
"Kak Rama." lirih Randana
Ia begitu terkejut saat melihat Rama tengah tertidur pulas dikursi.
Peelahan Randana mendekati Rama yang sedang tertidur.
"Kak Rama bangun kak." Randana membangunkan Rama dengan pelan.
Mata Rama mulai sedikit terbuka dan mulai tersadar. Rama menggosok-gosok matanya yang tidak gatal, ia mulai menegakkan badannya yang sedari tadi tersandar di kursi. Kemudian Rama menoleh kearah Randana, ia terkejut ketika melihat keberadaan Randana di sana.
"Nadia kamu udah pulang, kamu dari mana saja?" cecar Rama yang membuat Randana tercengang pasalnya saat do sekolah tadi Rama begitu cuek padanya.
"kenapa Kak Rama jadi perhatian banget." gumam Randana dalam hati.
"Kak Rama udah dari tadi di sini?" tanya Randana.
"Kamu dari mana saja sih Nad, kenapa baru pulang?" tanya Rama lagi tanpa menjawab pertanyaan Randana.
"Aku cuma habis jalan-jalan ke Mall kok kak." Elak Randana.
"Kamu tahu gak, aku bingung mikirin kamu dari tadi. Aku gak mau sampai kamu kenapa-kenapa." ungkap Rama.
Randana sangat terennyum dengan ucapan Rama.
"Terus kak Rama kenapa kesini?" tanya Randana.
"Mau letemu kamu, ada yang mau aku bicarakan." Ucap Rama.
"Apa?"
"Aku masih belum puas sama jawaban kamu, kenapa kamu gak mau balas perasaan aku." ungkap Rama.
"i itu karena." ucap Randana terbata-bata.
"Apa karena Nila juga suka sama aku." sahut Rama.
"Kak Rama udah tahu kalau Nila juga suka sama Kak Rama." balas Randana.
"Udah, apa karena itu?" tanya Rama.
"Bukan." ceplos Randana. Rama mengeryitkan matanya.
"Sebenarnya karrna nila juga, tapi kalau aku bilang perasaanku yang sebenarnya ke Kak Rama terus kita pacaran. Bisa-bisa aku gak akan fokus sama rencana awal, kak Rama juga bisa tahu identitas aku yang sebenarnya." batin Randana.
"lalu apa?" tanya Rama.
"Karena aku gak suka sama Kak Rama." ucap Randana yang mampu menutupi perasaannya.
__ADS_1
Randana tertunduk dan menutup matanya rapat-rapat, ia takut melihat wajah Rama yang kecewa. Tapi nyatanya wajah Rama terlihat biasa saja.
Rama mendekatkan wajahnya pada kepala Randana yang sedang menunduk, kemudian ia berkata lirih pada Randana " kalau gitu kamu harus sabar, aku gak akan nyerah buak bikin kamu juga suka sama aku."
Setelah mendengar ucapan Rama, Randana langsung mendongak ke arah rama dengan raut yang terkejut. Ia tidak habis fikir dengan Rama yang tidak pernah menyerah dengan perasaannya.
Rama tersenyum ke arah Randana kemudian ia menegakkan kembali posisi tubuhnya.
"Ok besok pagi aku jemput ya, gak boleh nolak." ucap Rama sembari mengelus puncak kepala Randana.
"Ya udah aku pulang dulu, udah hampir malam. Kamu juga istirahat ya." ucap Rama kemudian pergi meninggalkan Randana.
Randana masih termangu dan terkejut atas tindakan Rama.
Kemudian Randana mulai memasuki kontrakannya. Ia teringat oleh barang milik Rania yang ia bawa yaitu ponsel dan buku diary.
Setelah membersihkan tubuhnya, Randana mulai mengecek buku diary itu lagi.
Randana sudah membaca sepuluh lembar halaman di buku itu, namun belum menemukan kenyataan yang bisa ia curigai.
Satu persatu ia terus buka dan baca, kemudian Randana menemukan tulisan yang cukup menarik yang isinya seperti ini.
Dear my diary
Pantas saja dia berubah, yang tadinya sangat rajin dan berbakat tiba-tiba dia berubah menjadi bad boy yang sulit di atur. Tapi aku yakin mengembalikan sifat dia yang seperti dulu lagi.
My diary aku tahu dia hanya korban tapi jangan renggut segala sifat baiknya. Aku janji akan merubah sifat dia yang seperti dulu.
*****
Tok tok tok
"Iya sebentar." teriak Randana yang sedang bersiap-siap untuk berangkat sekolah.
"siapa sih masih pagi gini." gerutu Randana.
Randana berjalan ke arah pintu dan perlahan membuka pintu itu.
"Halo." sapa Rama sembari memperlihatkan deretan giginya.
"Hai kak, ini masih pagi banget loh." balas Randana sembari mengeryitkan dahinya. Pasalnya ini masih jam enam kurang 15 menit.
"Gak apa-apa kamu siap-siap dulu, aku tunggu di sini." ucap Rama sambil menunjuk kursi yang berada di teras.
Randana hanya mampu meneguk salvinanya, kemudian ia berjalan masuk untuk bersiap-siap.
"gak habis fikir." gumam Randana lirih.
__ADS_1
Tak menunggu lama Randana telah selesai untuk bersiap-siap, ia mulai keluar dari kontrakannya dan mengunci pintunya. Sedangkan Rama sudah siap menunggu Randana di depan.
"yuk." ajak Rama.
Ia mulai berjalan menuju ke sepeda Motor Rama yang ia letakkan di depan gang. Setelah sampai disana mereka segera berangkat ke sekolah.
saat berada di perjalanan Randana mengajukan permintaan terhadap Rama.
"Kak nanti turunin aku di depan gerbang aja ya." pinta Randana
"Enggak mau." tolak Randana dengan tegas.
Randana hanya bisa pasrah menerima kenyatannya. Beberapa menit kemudian mereka sampai di halaman parkir sekolah. Rama menghentikan sepeda motornya di sana.
Tak di sangka mobil yang mengantar Monik dan Nila juga baru saja sampai.
Monik tampak senang melihat pemandang yang ia lihat saat ini. Monik dan Nila kemudian turun dari mobilnya, mereka langsung menghampiri Rama dan Randana.
"wah wah kemarin di antarin Dika, sekarang di antar Rama. besok siapa lagi ya?, di bonceng siapa aja mau kelihatan banget murahannya." ejek Monik.
"Jaga ya mulut lo, Nadia gak pernah ngurusin hidup lo." bentak Rama.
"Wow di bela loh." ucap Monik dengan gayanya yang sok elegant.
"yuk." ajak Rama yang kemudian menarik tangan Randana dan membawanya pergi dari sana.
Randana sedari tadi tidak peduli dengan ocehan Monik, Ia hanya memperhatikan wajah Nila karena merasa tidak enak dengannya.
Saat tangan Randana di tarik oleh Rama, ia hanya melirik ke arah Nila yang hanya diam saja dari tadi.
Monik juga melirik ke arah Nila yang hanya diam saja. Monik tersenyum karena merasa menang melakukan pencananya. Kemudian monik pun pergi meninggalkan Nila sendiri.
"syukurlah kalau mereka udah baikkan." batin Nila.
Di sisi lain, tangan Randana terus saja di gandeng oleh Rama, sampai akhirnya Randana melepaskan gandengan Rama dengan paksa.
"kenapa?" tanya Rama.
"Aku kan udah bilang sama kak Rama kalau aku gak bisa balas perasaanku sama Kak Rama." ucap Randana.
"Tapi aku juga bilang kalau gak akan nyerah buat mendapatkan perasaan kamu." seru Rama.
"Tolong kak jangan paksa aku." ucap Randana yang pergi meninggalkan Rama.
"kalau ini tentang Nila kamu tenang aja, di udah restuin kita." teriak Rama, langkah Randana sempat terhenti saat mendengar Rama berteriak. Namun ia segera melanjutkan lagi.
"Aku gak akan menyerah Nad, sebelum dapatkan hati kamu." lirih Rama.
__ADS_1
"Tapi ini bukan tentang Nila kak." gumam Randana.
Bersambung....