RANDANA

RANDANA
BAB 26, CEMBURU


__ADS_3

"Butuh tebengan gak lo?" tanya Dika setelah membuka kaca helmnya.


"Tumben kak Dika baik banget, kesambet apa?" tanya Randana yang sedikit ngegas.


"Bawel banget sih, bareng atau enggak mumpung mood gue bagus nih." kata Dika.


Randana sedikit berfikir tentang tawaran Dika


'tapi kalau aku numpang kak Dika bisa jadi kesempatan supaya gak bareng kak Rama, lagi pula aku masih gak enak sama Home. Nanti aku dikira ngambil kesempatan lagi buat dekat-dekat sama kak Rama. Dan kalau kak Dika lagi baik gini bisa juga aku tanya-tanya soal kak Tanpa' Batin Randana


"gimana? lama banget mikirnya" tanya Dika.


"Oke deh kalau gitu aku bareng kak Dika aja." jawab Rencana


Mereka pun pergi menuju ke sekolah. saat mereka masih berada di perjalanan Randana berkesempatan berdaya pada Dika.


"kak aku boleh tanya gak sih?" tanya Randanan


"mau tanya apa?" jawab Dika


"soal kak Rania" jelas Rencana


"Bisa gak sih kalau lagi sama gue gak usah bahas Rania" kata Dika langsung membuat Randana merasa bersalah karena pertanyaannya


"ma.. maaf kak aku gak tahu." ucap Rencana.

__ADS_1


Ternyata setelah Randana dan Dika berangkat ke sekolah bersama, tak lama Rama sampai di tempat dimana Rencana biasa menunggu taxi.


karena tak ada siapapun disana, Rama berinisiatif untuk menelpon Rendana. Namun tak ada jawaban dari Rencana.


Rama berfikir mungkin saja Randana sudah berangkat mengendarai taxi, lalu Rama berangkat sekolah sendiri.


***


Dika dan Randana sudah sampai ke sekolah, Dika sengaja menurunkan Randana masuk ke dalam sekolah. meski banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka, tapi mereka tidak peduli termasuk Dika yang sudah sangat acuh dengan sekitar.


"wih itu anak baru keren juga, kemarin goncangan sama Rama sekarang sama Dika." ucap Reta yang tidak berdiri jauh dari Dika dan Randana. sedangkan Laura yang berada di samping Reta hanya mengangguk.


"emm... makasih ya kak udah di kasih tebengan." ucap Randana yang sudah turun dari sepeda Dika sembari memberikan helmnya kepada Dika


Tak lama kemudian datanglah mobil yang mengantar Monik dan Nila, lalu disusul Rama yang berada di belakang mobil mereka. kebetulan sekali mereka datang secara bersamaan.


Rama yang melihat Randana dan Dika sedang berhadap-hadapan, langsung memarkirkan motor nya yang tidak jauh dari motor Dika


"Hemm.. " Dehaman Rama berhasil membuat Randana kikuk, sedangkan Dika bersikap sewajarnya.


"Hai kak Rama." sapa Randana pada Rama yang kini berjalan ke arahnya


"kamu berangkat bareng Dika?" tanya Rama


"i... iya kak, tadi habisnya gak ada taxi yang lewat." jelas Randana

__ADS_1


"oh." jawab Rama singkat dengan wajahnya yang datar


Monik dan Nila yang baru saja keluar dari mobilnya, langsung menghampiri mereka bertiga


"duh si paling cantik, berasa cantik banget kali ya dideketin sama dua cowok." sindir monik pada Randana


Sementara Nila hanya diam menyaksikan peristiwa itu.


"Apaan sih kak Monik, cuma ngobrol aja kok." elak Randana


Rama yang masih dengan wajah datarnya, langsung pergi begitu saja..Disusul dengan Nila yang berada di belakang Rama


Randana merasa tidak enak hati karena merasa dirinya di abaikan dengan Rama, entah kenapa ada perasaan bersalah di hatinya. Tapi di sisi lain ia tidak enak dengan Nila.


Nila terus mengikuti kemana Rama pergi, hingga Rama sadar jika Nila mengikutinya. Rama langsung menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah Nila


"kenapa?" tanya Rama pada Nila. Nila seketika menghentikan langkahnya juga.


"emm... , maaf ya kak kalau Nila ikut campur. Tapi kalau di lihat dari raut wajah kak Rama, sepertinya kak Rama cemburu sama kak Dika." ucap Nila


Rama hanya terdiam mendengar perkataan Nila.


"kak Rama suka sama Nadia?" Pertanyaan Nila berhasil membuat Rama diam membisu dan bingung menjawab pertanyaan Nila.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2