
Randana kembali ke kelasnya dengan diantarkan oleh Rama.
"Kak Rama beneran hapus rekaman suara itu?" tanya Randana sebelum pergi memasuki kelasnya.
"Gak papa demi keamanan kamu, dari pada kamu kenapa-kenapa mending di hapus aja." ucap Rama.
Entah kenapa Randana begitu senang dengan ucapan Rama, dan ia begitu suka dengan sikapnya yang sangat perhatian itu.
"Ya udah masuk kelas gih, aku juga mau kembali ke kelas." ucap Rama.
Kemudian Rama pergi meninggalkan Randana di depan kelasnya.
Randana berniat untuk memasuki kelas, tapi Nila sudah berada di depan pintu. Muka Nila yang sangat tajam pada Randana sudah menunjukkan kecemburuannya pada Randana.
"buku kamu udah ketemu?" tanya Nila datar.
"udah, tadi dibantu sama kak Rama." jawab Randana.
Ohhh...
Kemudian Nila mendahului Randana dan kembali ke bangkunya.
"Tenang aja kok Nil aku gak akan deketin kak Rama kok." ucap Randana memberi kejelasan.
"Apaan sih kalau kamu mau deket sama kak Rama juga gak apa-apa kok." ucap Nila dengan muka yang masih datar.
Randana hanya terdiam mendengarkan ucapan Nila.
__ADS_1
"oh ya soal kak Monik aku minta maaf ya, gara-gara aku kamu jadi dapat masalah." ucap Nila.
"Gak apa-apa kok lagian aku senang bantuin kamu." ucap Randana.
Nila tidak menjawab dan malah asik membaca buku.
Randana yakin jika Nila cemburu padanya, entah kenapa Randana juga tidak bisa membohongi hatinya jika ia juga kagum terhadap Rama.
***
Sepulang sekolah Randana pergi terlebih dahulu meninggalkan Nila. Saat berjalan melewati tempat parkir tiba-tiba Rama menhampiri Randana yang sudah menaiki sepeda montornya.
"Nad pulang sendiri?." tanya Rama pada Randana.
"iya kak mau cari taksi di depan." jawab Randana.
"ya udah aku antar aja yu." tawar Rama.
"Enggak kak terimakasih aku bisa pulang sendiri kok." tolak Randana.
"Nah itu ada Nila mending boncengin Nila aja." ucap Randana lagi.
Nila yang sadar sedang di bicarakan hanya terdiam kikuk.
"Emang kamu mau Nil aku antarin?" tanya Rama yang setengah ragu.
"Enggak usah kak, nanti aku udah ada jemputan Kok." jawab Nila.
__ADS_1
"Oh.. Gitu.. Ya udah kalau gitu aku pulang duluan ya." ucap Rama yang segera menyalakan motornya dan pergi meninggalkan mereka.
Senyum Nila begitu merekah ketika Rama sudah pergi.
"Kenapa gak ngomong ke kak Rama langsung kalau kamu suka sama dia?" ucap Randana.
Nila hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kepada Randana.
Entahlah apa yang sedang berada di fikiran Nila saat ini, intinya ia dan Nila sekarang mengagumi pria yang sama.
Tiba-tiba suara anak yang berada di dalam mobil mengagetkan kami.
"woy upik pulang gak lo?" teriak Monik yang berada di dalam mobil.
"Iya kak." jawab Nila.
"Ya udah Nad aku pulang dulu yah." pamitnya. Randana hanya mengangguk.
Nila segera berlari menuju mobil dan segera masuk ke dalamnya. Setelah semua pergi, pandangan Randana tertuju pada Dika yang masih belum pulang sekolah. Nampak ia sedang berjalan menuju taman belalang sekolah.
Lalu Randana mengikuti Dika secara diam-diam.
Ternyata Dika hanya duduk di bangku taman itu tanpa siapapun dan sunyi.
Terlihat ia sedang mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung...