana.


"Kita pulang aja sekarang, yang terpenting kita udah tahu siapa orangnya." jawab Rama.


"Ya udah kak Rara, kita udah tahu siapa orangnya. Makasih udah mau bantuin kita, dan maaf karena udah ngrepotin kak Rara." ucap Rama.


"No Problem, senang kok bisa bantuin kalian." sahut Rara.


"Kalau gitu kita permisi kak mau pulang dulu. Sekali lagi terimakasih." pamit Rama. Mereka segera berjalan keluar dari ruangan kerja Rara.


"Ok." Rara pun ikut berdiri untuk mengantarkan mereka keluar dari ruangan kerjanya.


"Permisi kak, terimakasih." ucap Randana untuk terakhir kali, kemudian segera mengikuti langkah Rama untuk keluar dari toko bunga milik Rara.


Setelah berada di halam toko, mereka berdua segera menuju ke montor Rama. Rama segera memberikan helm untuk Randana dan mengodenya untuk segera naik ke motornya. Randana pun menuruti perintah Rama, dan sekarang sudah duduk di atas motor Rama. Segera Rama melajukan motornya.


"Habis ini kita mau kemana Kak?" tanya Randana.


"Kita ke kontrakan kamu dulu untuk bahas semuanya." jawab Rama.


"Ok."


Rama segera melajukan motornya dengan cepat untuk menuju kontrakan Randana. Tak butuh waktu lama, kini mereka telah berada di depan gank sempit menuju kontrakan Randana. Mereka berdua segera turun dari motor dan melepaskan helmnya. Kemudia mereka berjalan menuju ke arah kontrakan....


☆☆☆☆☆


Kira-Kira mereka mau bahas apa ya di kontrakan? Hmmm....


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2