RANDANA

RANDANA
BAB 29, AKU CEMBURU


__ADS_3

"Maksudnya?" tanya Rama yang masih belum paham dengan maksud Nila.


"Ada yang coba buat jauhkan aku sama Nadia kak, biar kita gak tahanan lagi." timpal Nila.


Rama sedikit berfikir tentang ucapan Nila.


"Jika ucapan kamu benar, maka kita harus cari tahu siapa orang yang udah kirimin foto itu." Ucap Rama.


"Tadi aku udah coba telfon nomor itu kak, tapi udah gak aktif." ungkap Nila.


"Tapi kenapa kamu berfikir kalau pengirim foto itu mau merusak pertemanan kamu sama Nadia?" tanya Rama.


"Apalagi kak kalau bukan itu alasannya. sekarang yang sudah tahu perasaan aku ke kak Rama, cuma kak Rama, Nadia, sama almarhumah kak Rania. Gak mungkin kan kalau itu Kak Rama atau mereka." Ucap Nila.


"Jadi maksud kamu orang itu tahu perasaan kamu ke aku, dan fotoin aku sama Nadia buat dikirim ke kamu biar kamu marah dan cemburu sama Nadia." jelas Rama.


"iya kak." jawab Nila disertai anggukan.


"Tapi aku gak marah kok kak sama Nadia. kalau kak Rama sama Nadia jadian aku gak masalah kok kak. Aku cuma gak mau kehilangan orang seperti kak Rania lagi yang bisa faham sama keadaan aku dan itu ada di diri Nadia. Tapi untuk saat ini aku pengen jauh dulu dari Nadia, karena pengen cari tahu siapa orang yang senang ketika melihat aku sama Nadia gak temenan lagi." kelas Nila.


"Aku akan bantuin kamu Nil, jadi kamu tenang aja ya." Ucap Rama menenangkan.


"Aku juga ikhlas kalau kak Rama sama Nadia. Kalau memang Kak Rama suka sama Nadia, tolong diperjuangkan kak." Ucap Nila dengan senyumnya yang mengembang.


Rama tidak berkata apapun, dan hanya membalas senyuman dari Nila.


*****


Disaat Nila menghampiri Monik untuk meminta izin, ternyata disisi lain Randana juga hendak menemui Rama. Kebetulan Rama sudah keluar terlebih dahulu sebelum Monik, dan hendak pergi ke kamar mandi sebelum pergi ke taman untuk menemui Nila.


"Kak Rama." Panggil Randana yang saat itu melihat Rama keluar dari toilet pria.


Kemudian Rama menoleh ke arah suara itu.


"Nadia." pekik Rama , Randana berjalan menghampiri Rama.


"Kak Rama kenapa sih dari tadi menghindari Nadia." cecar Nadia.


"Gak kenapa-kenapa kok." jawab Rama Cuek.


"Tapi kenapa harus cuekin aku, apa salah aku." tak disadari air mata Randana jatuh ke pipi.


"Apa karena aku tadi pagi berangkat bareng kak Dika, terus kak Rama marah sama aku." celoteh Randana.

__ADS_1


" kenapa? kak Rama cemburu." Randana masih saja melayangkan protes pada Rama.


"IYA AKU CEMBURU." teriak Rama.


"Aku suka sama kamu Nad." lanjut Rama jujur terhadap perasaannya.


"Maaf kak tapi aku gak bisa balas perasaan kak Rama." ungkap Randana.


"kenapa? apa karena Dika."


"Gak ada hubungannya sama kak Dika." cicit Randana.


"Ok." Ucap Rama singkat, dan kemudian pergi meninggalkan Randana.


"Maaf kak aku masih bingung sama perasaan aku sendiri." lirih Randana.


Setelah itu Randana segera pulang, namun saat ini ia tidak mau pulang ke kontrakannya melainkan ia pergi ke rumah dimana ia dan Rania dulu dibesarkan.


"makasih ya pak." Ucap Randana pada sopir taksi yang sudah mengantarnya.


kini Randana berdiri di depan rumahnya yang sangat megah. Randana terus memandangi rumah itu dan membayangkan peristiwa masa lalu bersama keluarganya, namun sekarang ia harus tinggal sendiri karena orang yang ia sayangi satu-persatu telah pergi untuk selamanya.


Tanpa Randana sadari ada pak satpam penjaga rumah itu yang terus melihat keberadaan Randana, kemudian satpam itu menghampiri Randana.


Randana langsung tersadar dari lamunannya.


"Pak Ojak." teriak Randana pada satpam itu yang ternyata bernama Pak Ojak.


Memang pegawai di rumah itu semuanya adalah pegawai lama, sehingga dengan mudah Randana mengenalinya.


"Loh ini siapa ya?" ucap pak Ojak sembari mengingat wajah Randana.


Kemudian Randana melepaskan Kacamatanya dan Rambut kepang satunya.


"Non Randana," teriak pak Ojak kegirangan.


"Iya Pak, apa kabar pak Ojak?" ucap Randana.


"Alhamdulillah baik non, tapi non Randana kok bisa ada di sini, Pak Toni kemana non?" ucap Pak Ojak sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Toni.


"Saya sendirian Pak, Im Toni masih ada di Jepang. Saya kesini cuma mau mampir sebentar kok." Ucap Randana.


"Loh kok bisa." Ucap Pak Ojak penasaran.

__ADS_1


"Ceritanya panjang Pak, nanti saya ceritakan di dalam." jawab Randana.


"Ya udah ati non masuk dulu kalau gitu." ajak pak Ojak, dan mereka pun masuk ke dalam rumah.


"saya antar sampai sini ya non, di dalam ada Bi sumi." Ucap Pak Ojak, yang sudah mengantar Randana sampai di depan pintu.


"Iya Pak, makasih ya." Ucap Randana, kemudia Pak Ojak mulai bertugas kembali.


Randana mulai memencet bel yang berada di samping pintu.


mbok sumi yang sibuk merapikan dapur langsung terlontar kaget ketika mendengarkan bel berbunyi. pasalnya bel itu jarang berbunyi, terakhir berbunyi sebelum Rania meninggal.


"Iya sebentar." Teriak bi Sumi yang sembari berjalan menuju pintu.


Pintu itu perlahan di buka bi Sumi, dan begitu terkejutnya Bi Sumi ketika melihat yang datang adalah Randana.


"Assalamualaikum Bi Sumi, apa kabar? Ucap Randana ketika pintu sudah terbuka.


"Waalaikumsalam, Masyaallah non Randana, ati non masuk." ajak Bi Sumi tanpa basa basi. Merekapun langsung masuk ke dalam rumah.


"Kenapa ekspresi Bi Sumi beda sama Pak Ojak." Tanya Randana yang penasaran karena Bi Sumi yang terlihat biasa saja ketika melihat Randana datang.


"Karena Pak Toni sudah kasih tahu bibik non, kalau non Randana sedang ada di Jakarta." Jawab Bi Sumi.


"Hmm... pantas, dasar Om Toni." Gerutu Randana.


"Kenapa gak tinggal disini aja non, kan bibik jadi ada temennya kalau non Randana tinggal di sini." usul Bi Sumi.


"Nanti aja Bi kalau waktunya udah tepat Randana bakal tinggal di sini lagi." Ucap Randana.


"Ya udah kalau gitu non Randana makan dulu ya, tadi bibik baru aja masak non." tawar Bi Sumi.


"Sih kebetulan Randana lagi lapar banget nih bik, dan lama banget kayaknya gak makan masakannya Bi Sumi." Ucap Randana yang kemudian menuju ke arah meja makan.


Bi Sumi mulai mengambilkan piring yang terisi basi dan lauk pauk yang kini sudah siap untuk disantap oleh Randana.


*****


Setelah berbincang-bincang Rama dan Nila mulai pulang ke rumahnya masing masing, namun kali ini Rama memutuskan untuk mampir ke kontrakan Randana, karena Rama yakin jika ada kesalah pahaman antara Randana dan dirinya.


Setibanya Rama di kontrakan Randana, ia langsung mengetuk pintu kontrakan Randana, tapi tidak ada sahutan di dalam rumah.


'kemana ya Randana' Batin Rama.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2