RANDANA

RANDANA
BAB 19, RENCANA


__ADS_3

"Jadi Nik, lo mau lakuin apa sama si cewek cupu itu?." Tanya Reta.


"Tenang aja kita bikin dia nyesel karena udah berani ikut campur urusan gue." ucap Monik dengan tatapannya yang tajam.


"kalau gue sih punya ide, kita bikin cewek cupu itu menjauh aja dari si Nila. Dengan begitu kita cuma basmi si Nila aja." Tawar Laura.


"Caranya?." Tanya Reta.


"Kita bikin Nila sama si cupu itu, berantem dan salah paham. Dengan begitu mereka gak akan temenan lagi." Jawab Laura. Monik dan Reta terlihat sedang berfikir.


"Boleh juga..." Ucap Monik.


"Ya Udah kita selidiki mereka, kita" hal apa yang memungkinkan supaya mereka bisa berantem." Ucap Reta.


"Ok."



"Nik gimana kalau, sepulang sekolah sekarang aja kita ke makan kak Rania." Saran Randana.



"Bukannya kamu mau pulang bareng kak Sama ya?." Tanya Nila.



"Ih apaan sih, enggak kok tadi cuma berangkatnya aja yang bareng pulangnya enggak kok." ucap Randana mengelak.



"Jadi gimana kalau sekarang aja?." Usul Randana.



"Sebenarnya sih bisa, tapi aku harus izin papa dulu dan sekarang aku gak bawa hp. Jadi aku harus pulang dulu buat izin ke papa, nanti aku kabarin dah kalau bisa." Jawab Nila.



"Yahhh...ya udah deh gak apa-apa." Ucap Randana sedikit kecewa.


__ADS_1


Setelah mereka sampai ke tempat parkir, Nila segera bergegas pergi ke mobil yang sudah menjemputnya. Tinggalah Randana seorang di sana, tiba-tiba ada sepeda motor yang menghampiri Randana.



"Nad, pulang bareng aja yuk sekarang." tawar seseorang yang ternyata Rama.



"Eh Kak Rama, makasih Kak tapi nggak usah deh aku mau naik taksi aja nanti." tolak Randana.



"Nggak apa-apa lah, lagian rumah kita kan Searah." Ajak Rama lagi.



"Nggak usah kak, beneran." Tolak Randana.



"Udah deh Ayok." ucap Rama yang langsung berdiri dari sepedanya dan memakaikan Randana helm.




DEG\_



Degukan di hati Randana tiba-tiba bergemuruh, ia merasa salah tingkah dengan tindakan Rama.



"yuk naik," Perintah Rama yang sudah menaiki sepeda motornya.



Randana menaiki motor itu dengan perasaan cemas, karena mengingat hubungannya dengan Nila. Padahal Nila sudah tidak keberatan dengan itu semua. Saat Randana dan Rama sudah pergi, nampak dua anak gadis memotret mereka dari kejauhan.


__ADS_1


"Kita harus kirimin foto ini ke Monik."



Di dalam mobil tampak suasana hening, tidak ada satu patah kata pun yang keluar termasuk suara nyanyian di mobil yang tak menyala. Tiba-tiba terdengar handphone Monik yang berbunyi di dalam tas miliknya.


Monik membuka handphonenya dan terlihat notifikasi dari Reta.


Reta mengirimkan foto Randana dan Rama yang sedang berboncengan.


Monik:


Ngapain lo kirimin Randana sama Rama???


Reta:


Mungkin foto ini belum begitu penting untuk saat ini.


Tapi, felling gue foto ini bisa kita gunakan untuk hancurin si cewek cupu itu.


Monik sedikit mencerna pesan dari Reta.


Monik:


Ok gue save dulu, siapa tahu foto ini berguna.




"Aku turun di tempat yang tadi pagi aja kak." Ucap Randana memerintah Rama.



"kenapa gak sampai depan rumah aja." Tanya Rama.



"sampai situ aja, gak enak sama tetangga." Jawab Randana beralasan, ia hanya tidak mau jika ada orang yang mengetahui tempat tinggalnya termasuk Rama.


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2