RANDANA

RANDANA
BAB 7, DARAH KERING


__ADS_3

Pelajaran pertama di kelas Randana adalah olah raga, anak-anak kelas 11 IPA 1 mulai berkumpul di lapangan futsal.


"Nadia dan Nila tolong ambilkan saya bola yang ada di gudang." Perintah pak guru pada Nila dan Nadia.


Mereka berdua pun segera pergi ke gudang sekolah untuk mengambil bola.


Sesampainya di gudang mereka segera mengambil bola tersebut, namun ada hal yang tiba-tiba membuat Randana berhenti. Ia melihat sebuah cendela di gudang yang sudah terbuka.


"Itu cendelanya memang gitu ya Nil." tanya Randana yang melihat ke arah cendela.


"Aku baru tau di situ ada cendela soalnya biasanya itu ditutup." jawab Nila.


Randana pun mendekat ke arah cendela itu, tapi tiba-tiba ada salah satu siswa laki-laki yang mendatangi mereka.


"Eh kalian kenapa lama sekali, bolanya udah ditunggu tu." Ucap siswa laki-laki itu yang tiba-tiba datang.


Belum sempat Randana melihat cendela itu, mereka sudah harus disuruh untuk kembali ke lapangan. Namun Randana masih merasa janggal dengan cendela itu.


Mereka pun menuju ke lapangan untuk segera mengikuti pembelajaran.


Setelah pelajaran selesai semua siswa-siswi berhamburan ke kantin, namun Randana dan Nila memutuskan untuk berada di kelas.


"Kamu gak ke kantin Nad." tanya Nila pada Randana.


"Enggak lagi males." Jawab Randana.

__ADS_1


"Kamu masih suka di suruh-suruh sama kak Monik?" tanya Randana lagi.


"Gak tau aku Nad, sampai kapan aku harus sabar." jawab Nila.


"Kamu tu harus berani ngelawan kak Monik, kalau gini terus yang ada kak Monik malah semakin berkuasa dan bikin kamu ngerasa gak berdaya." ucap Randana.


EHEM...


Dehaman dari arah pintu membuat Randana dan Nila mengalihkan pandangannya.


"Heh... lo anak baru, gak usah sok tau hidup orang deh lo. Lo itu belum lama sekolah disini, jadi gak usah pengaruhin orang-orang termasuk si upik ini buat percaya sama ucapan lo." Bentak Monik yang tiba-tiba datang bersama dua dayang-dayangnya.


"Tapi saya cuma kasian kak sama Nila, karena kak Monik keterlaluan." Ucap Randana.


"Elo sampek berani ikut campur masalah gue dan si upik ini, hidup lo gak akan aman." ancam Monik pada Randana.


"Nih lo kerjain sekarang tugas gue, entar gue ambil." ucap Monik sambil melemparkan bukunya pada Nila. Monik dan kedua temanya segera pergi meninggalkan kelas.


"Kamu sabar dulu ya Nil, suatu saat kamu pasti bisa laluin ini semua." ucap Randana.


"Nil aku boleh tanya sesuatu gak?" tanya Randana pada Nila setelah hening beberapa menit.


"Aku dengar-dengar ada berita anak sekolah sini yang meninggal karena tabrak lari, kamu tau berita ini?" tanya Randana.


"Emm.. ini udah lama sekitar sebulan yang lalu, namanya kak Rania anak kelas 12, satu kelas juga kok sama kak Monik. Aku ngerasa kehilangan banget setelah kepergian kak Rania, karena dia rumayan dekat sama aku." jawab Nila.

__ADS_1


"Dekat?" lirih Randana yang menayakan maksut kata dekat.


"Dia satu-satunya orang yang berani lawan kak Monik dan memperjuangkan aku untuk bisa dapatin hak yang udah kak Monik ambil. terakhir ketemu waktu pulang sekolah sebelum akhirnya di meninggal sorenya. Aku gak nyangka banget dia secepat itu pergi." ucap Nila.


Randana tidak menyangka jika ternyata bukan ia lah yang satu-satunya kehilangan kakaknya itu, bahkan orang-orang terdekat Rania juga sangat merasa kehilangan.


***


Bel berbunyi pertanda pelajaran telah usai, Randana mengingat kejadian tadi pagi di gudang. Ia masih penasaran dengan cendela yang ada di gudang itu.


Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke gudang tersebut. Setelah sesampainya disana, Randana segera menuju ke arah cendela.


Cendela itu nampak seperti pernah di tutup menggunakan kayu.


"Cendela ini sebelumnya pernah ditutup rapat dengan kayu tapi kenapa bisa terbuka. Gak mungkin terbuka sendiri kalau gak ada yang buka." Lirih Randana.


Tiba-tiba Randana melihat paku yang menancap di bagian pinggir cendela. Tetapi paku itu seperti berlumuran darah namun darahnya seperti sudah kering.


Randana mencium paku itu dan baunya terasa seperti bau amis darah.


"Darah siapa ini? tapi kenapa bisa ada darah."


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2