
"Ini aku... Tolong lepasin" ucap pria itu sambil merintih kesakitan
Randana melepaskan tangan pria itu, dan pria itu mulai membenarkan posisinya kini ia sudah berhadapan dengan Randana.
Pria itu nampak melepaskan topinya dan tali masker yang menggantung di telinga sebelah kirinya, hanya tersisa tali masker yang menggantung di telinga sebelah kanannya.
"KAK RAMA" ucap Randana terkejut, ternyata pria itu adalah Rama.
"Kamu kuat banget ya." Ucap Rama yang masih memegang tangannya yang masih sakit.
"Lagian kak Rama kenapa disini? bikin kaget aja." Tanya Randana.
"Iya maaf, tadi aku lihat kamu sendirian jadi aku samperin. Aku mau mengunjungi makam Rania yang ada disini." Jawab Rama.
"Kamu ngapain disini?" Tanya Rama.
"Aku janjian sama Nila, kita juga ingin mengunjungi makam kak Rania."jawab Randana.
__ADS_1
"Oh gitu, ya udah bareng aja nanti kalau gitu" Ucap Rama menyarankan.
Randana hanya mengangguk tanda setuju
Tidak lama kemudian Nila datang dengan mobil yang dikendarainya. Mobil itu parkir di tempat yang tidak jauh dari Rama dan Randana berdiri.
Nila mulai menuruni mobilnya, ia mulai berjalan ke arah Rama dan Randana.
"Loh kak Rama kok ada disini?" Tanya Nila.
"Tadi aku juga ada niatan mau berkunjung ke makam Rania, terus aku lihat Nadia di sini jadi aku samperin deh." Jelas Rama.
Mereka pun langsung menuju ke makam Rania, tak lupa Nila juga sudah menyiapkan sebuket bunga yang ia sudah beli tadi sebelum sampai ke permakaman. Rama juga membawa sebuket bunga, sedangkan Randana membawa bunga taburan untuk disebarkan di makam Rania.
Rama dan Nila menaruh buket bunga disamping Nisan Rania, dan Randana menaburkan bunga ke makam Rania. Mereka mulai membacakan doa untuk Rania.
Setelah selesai, mereka mulai beranjak dari makam Rania dan meninggalkan makamnya.
__ADS_1
Saat sudah keluar dari makam, tanpa basa-basi Randana langsung mengeluarkan pertanyaan untuk Rama dan Nila.
"Aku boleh tanya gak." Ucap Randana yang membuat Nila dan Rama berhenti melangkah.
"Mau tanya apa?" Ucap Nila.
"Soal kak Rania, aku masih ngerasa aneh sama kematian kak Rania." Jawab Randana.
"Iya, sebenarnya aku juga berfikir begitu. Tapi aku bingung harus berbuat apa. Yang bikin aku bingung kenapa Rania pulang sesore itu, setau aku dia gak ada kegiatan di sekolah." Jawab Rama.
"Terakhir aku ketemu kak Rania pulang sekolah dia bilang mau pergi ke perpus, mau mengembalikan buku. dan disisi lain aku juga nungguin kak Monik waktu itu, tapi gak sampai waktu lama kak Monik datang. Jadi aku masih heran, apa iya kak monik yang melakukan ini tapi waktu kejadian kak Rania di tabrak dia lagi ada di rumah." Jawab Nila panjang lebar.
Randana sedikit berfikir keras dengan ucapan Rama dan Nila yang sedikit memberikan fakta padanya.
"Tapi kenapa kak Monik pulang terlambat Nil?" Tanya Nila.
"Entahlah sampai sekarang aku gak tau, dan gak berani buat tanya." Jawab Nila.
__ADS_1
"Apa mungkin Monik ada kaitanya sama kematian Rania." Ucap Rama.
-jika memang begitu faktanya, apa mungkin gudang, cendela, gelang, dan darah kering itu ada kaitanya sama kak Monik dan kak Rania- isi batin Randana berkecamuh dengan pertanyaan-pertanyaan itu.